Selasa , 14 November 2017
Home » Artikel » Waspadai Tulang Patah

Waspadai Tulang Patah

Tulang Patah, Musuh Bersama Lansia
Tulang patah (fraktur) kerap dialami para senior. Semakin tinggi usia seseorang, kemungkinan mengalami fraktur kian besar. Banyak orang menilai osteoporosis sebagai faktor terjadinya fraktur. Tapi tidak melulu demikian. Ada beberapa faktor lain yang dapat mempermudah terjadinya fraktur, seperti umur, jatuh, cidera, kegemukan, merokok, dan mengonsumsi alkohol.

Umur dan kepadatan tulang merupakan faktor risiko faktur osteoporosis. Jika usia di atas 50 tahun risiko fraktur pergelangan tangan meningkat. Pada usia di atas 60 tahun, risiko fraktur vertebra (tulang belakang) yang meningkat. Di atas usia 70 tahun risiko fraktur panggul meningkat.

Risiko fraktur pada perempuan dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki pada umur yang sama. Seorang perempuan yang berumur 50 tahun dengan yang berumur 80 tahun mempunyai derajat osteoporosis yang sama, tetapi risiko untuk terjadinya fraktur lebih tinggi pada perempuan yang berumur 80 tahun.

  1. Terapi
    Pemberian terapi pada perempuan osteoporosis yang berumur 50 tahun akan lebih bermanfaat karena harapan hidupnya jauh lebih panjang. Kalsium memiliki peran penting untuk menjaga jaringan masa tulang, terutama pada orangtua.

    Peran vitamin D dalam metabolisme kalsium juga penting. Bagi senior, asupan kalori dan protein yang cukup akan bermanfaat untuk densitas masa tulangnya.

    Meski risiko fraktur terutama dipengaruhi oleh umur dan densitas tulang, perlu juga diperhatikan risiko lain. Jika pada orangtua terjadi gangguan penglihatan, imobilisasi dan penggunaan obat-obat penenang, risiko jatuh akan meningkat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berat badan (diukur dengan indeks massa tubuh), merokok, minum alkohol, minum obat golongan steroid, dan artritis rheumatoid ternyata meningkatkan risiko fraktur. Termasuk mereka yang orangtuanya ada riwayat fraktur panggul, maka risikonya juga meningkat. Oleh karena itu, di samping mengobati osteoporosis memang sebaiknya Anda berusaha agar berat badan Anda dalam keadaan normal.

  2. Jatuh
    Banyak senior karena mengalami fraktur mengakibatkan jatuh. Namun jatuh dapat dicegah dengan menggunakan kacamata jika sudah diperlukan. Bagi senior disarankan untuk menggunakan alas kaki yang tipis. Jangan menggunakan sepatu berhak tinggi. Jika ada gangguan keseimbangan dalam berjalan, jangan segan menggunakan tongkat atau alat bantu jalan lainnya.

    Usahakan juga agar di lantai tidak terdapat benda-benda yang memungkinkan jatuh, seperti tali, karpet yang terlipat dan benda yang dapat menimbulkan kaki tersandung. Demikian juga harus diperhatikan penerangan yang cukup. Di kamar mandi, jika perlu dipasangi alat pegangan. Lantai kamar mandi juga diusahakan tidak licin.

Saat berjalan ke luar rumah, para senior yang sudah lanjut disarankan untuk ditemani oleh orang yang masih muda, dalam hal ini perawat (home care atau care giver). Bila tinggal di rumah seorang diri, ada baiknya senior mempunyai alat yang mudah memanggil orang lain. (RN)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates