
Kurang tidur di malam hari memiliki dampak negatif bagi tubuh. Berbagai penyakit pun mengintai.
Dikutip dari Hindustan Times, mengurangi waktu tidur tidak hanya membuat pusing di pagi hari tetapi juga memengaruhi organ-organ utama, seperti otak dan jantung. Ini pengaruh kurang tidur bagi kesehatan:
Peningkatan penurunan kognitif
Direktur dan HOD Neurologi di Rumah Sakit Sarvodaya dr. Ritu Jha mengungkapkan bahwa kurang tidur menyebabkan penurunan kognitif dini. Ketika kita kurang tidur atau tidur terfragmentasi, otak tidak dapat menyelesaikan tugas pembuangan limbahnya, yang dapat berkontribusi pada masalah memori di masa mendatang. Daya ingat akan menurun jika Anda kurang tidur. Kemampuan memproses dan menyimpan informasi pun menurun. Kekhawatiran akan penurunan kognitif tidak terbatas pada lansia. Kurang tidur dapat memicu masalah kognitif jauh lebih awal.
Tekanan pada jantung
Ketika Anda kurang tidur, tubuh Anda akan kewalahan dan memberi tekanan pada jantung Anda. Direktur kardiologi intervensi di Rumah Sakit Super Spesialis Nanavati Max, Mumbai, Dr. Praveen Kulkarni menjelaskan bahwa tidur yang berkualitas berperan penting dalam menjaga keseimbangan kardiometabolik. Tanpa tidur, hubungan yang harmonis antara jantung, hormon, dan metabolisme menjadi kacau.
“Kurang tidur kronis menyebabkan peningkatan ghrelin (hormon lapar) dan penurunan leptin (hormon kenyang), yang pada akhirnya berkontribusi pada penambahan berat badan/BMI tinggi dan hipertensi. Hormon stres ‘kortisol’ meningkat pada individu yang kurang tidur, menyebabkan peradangan kronis, peningkatan glukosa darah, dan meningkatkan risiko penumpukan plak dan hipertensi,” ujarnya.
Terjadinya penumpukan plak pada akhirnya menyebabkan serangan jantung. Stres yang berkelanjutan dalam jangka waktu lama juga membuat jantung bekerja jauh lebih keras dari yang seharusnya. Kurang tidur membuat tubuh berada dalam mode stres dan mengganggu keseimbangan hormon, kata ahli jantung, Dr. Kulkarni menganjurkan untuk tidur setidaknya 7 hingga 8 jam agar pemulihan dan istirahat berjalan baik.
Gangguan kesehatan
Studi medis terbaru kembali mengingatkan betapa pentingnya tidur yang cukup bagi kesehatan. Para peneliti menegaskan, tidur kurang dari enam jam sehari tidak hanya membuat tubuh merasa lelah, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius seperti masalah jantung, sistem imun melemah, dan gangguan metabolisme.
Selain itu, kurang tidur berdampak cukup seirus pada fungsi otak. Konsentrasi menurun, mood menjadi mudah berubah, dan kemampuan mengingat serta mengambil keputusan ikut terganggu. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai risiko yang mengintai jika Anda terus-menerus kurang tidur.
Berikut dampak negatif bila tidur malam kurang dari 6 jam:
-
Metabolisme dan risiko diabetes meningkat
Orang yang tidur rata-rata enam jam per malam berisiko mengalami gangguan toleransi glukosa dan peningkatan risiko diabetes tipe 2, sekitar 1,7 kali lipat dibanding mereka yang tidur delapan jam. Selain itu, tidur yang terganggu menurunkan sensitivitas insulin hingga 30-40 persen, mirip kondisi awal diabetes.
-
Kesehatan jantung terkikis, risiko serangan meninggi
Kurang tidur dapat menaikkan tekanan darah yang memicu serangan jantung. Seseorang yang tidur di bawah enam jam sehari memiliki peluang 20 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung. Di antara individu dengan hipertensi atau diabetes, risiko kematian akibat jantung melonjak hingga 83 persen.
-
Imunitas melemah dan pemulihan lambat
Saat tidur, tubuh memproduksi sitokin protein penting bagi sistem imun. Kurangnya tidur menyebabkan produksi sitokin dan antibodi menurun, membuat tubuh rentan infeksi dan pemulihan pun lebih lambat.
-
Gangguan kognitif: Fokus dan memori terganggu
Kurang tidur membuat kemampuan berpikir dan mengambil keputusan seolah berjalan lambat, atau dalam istilah “mode slow motion”. Penelitian menunjukkan konsentrasi, ingatan, dan kemampuan belajar juga terdampak signifikan.
-
Kesehatan mental: Stres, mood buruk, dan risiko depresi
Dalam jangka pendek, kurang tidur meningkatkan stres, gangguan suasana hati, dan reaktivitas emosional karena meningkatnya aktivitas di bagian amigdala otak. Dalam jangka panjang, risiko gangguan kecemasan dan depresi pun meningkat.
-
Berat badan naik dan gangguan metabolik
Kurang tidur mengacaukan hormon nafsu makan: ghrelin meningkat (merangsang lapar), leptin menurun (mengurangi rasa kenyang). Akibatnya, konsumsi makanan tinggi kalori meningkat dan risiko obesitas pun melonjak.
-
Risiko kecelakaan tinggi
Mengantuk saat beraktivitas, terutama berkendara, sangat bahaya. Studi menunjukkan individu yang tidur di bawah enam jam malam hari berisiko 33 persen lebih tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas. Di tempat kerja atau di ruang publik, kemampuan reaksi menurun drastis.
-
Potensi risiko kanker dan umur pendek
Kurang tidur kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker tertentu, seperti payudara, prostat, dan usus besar. Bahkan, kurang tidur berkepanjangan bisa memperpendek rentang hidup, khususnya pada penderita penyakit jantung atau stroke.
Menurut sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Psychology and Cognitive Sciences, kurang tidur bisa jadi penyebab ketidakmampuan pikiran untuk mengunci kenangan yang tidak diinginkan.
“Masalah tidur dan kenangan yang mengganggu berperan penting dalam timbulnya dan bertahannya banyak gangguan kesehatan mental. Di sini, kami menunjukkan bahwa kurang tidur pada peserta yang sehat dapat mengganggu kemampuan mereka untuk menahan kenangan yang mengganggu,” ujar para peneliti studi.
Para peneliti meneliti bagaimana tidur memengaruhi kemampuan untuk mengendalikan kenangan buruk dengan memantau aktivitas otak dari 85 peserta sehat yang tidur sepanjang malam atau tetap terjaga.
Selama uji coba, para peserta diperlihatkan wajah-wajah yang terkait dengan gambar-gambar yang bermuatan emosi, seperti kecelakaan mobil atau perkelahian, dan diminta untuk mengingat atau menekan kenangan yang terkait dengannya.
Hasilnya mengungkapkan bahwa mereka yang cukup istirahat menunjukkan lebih banyak aktivitas otak di korteks prefrontal dorsolateral kanan, area yang bertanggung jawab untuk mengelola pikiran dan emosi saat mencoba menekan ingatan negatif. Di sisi lain, peserta yang kurang tidur memiliki lebih sedikit aktivitas otak di area ini, sehingga lebih sulit bagi mereka untuk mengendalikan pikiran yang mengganggu. Kelompok yang cukup istirahat juga memiliki aktivitas yang berkurang di hipokampus, pusat memori otak, yang menunjukkan bahwa mereka lebih baik dalam mematikan ingatan yang tidak diinginkan.
“Temuan ini menawarkan wawasan baru tentang pemahaman kita tentang mekanisme kognitif dan saraf yang mendasari hubungan antara kurang tidur dan penyakit mental dan dapat mendukung pengembangan strategi pengobatan dan pencegahan baru,” kata peneliti.
Tidur yang baik
Para peneliti pun membagi sejumlah kiat untuk mendapatkan tidur yang baik yaitu:
-
Buat jadwal tidur
Buat rutinitas tidur yang teratur dengan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Memiliki jadwal tidur yang konsisten membantu menyinkronkan siklus tidur-bangun alami tubuh sehingga lebih mudah untuk tertidur dan bangun dengan perasaan segar.
-
Perhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi
Apa yang dikonsumsi dapat memengaruhi tidur seseorang. Hindari makan berat di malam hari, dan batasi kafein, alkohol, dan nikotin, terutama beberapa jam sebelum tidur, karena dapat mengganggu kualitas tidur.
-
Jalani pola hidup sehat
Menjaga stres dan tetap aktif sepanjang hari dapat memberikan manfaat besar bagi tidur kita Rutinitas olahraga teratur serta mengurangi tidur siang yang lama di siang hari, dapat membantu mendapatkan istirahat berkualitas yang kita butuhkan setiap malam.
-
Ciptakan lingkungan yang menenangkan
Lingkungan sekitar berperan besar dalam menentukan kualitas tidur. Kendalikan cahaya, kebisingan, dan suhu di kamar tidur untuk menciptakan suasana yang damai. Selain itu, cobalah untuk mengurangi waktu menonton layar, terutama sebelum tidur, untuk membantu meningkatkan kualitas tidur. (RN)
