Aritmia Hantui Kaum Produktif, Pahami Cara Cegah & Deteksi Dini

Artikel ini telah direview oleh
Aritmia Hantui Kaum Produktif, Pahami Cara Cegah & Deteksi Dini
Foto: akurat.co

Banyak orang kini terobsesi menjadi kaum produktif yang ingin melakukan berbagai kegiatan bermanfaat untuk mendapatkan hasil yang besar dan maksimal. Sayangnya, produktivitas ini kadang tak diimbangi dengan kapasitas diri, sehingga seseorang mengalami overwork yang berpengaruh pada kesehatan salah satunya risiko penyakit jantung.

Umumnya hal ini dialami oleh pekerja kantoran, pekerja lapangan, pengusaha, hingga atlet. Rutinitas yang berat melebihi kapasitas dapat memicu penyakit jantung seperti aritmia atau gangguan pada irama jantung.

Aritmia membuat jantung penderitanya berdenyut tidak teratur, sehingga jantung yang memompa darah bekerja secara tidak beraturan dan mengakibatkan gangguan asupan darah ke organ tubuh lainnya. Aritmia jantung terjadi saat impuls listrik di jantung tidak bekerja dengan baik.

Aritmia juga diartikan sebagai penyakit pada sistem impuls atau kelistrikan jantung. Gejala yang timbul beragam, jantung bisa berdenyut lebih lambat (bradikardi), lebih cepat (takikardi), atau bahkan tidak beraturan. Mungkin tidak ada gejala atau gejalanya hanya berupa dada berdebar, nyeri dada, pingsan atau pusing. Berikut beberapa gejala aritmia yang patut diwaspadai:

Kebanyakan kasus gangguan detak jantung sering timbul tanpa gejala apapun, sehingga membuat seseorang tak sadar jika dirinya terkena aritmia. Namun, sebagian kasus lainnya menimbulkan gejala aritmia. Beberapa gejala yang dapat timbul dan patut diwaspadai dari gangguan aritmia adalah sebagai berikut:

  • Hilangnya kesadaran secara tiba-tiba
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit kepala
  • Sakit pada bagian dada yang terasa seperti tertusuk, perih, dan tertekan
  • Badan terasa tidak bertenaga atau mudah lelah
  • Jantung berdetak lebih lambat dari detak jantung normal (bradikardia)
  • Jantung berdetak sangat cepat melebihi detak jantung normal atau lebih dari 100 kali per menit (takikardia)

Potensi kena aritmia

Aritmia bisa menyerang siapa saja. Seseorang yang memiliki jantung sehat juga berpotensi terkena aritmia jika berada dalam kondisi sebagai berikut:

  • Penyalahgunaan alkohol
  • Diabetes
  • Konsumsi kafein berlebihan
  • Penyakit jantung
  • Hipertensi
  • Gangguan hormonal (contoh: hipertiroid)
  • Tegang atau stres emosional
  • Jaringan parut di jantung menjadi pemicu serangan jantung
  • Merokok
  • Mengonsumsi obat-obatan
Baca juga:  Menelisik Penyebab Anak Memiliki Kelainan Genetik

Komplikasi lain

Seseorang yang mengalami gangguan pada irama jantung bisa menderita penyakit komplikasi lain, salah satunya stroke. Data terbaru Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menunjukkan risiko stroke iskemik pada penderita aritmia atrial fibrilasi lima kali lebih tinggi dibandingkan orang tanpa aritmia atrial fibrilasi.

Mengingat risikonya yang berbahaya, kaum produktif perlu memahami faktor pemicu aritmia. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan aritmia antara lain hipertensi, diabetes, hipertiroid, faktor genetik, olahraga, kafein, nikotin, obat-obatan, dan penyakit jantung lainnya.

Kamu pun harus mengantisipasi diri dengan mendeteksi dini aritmia. Caranya, dengan mengenali gejala aritmia seperti berdebar, keringat dingin, mudah lelah, nyeri dada, sesak nafas, hingga kematian.

Pemeriksaan mandiri dapat secara rutin Anda lakukan di rumah agar dapat mendeteksi secara dini untuk menjalani penanganan medis secara lebih lanjut. Caranya, tempelkan tiga jari di pergelangan tangan, hitung denyut nadi Anda selama 15 detik. Kalikan hasilnya dengan 4 untuk mendapat angka denyut nadi istirahat Anda per menit. Hati-hati jika hasilnya lebih lambat atau lebih cepat, karena detak jantung normal umumnya berdetak sebanyak 60 – 100 kali per menit.

Jika kamu merasakan sejumlah di atas, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri kepada spesialis jantung ahli aritmia. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat medis, serta mengevaluasi gejala dari pasien.

Pengecekan tersebut akan dilakukan dengan cara Electrokardiografi, Treadmill test, Holter Monitor, dan Electrophysiology study. Fasilitas-fasilitas ini dapat ditemui di beberapa rumah sakit, salah satunya Mayapada Hospital yang punya Cardiovascular Center untuk layanan skrining deteksi dini, diagnosis, tindakan bedah jantung, hingga rehabilitasi jantung. Salah satu langkah yang dapat Anda ambil guna meminimalisir risiko aritmia adalah dengan tidak malas melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin.

Baca juga:  Ternyata, Bahaya Memelihara Sikap Pesimis

Diagnosa Aritmia

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia dan Intervensi dari Mayapada Hospital Surabaya dr. Rerdin Julario, SpJP(K) menjelaskan Electrophysiology Study merupakan golden standard untuk mendiagnosa aritmia.

“Dengan pemeriksaan ini, dapat dipetakan aktivitas listrik jantung sehingga titik penyebab gangguan kelistrikan jantung dapat diketahui. Berdasarkan hasil EP Study dapat ditentukan jenis aritmia dan terapi yang dibutuhkan untuk mengembalikan irama jantung normal,” kata dr. Rerdin.

Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia dr. Agung Fabian Chandranegara, SpJP(K) menambahkan penderita aritmia juga perlu mengenal tindakan ablasi jantung. Tindakan ablasi jantung merupakan tindakan memperbaiki irama jantung yang biasanya digunakan untuk penyakit aritmia dengan memasangkan alat pacu jantung.

“Tindakan ablasi jantung merupakan tindakan untuk mengoreksi aritmia dengan cara memasukkan kateter melalui pembuluh darah sampai ke jantung. Elektroda pada ujung kateter dilengkapi dengan energi radiofrekuensi untuk mengatasi titik tertentu pada jantung yang menyebabkan aritmia sehingga jantung dapat kembali berdenyut normal,” terangnya.

Sebagai informasi, Cardiovascular Center Mayapada Hospital merupakan pusat layanan kesehatan terpadu khusus untuk menangani penyakit jantung yang dilengkapi dengan dokter spesialis dan subspesialis yang ahli. Pusat kesehatan ini juga memiliki peralatan canggih dengan teknologi terkini untuk penanganan berbagai penyakit jantung secara komprehensif, mulai dari skrining, diagnosis, operasi jantung sampai dengan rehabilitasi jantung, dan menyediakan layanan kegawatdaruratan jantung yang selalu siaga 24 jam. (RN)

× Hubungi kami!