Ini Penyakit Tonsillopharyngitis yang Kerap Mengancam Anak

Ini Penyakit Tonsillopharyngitis yang Kerap Mengancam Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_12107" align="aligncenter" width="654"] Foto: okezone.com[/caption] Penyakit Tonsillopharyngitis Penyakit tonsillopharyngitis banyak diderita oleh anak-anak. Apa itu tonsillopharyngitis? Tonsillopharyngitis adalah infeksi akut pada faring, tonsil palatina atau keduanya. Gejala pada penyakit ini biasanya sakit tenggorokan, odynophagia, limfadenopati serviks dan demam. Penyebab tonsillopharyngitis Tonsilofaringitis biasanya disebabkan oleh virus, paling sering disebabkan oleh virus flu biasa (adenovirus, rhinovirus, influenza, virus corona, dan virus pernapasan), tetapi kadang-kadang oleh virus Epstein-Barr, virus herpes simpleks, sitomegalovirus, atau HIV. Penyebab tonsillopharyngitis adalah bakteri streptokokus beta-hemolitik grup A (GABHS). Biasanya sering diidap oleh anak usia 5 dan 15 tahun dan jarang terjadi sebelum usia tiga tahun. Penyakit ini lebih jarang terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Pada sekitar 30% pasien, penyebabnya adalah bakteri. Streptokokus beta-hemolitik grup A (GABHS) adalah jenis bakteri yang paling umum diidap. Tetapi Staphylococcus aureus, Streptococcus…
Read More
Jangan Sepelekan Nyeri Ulu Hati, Tidak Melulu Maag

Jangan Sepelekan Nyeri Ulu Hati, Tidak Melulu Maag

Artikel Anak
[caption id="attachment_11466" align="alignleft" width="300"] Foto: yoona.id[/caption] Rasa perih dan nyeri di ulu hati tidak boleh disepelekan. Itu bisa muncul tiba-tiba. Sayangnya, kebanyakan orang menganggapnya sebagai sakit maag biasa atau karena telat makan. Bisa jadi, nyeri ulu hati bisa jadi tanda penyakit serius, salah satunya kanker pankreas. Dokter spesialis penyakit dalam yang juga merupakan Guru Besar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fachrial Syam menyebut nyeri ulu hati masuk dalam salah satu gejala tidak khas kanker pankreas. “Kadang-kadang pasien nyeri ulu hati dikira sakit maag. Hati-hati jangan disepelekan karena bisa jadi tanda kanker pankreas,” kata Ari. Pankreas sejatinya berada di area ulu hati. Ketika organ ini mengalami masalah otomatis akan timbul rasa sakit di area tersebut. Menurutnya, Anda harus berhati-hati terutama jika rasa sakit ini berlangsung lama…
Read More
Slow Living dan Dampaknya Bagi Anak

Slow Living dan Dampaknya Bagi Anak

Artikel Anak
Slow Living dan Dampaknya Bagi Anak [caption id="attachment_11003" align="alignleft" width="300"] Foto:thephrase.id[/caption] Slow living adalah hidup dengan santai tanpa adanya ambisi. Hal tersebut belakangan tengah menjadi trend dan ramai perbincangkan publik di semua kalangan, termasuk remaja atau anak-anak muda. Lalu bagaimana jika konsep slow living ini diterapkan kepada anak-anak? Apakah nantinya akan berpengaruh terhadap psikologisnya. Psikolog dan Co-Founder Rumah Dandelion, Orissa Anggita Rinjani mengatakan, penerapan slow living bagi anak-anak dapat membuatnya merasa tidak bosan. Sehingga mereka bisa hidup tanpa tekanan. “Jadi (slow living) membuat anak-anak tidak tertekan," ujarnya. Prinsip Slow Living, lanjutnya, melihat agenda sebagian anak-anak yang over schedule (padat agenda). Jika terlalu padat bisa saja nantinya anak menjadi stres, karena waktunya dibatasi oleh agenda-agenda. Stres pada anak ini, kata dia, bisa mengakibatkan berbagai macam sebab. Misalnya anak mudah marah, dan…
Read More
Bentuk Anak Cerdas Secara Intelektual dan Emosional

Bentuk Anak Cerdas Secara Intelektual dan Emosional

Artikel Anak
Bentuk Anak Cerdas Secara Intelektual dan Emosional [caption id="attachment_10984" align="alignleft" width="300"] Foto: nakita.id[/caption] Semua orangtua tentu mengidamkan punya buah hati yang memiliki kecerdasan tinggi. Kondisi kecerdasan yang dimiliki oleh anak bisa sangat ditentukan oleh berbagai hal,  termasuk pola asuh dari orangtua. Seorang anak yang cerdas memiliki sejumlah kelebihan yang bisa menjadi bekal berharga untuk menjalani kehidupan. Mereka mudah memahami berbagai hal di sekitar serta menyesuaikan diri terhadap permasalahan yang dihadapi. Dukungan dari orangtua sangat menentukan bagaimana perkembangan kecerdasan anak. Sejumlah cara perlu dilakukan orangtua agar anak berkembang dengan baik dan menjadi pribadi yang cerdas. Kecerdasan yang tinggi pada anak ini tidak hanya dibutuhkan secara intelektual saja, namun juga secara emosional. Dilansir dari Psychology Today, Dona Matthews Ph.D., Direktur Eksekutif dari Millennium Dialogue on Early Child Development, University of Toronto mengungkap…
Read More
Rotavirus, Penyebab Diare Hebat Pada Anak

Rotavirus, Penyebab Diare Hebat Pada Anak

Artikel Anak
Rotavirus, Penyebab Diare Hebat Pada Anak [caption id="attachment_10961" align="alignleft" width="300"] Foto: whattoexpect.com[/caption] Seorang ibu di media sosial curhat kalau anaknya yang masih berusia 5 bulan terkena rotavirus. Ia mengalami muntah dan diare kronis. Apa itu rotavirus?  Rotavirus merupakan infeksi saluran pencernaan yang diakibatkan virus rota. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, rotavirus ini membuat saluran pencernaan mengalami peradangan. Virus rota ini merupakan penyebab tertinggi anak-anak terkena diare. Hasil penelitian menunjukkan kasus diare rotavirus banyak terjadi pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. Anak-anak berusia 6-11 bulan dan 12-23 bulan memiliki jumlah kasus diare rotavirus tertinggi, masing-masing 54,2% dan 50,6%. Untuk kasus diare berat sampai mengharuskan rawat inap banyak terjadi pada anak dalam kelompok usia 0-36 bulan. Rotavirus menular melalui jalur fecal-oral, yaitu menular dari feses penderita yang tidak sengaja masuk…
Read More
Mengenal Genetik Ayah dan Ibu yang Turun ke Anak

Mengenal Genetik Ayah dan Ibu yang Turun ke Anak

Artikel Anak
Mengenal Genetik Ayah dan Ibu yang Turun ke Anak [caption id="attachment_10455" align="alignleft" width="300"] Foto: theasiaparents.com[/caption] Tak hanya fitur wajah dan tubuh saja, sifat dan genetik berikut ini pun bisa diturunkan dari orangtua. Dari sifat hingga penampilan, ada beberapa hal yang diturunkan dari orang tua ke anak-anak mereka ketika lahir. Peran orangtua tentu tak jauh-jauh dari menyumbangkan beberapa fitur wajah, penampilan, dan juga sifat genetik lain pada keturunannya. Apa saja, ya, hal-hal genetik yang diturunkan dari ibu dan juga ayah? Ayah Ayah memiliki peran dalam menurunkan beberapa sifat dan genetik. Salah satunya adalah berat badan. Seberapa banyak lemak yang disimpan ayah, juga akan menurun pada anaknya. Termasuk, dalam hal metabolisme dan pengaruh berat badan anak. Selain itu, tinggi badan, warna mata, bentuk bibir, dan sidik jari dari anak juga merupakan genetik…
Read More
Bantu Seimbangkan Emosi Anak Remaja

Bantu Seimbangkan Emosi Anak Remaja

Artikel Anak
Bantu Seimbangkan Emosi Anak Remaja [caption id="attachment_10253" align="alignleft" width="300"] Foto: sonara.id[/caption] Anak remaja umumnya memiliki emosi yang belum stabil. Anak remaja identik dengan perubahan suasana hati dan emosi yang kuat. Hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan yang berbeda. Pertama, anak remaja menavigasi jalan yang sulit dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Kedua, lonjakan hormon umum terjadi pada anak remaja, baik laki-laki maupun perempuan yang sedang mengalami pubertas. Selain kerap diwarnai dengan perubahan suasana hati dan emosi yang kuat, frustasi pun rentan menyerang anak remaja akibat kurangnya kemampuan mereka dalam berbagai hal seperti mengelola keuangan, hidup sendiri, dan membuat aturan sendiri. Keadaan ini dapat diperparah dengan adanya drama dalam dunia pertemanan anak remaja. Dengan segala lika-liku yang ada di dalam kehidupan anak remaja, para orangtua sangat dianjurkan untuk membantu anak remajanya…
Read More
5 Kebiasaan Orang Tua yang Penting Dicontohkan Ke Anak

5 Kebiasaan Orang Tua yang Penting Dicontohkan Ke Anak

Artikel Anak
Siapa di sini yang familiar dengan peribahasa ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’?. Peribahasa ini banyak digunakan untuk menyebutkan kemiripan orang tua dengan anaknya. Tak hanya fisik namun, peribahasa ini juga menjelaskan tentang kemiripan sifat, perilaku dan karakter. Pembentukan karakter masing-masing individu memang terpengaruh oleh beberapa faktor seperti keluarga, pertemanan, lingkungan kerja dan sebagainya. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa yang paling dekat dengan kita adalah keluarga. Keluarga punya pengaruh yang luar biasa dalam proses pembentukan kepribadian. Anak-anak akan belajar dari pengamatannya lalu menirunya dan kemudian tertanam pada dirinya. Maka dari itu, kebiasaan orang tua pada kehidupan sehari-hari haruslah baik untuk ditiru agar menciptakan anak yang cerdas dalam berperilaku. Kebiasaan Orang Tua yang Baik Dicontoh Anak Untuk menghindarkan anak dari perilaku negatif, orang tua wajib menjadi panutan yang baik untuk dicontoh…
Read More
Jangan Salah! Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Berdampak Buruk Pada Anak

Jangan Salah! Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Berdampak Buruk Pada Anak

Artikel Anak
Kebiasaan orang tua dalam berperilaku akan berdampak besar pada tumbuh kembang anak. Maka dari itu, orang tua dituntut untuk menjadi contoh atau panutan yang baik dalam tingkah laku, perilaku sosial dan sebagainya. Pasalnya, anak akan mengamati setiap perilaku yang Anda perlihatkan dan dengan mudah menirunya. Namun, tanpa disadari ada beberapa perilaku buruk dalam kehidupan sehari-hari yang akan berdampak bagi kondisi psikologis maupun mental si kecil. Bahkan dilansir dari Brightside tindakan buruk yang dilakukan orang tua dapat merusak hidup dan masa depan si buah hati. 6 Kebiasaan Orang Tua yang Buruk Untuk Anak Berikut ini Kanopi Insan akan membahas apa saja sih kebiasaan buruk para orang tua yang seringkali ditiru sang anak, jadi simak baik-baik ya. Berbicara kasar Salah satu kebiasaan buruk orang tua yang mudah ditiru oleh anak adalah kemampuan…
Read More
Tips Menghadapi Lansia Seperti Anak Kecil

Tips Menghadapi Lansia Seperti Anak Kecil

Artikel Anak
Lansia yang bertingkah layaknya anak kecil seringkali membuat orang di sekitarnya bingung apa maunya. Mereka cenderung mudah marah akan hal-hal kecil yang terjadi. Tak hanya itu, beberapa dari mereka bahkan ada yang tak segan untuk main tangan pada orang sekitar. Namun, nyatanya perubahan lansia seperti anak kecil memang hal yang wajar dan normal terjadi bahkan dapat dijelaskan secara medis. Maka dari itu, kita sebagai keluarga hanya bisa mendukung dan membantunya sebisa mungkin. Lantas bagaimana cara yang tepat untuk menghadapinya? Lansia Seperti Anak Kecil? Inilah Cara Menghadapinya Menghadapi lansia yang sensitif seperti anak kecil memang tidaklah mudah. Dibutuhkan kesabaran, pemahaman dan usaha yang lebih untuk merawatnya. Berikut ini tips menghadapi lansia yang bersikap seperti anak kecil yang bisa Anda coba. Sabar dan tidak emosional Dalam menghadapi orang lanjut usia ada baiknya…
Read More