Waspada! Ini Gejala Stroke pada Lansia

Waspada! Ini Gejala Stroke pada Lansia

Artikel, Perawat Home Care
Stroke adalah kondisi dimana otak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Stroke bukanlah penyakit yang dapat dipandang sebelah mata, bahkan menurut WHO stroke merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia. Mengerikan bukan? Penderita stroke paling didominasi oleh para lansia di atas 75 tahun. Medical University of South Carolina juga menyebutkan bahwa risiko stroke meningkat sebanyak 2 kali per dekade saat seseorang telah menginjak usia 65 tahun. Maka dari itu, penting hukumnya untuk mengenali gejala stroke pada lansia dengan harapan dapat meminimalisir risiko stroke yang ada. Gejala Stroke pada Lansia Meski stroke adalah penyakit yang mematikan, nyatanya penyakit ini masih dapat dicegah dengan mengetahui gejala awal yang ada. Yuk kenali lebih jauh tentang gejala stroke yang mungkin dialami para lansia dengan membaca penjelasan di bawah…
Read More

Anda Memerlukan Jasa Babysitter? Perhatikan Hal Ini Sebelum Memilihnya!

Artikel, Artikel Anak
Bagi sebagian orang adanya jasa babysitter memang sangat dibutuhkan untuk membantu menjaga dan mengawasi anak. Apalagi bagi orang tua yang memiliki aktivitas yang tinggi di luar rumah. Tak sedikit orang tua yang dengan berat hati meninggalkan anak-anak di rumah karena tuntutan pekerjaan. Hal ini membuat mereka merasa kesulitan dalam mengawasi kegiatan anak mereka sehingga memilih menggunakan jasa babysitter. Namun sebagai orang tua, Anda juga harus selektif dalam memilih babysitter atau pengasuh anak untuk buah hati. Tentunya Anda pernah mendengar bukan terkait kasus-kasus babysitter yang tidak merawat anak-anak dengan baik atau bahkan menjadi sindikat penculikan anak. Wah seram sekali bukan? Maka dari itu Anda harus mengetahui tips-tips dalam memilih jasa pengasuh agar buah hati aman di rumah. Tips Memilih Jasa Babysitter Menggunakan jasa pengasuh anak untuk buah hati tercinta tentunya tidak…
Read More

4 Tips Merawat Orang Tua Pikun agar Tak Kewalahan

Artikel
Penyakit pikun atau demensia biasa terjadi pada lansia dengan rentang umur 60-70an. Maka tak heran jika ada sejumlah orang tua kita yang mengalaminya. Demensia sendiri merupakan kondisi dimana otak mengalami penurunan fungsi hingga menyebabkan sejumlah gejala seperti kebingungan, menjadi lebih sensitif hingga sulit berkomunikasi dengan sesama. Bagi Anda yang sedang dihadapkan dengan penderita demensia, tips di bawah ini bisa menjadi acuan bagaimana cara merawat orang tua pikun yang tepat agar terhindar dari stres. Cara Merawat Orang Tua Pikun Selain mendampinginya dengan penuh kesabaran, nyatanya ada beberapa cara merawat orang tua pikun yang bisa Anda terapkan agar demensia tidak menjarah ke tingkat yang lebih parah. Ajak mereka tetap beraktivitas Ketika orang tua sudah mulai menunjukkan ciri-ciri demensia, jangan dibiarkan. Justru Anda harus mengajaknya untuk beraktivitas dan jangan memanjakannya secara berlebihan. Anda…
Read More
Gangguan Pendengaran Intai Penyandang Diabetes Tipe 2

Gangguan Pendengaran Intai Penyandang Diabetes Tipe 2

Artikel
Gangguan Pendengaran Intai Penyandang Diabetes Tipe 2 [caption id="attachment_8437" align="alignleft" width="300"] Foto: topcareer.id[/caption] Penderita diabetes tipe 2 seringkali tidak merasakan gejala pada tahap awal, sehingga tidak terdeteksi. Namun, seiring waktu, ternyata hasil penelitian menyebutkan, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Hal ini disebabkan, meningkatnya kadar gula darah dapat merusak bagian tubuh secara serius, termasuk kaki dan mata. Ketika proses destruktif ini terjadi, Anda mengalami serangkaian gejala yang mengganggu. Dikutip dari Express, satu gejala dikaitkan dengan pendengaran Anda. Bukti telah menunjukkan bahwa gangguan pendengaran menandakan diabetes tipe 2. Sebuah studi oleh US National Institutes of Health (NIH) yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine, menemukan hubungan yang kuat dan konsisten antara gangguan pendengaran dan diabetes. Peneliti menganalisis hasil tes pendengaran responden yang mewakili orang dewasa usia kerja di Amerika. Hasilnya menunjukkan…
Read More
Alergi Pada Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif

Alergi Pada Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_7247" align="alignleft" width="300"] Foto: tribunnews.com[/caption] Alergi Pada Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif - Alergi pada anak ternyata cukup berbahaya. Sebab, alergi bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, dan sakit jantung. Hal ini dikemukakan Konsultan Alergi dan Imunologi Anak Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr, SpA(k), M.Kes. “Anak dengan alergi juga dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat diagnosa dan penanganan kurang optimal. Sementara dampak ekonomi yang harus dihadapi keluarga adalah meningkatnya biaya pengobatan dan biaya tidak langsung,” urai Prof. Budi. Anak dengan alergi cenderung memiliki rangkaian penyakit alergi seiring bertambahnya usia, bahkan diturunkan ke generasi berikutnya. Sehingga alergi penting untuk dideteksi dan dicegah sejak dini dengan menelusuri riwayat alergi keluarga serta pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik. ASI serta nutrisi lengkap dan seimbang…
Read More
Anak Alergi, Simak Cara Deteksinya

Anak Alergi, Simak Cara Deteksinya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_7245" align="alignleft" width="300"] Foto: shimajiro.id[/caption] Anak Alergi, Simak Cara Deteksinya - Alergi merupakan bentuk reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun sebenarnya tidak. Bisa berupa substansi yang masuk atau bersentuhan dengan tubuh (alergen). Beberapa jenis substansi yang dapat menyebabkan reaksi alergi meliputi gigitan serangga, tungau debu, bulu hewan, obat-obatan, makanan tertentu, serta serbuk sari. Saat tubuh pertama kali berpapasan dengan sebuah alergen, tubuh akan memproduksi antibodi karena menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya. Jika tubuh kembali berpapasan dengan alergen yang sama, tubuh akan meningkatkan jumlah antibodi terhadap jenis alergen tersebut. Hal inilah yang memicu pelepasan senyawa kimia dalam tubuh dan menyebabkan gejala-gejala alergi. Alergi bisa menimbulkan dampak psikologis bagi anak dan orangtua. Penelitian menyebutkan, anak alergi dapat mengalami gangguan seperti daya ingat, kesulitan bicara, konsentrasi berkurang, hiperaktif,…
Read More
Di Masa Pandemi, Perhatikan Nutrisi Anak

Di Masa Pandemi, Perhatikan Nutrisi Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_7241" align="alignleft" width="300"] Foto: ibudanbalita.com[/caption] Tidak hanya persoalan stunting, di masa pandemi Covid-19, isu nutrisi di Indonesia perlu menjadi perhatian khusus, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukan bahwa 27,67% atau dapat dikatakan tiga dari 10 anak mengalami stunting. Angka tersebut tentu masih di atas yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni minimal 20%. Hal ini cukup mengkhawatirkan, mengingat akibat wabah Covid-19, anak-anak yang menderita kurang gizi di Indonesia berpotensi meningkat. Padahal, selain berperan bagi pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak, nutrisi harian dapat memengaruhi kondisi kesehatan mereka dan menentukan masa depan bangsa Indonesia. Peneliti Madya Bidang Kepakaran Pangan dan Gizi, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dr Ainia Herminiati…
Read More
Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Artikel, Artikel Anak
Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi [caption id="attachment_7207" align="alignleft" width="300"] Foto: suara.com[/caption] Di masa pandemi Covid-19 ini perlindungan terhadap kesehatan anak dari virus dan bakteri merupakan hal yang penting. Salah satunya adalah dengan pemberian makanan bergizi yang sebaiknya dimasak sendiri oleh orangtua. “Orangtua harus tetap memberikan nutrisi yang baik dengan belanja makanan yang mudah didapat, tetapi tetap bergizi serta dimasak sendiri,” tutur Soedjatmiko Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia beberapa waktu lalu. Selain itu, selalu memberikan kasih sayang dengan mendengarkan setiap obrolan anak, memberi contoh berbicara yang baik dan sopan ke anak, dan ciptakan rasa aman dan nyaman. Orangtua juga bisa mengajarkan perlindungan yang baik kepada anak sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku. “Melindungi anak dari berbagai virus/bakteri dengan memintanya untuk memakai masker, rajin cuci tangan,…
Read More
Cermati Kematangan Pribadi Anak

Cermati Kematangan Pribadi Anak

Artikel, Artikel Anak
Cermati Kematangan Pribadi Anak [caption id="attachment_7205" align="alignleft" width="300"] Foto: happyqq.site[/caption] Seiring pertumbuhan, anak bakal berkembang terus menjadi pribadi yang matang. Hal ini bisa membuat mereka yang sebelumnya sangat penurut mulai menjadi pilih-pilih dan mandiri. Bahkan tiba-tiba ia menolak pilihan sekolah yang orangtua ajukan dan memilih sekolah lain yang diinginkan. Nah, fase apakah ini? Kapankah orang tua bisa mulai melepas anak memilih sendiri? Dan hal apa yang bisa dilakukan oleh orangtua dengan pilihan tersebut? Menurut Penny Handayani, M.Psi., Psikolog Pendidikan, pada ilmu Psikologi hal tersebut dapat dibahas dengan konsep “kemandirian”. Ini bisa nampak bila kita lihat si kecil semakin hari sudah mulai semakin bisa melakukan banyak hal tanpa bantuan orangtua, mulai dari memilih baju sampai menentukan sekolah untuknya. Aspek kemandirian Anak dapat dikatakan memiliki kemandirian yang utuh jika seluruh aspek kemandirian…
Read More
Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya

Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya

Artikel, Artikel Anak
Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya [caption id="attachment_7203" align="alignleft" width="300"] Foto: duniasmartvidoran[/caption] Orangtua punya peran besar mengajarkan agar anak menjadi pemberani. Sebab, tidak semua anak-anak terlahir menjadi pemberani. Hal ini penting dilakukan tidak hanya mendorong keberanian pada anak, melainkan akan membangun harga diri, ketahanan, dan percaya diri. Keberanian yang dimiliki oleh anak barang kali bukan hal yang bisa didapat dengan mudah. Kadang perlu upaya dari orangtua untuk membangun rasa berani pada anak ini. Menurut Karina Istifarisny, S.Psi., M.Psi., psikolog, keberanian banyak kaitannya dengan kemampuan komunikasi, sosial emosi, dan kemampuan berpikir. “Keberanian anak dalam mengemukakan pendapat bisa kita pupuk dari kecil,” ujar Karina. Lalu bagaimana cara menumbuhkan keberanian si kecil? Berikut ulasannya.  Seringlah bertanya Tanyakan pendapatnya tentang apa saja. Selain melatih keberanian menjawab, juga melatih kemampuan berpikirnya. Misal: Dek, menurut kamu baiknya…
Read More