Gangguan Pendengaran Intai Penyandang Diabetes Tipe 2

Gangguan Pendengaran Intai Penyandang Diabetes Tipe 2

Artikel
Gangguan Pendengaran Intai Penyandang Diabetes Tipe 2 [caption id="attachment_8437" align="alignleft" width="300"] Foto: topcareer.id[/caption] Penderita diabetes tipe 2 seringkali tidak merasakan gejala pada tahap awal, sehingga tidak terdeteksi. Namun, seiring waktu, ternyata hasil penelitian menyebutkan, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Hal ini disebabkan, meningkatnya kadar gula darah dapat merusak bagian tubuh secara serius, termasuk kaki dan mata. Ketika proses destruktif ini terjadi, Anda mengalami serangkaian gejala yang mengganggu. Dikutip dari Express, satu gejala dikaitkan dengan pendengaran Anda. Bukti telah menunjukkan bahwa gangguan pendengaran menandakan diabetes tipe 2. Sebuah studi oleh US National Institutes of Health (NIH) yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine, menemukan hubungan yang kuat dan konsisten antara gangguan pendengaran dan diabetes. Peneliti menganalisis hasil tes pendengaran responden yang mewakili orang dewasa usia kerja di Amerika. Hasilnya menunjukkan…
Read More
Alergi Pada Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif

Alergi Pada Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_7247" align="alignleft" width="300"] Foto: tribunnews.com[/caption] Alergi Pada Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Degeneratif - Alergi pada anak ternyata cukup berbahaya. Sebab, alergi bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, dan sakit jantung. Hal ini dikemukakan Konsultan Alergi dan Imunologi Anak Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr, SpA(k), M.Kes. “Anak dengan alergi juga dapat mengalami keterlambatan pertumbuhan apabila terlambat diagnosa dan penanganan kurang optimal. Sementara dampak ekonomi yang harus dihadapi keluarga adalah meningkatnya biaya pengobatan dan biaya tidak langsung,” urai Prof. Budi. Anak dengan alergi cenderung memiliki rangkaian penyakit alergi seiring bertambahnya usia, bahkan diturunkan ke generasi berikutnya. Sehingga alergi penting untuk dideteksi dan dicegah sejak dini dengan menelusuri riwayat alergi keluarga serta pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik. ASI serta nutrisi lengkap dan seimbang…
Read More
Anak Alergi, Simak Cara Deteksinya

Anak Alergi, Simak Cara Deteksinya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_7245" align="alignleft" width="300"] Foto: shimajiro.id[/caption] Anak Alergi, Simak Cara Deteksinya - Alergi merupakan bentuk reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun sebenarnya tidak. Bisa berupa substansi yang masuk atau bersentuhan dengan tubuh (alergen). Beberapa jenis substansi yang dapat menyebabkan reaksi alergi meliputi gigitan serangga, tungau debu, bulu hewan, obat-obatan, makanan tertentu, serta serbuk sari. Saat tubuh pertama kali berpapasan dengan sebuah alergen, tubuh akan memproduksi antibodi karena menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya. Jika tubuh kembali berpapasan dengan alergen yang sama, tubuh akan meningkatkan jumlah antibodi terhadap jenis alergen tersebut. Hal inilah yang memicu pelepasan senyawa kimia dalam tubuh dan menyebabkan gejala-gejala alergi. Alergi bisa menimbulkan dampak psikologis bagi anak dan orangtua. Penelitian menyebutkan, anak alergi dapat mengalami gangguan seperti daya ingat, kesulitan bicara, konsentrasi berkurang, hiperaktif,…
Read More
Di Masa Pandemi, Perhatikan Nutrisi Anak

Di Masa Pandemi, Perhatikan Nutrisi Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_7241" align="alignleft" width="300"] Foto: ibudanbalita.com[/caption] Tidak hanya persoalan stunting, di masa pandemi Covid-19, isu nutrisi di Indonesia perlu menjadi perhatian khusus, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukan bahwa 27,67% atau dapat dikatakan tiga dari 10 anak mengalami stunting. Angka tersebut tentu masih di atas yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni minimal 20%. Hal ini cukup mengkhawatirkan, mengingat akibat wabah Covid-19, anak-anak yang menderita kurang gizi di Indonesia berpotensi meningkat. Padahal, selain berperan bagi pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak, nutrisi harian dapat memengaruhi kondisi kesehatan mereka dan menentukan masa depan bangsa Indonesia. Peneliti Madya Bidang Kepakaran Pangan dan Gizi, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dr Ainia Herminiati…
Read More
Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Simak Kiat Jaga Kesehatan Anak di Masa Pandemi

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_7207" align="alignleft" width="300"] Foto: suara.com[/caption] Di masa pandemi Covid-19 ini perlindungan terhadap kesehatan anak dari virus dan bakteri merupakan hal yang penting. Salah satunya adalah dengan pemberian makanan bergizi yang sebaiknya dimasak sendiri oleh orangtua. “Orangtua harus tetap memberikan nutrisi yang baik dengan belanja makanan yang mudah didapat, tetapi tetap bergizi serta dimasak sendiri,” tutur Soedjatmiko Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia beberapa waktu lalu. Selain itu, selalu memberikan kasih sayang dengan mendengarkan setiap obrolan anak, memberi contoh berbicara yang baik dan sopan ke anak, dan ciptakan rasa aman dan nyaman. Orangtua juga bisa mengajarkan perlindungan yang baik kepada anak sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku. “Melindungi anak dari berbagai virus/bakteri dengan memintanya untuk memakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak dengan orang lain, dan hindari makanan…
Read More
Cermati Kematangan Pribadi Anak

Cermati Kematangan Pribadi Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_7205" align="alignleft" width="300"] Foto: happyqq.site[/caption] Seiring pertumbuhan, anak bakal berkembang terus menjadi pribadi yang matang. Hal ini bisa membuat mereka yang sebelumnya sangat penurut mulai menjadi pilih-pilih dan mandiri. Bahkan tiba-tiba ia menolak pilihan sekolah yang orangtua ajukan dan memilih sekolah lain yang diinginkan. Nah, fase apakah ini? Kapankah orang tua bisa mulai melepas anak memilih sendiri? Dan hal apa yang bisa dilakukan oleh orangtua dengan pilihan tersebut? Menurut Penny Handayani, M.Psi., Psikolog Pendidikan, pada ilmu Psikologi hal tersebut dapat dibahas dengan konsep “kemandirian”. Ini bisa nampak bila kita lihat si kecil semakin hari sudah mulai semakin bisa melakukan banyak hal tanpa bantuan orangtua, mulai dari memilih baju sampai menentukan sekolah untuknya. Aspek kemandirian Anak dapat dikatakan memiliki kemandirian yang utuh jika seluruh aspek kemandirian muncul terasah pada dirinya.…
Read More
Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya

Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_7203" align="alignleft" width="300"] Foto: duniasmartvidoran[/caption] Orangtua punya peran besar mengajarkan agar anak menjadi pemberani. Sebab, tidak semua anak-anak terlahir menjadi pemberani. Hal ini penting dilakukan tidak hanya mendorong keberanian pada anak, melainkan akan membangun harga diri, ketahanan, dan percaya diri. Keberanian yang dimiliki oleh anak barang kali bukan hal yang bisa didapat dengan mudah. Kadang perlu upaya dari orangtua untuk membangun rasa berani pada anak ini. Menurut Karina Istifarisny, S.Psi., M.Psi., psikolog, keberanian banyak kaitannya dengan kemampuan komunikasi, sosial emosi, dan kemampuan berpikir. “Keberanian anak dalam mengemukakan pendapat bisa kita pupuk dari kecil,” ujar Karina. Lalu bagaimana cara menumbuhkan keberanian si kecil? Berikut ulasannya.  Seringlah bertanya Tanyakan pendapatnya tentang apa saja. Selain melatih keberanian menjawab, juga melatih kemampuan berpikirnya. Misal: Dek, menurut kamu baiknya bunda masak sayur apa ya…
Read More
Masuk New Normal, Ini yang Perlu Diperhatikan

Masuk New Normal, Ini yang Perlu Diperhatikan

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_7198" align="alignleft" width="300"] Foto: detik.com[/caption] Pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan mulai diberlakukannya era new normal menjadi gambaran kehidupan yang akhir-akhir ini ditemui di sejumlah tempat. Menurut psikolog Intan Erlita, M.Psi mengatakan ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam menghadapi era normal baru. Pertama, Anda harus berdamai dengan kondisi yang terjadi saat ini. Ketakutan yang berlebihan mulai dihilangkan. Adanya masa normal baru diharapkan masyarakat bisa bangkit dan beradaptasi dengan cara-cara serta aturan baru. Kedua, kita harus tahu dan mengikuti protokol kesehatan. Misalnya boleh keluar rumah tapi harus pakai masker, hand sanitizer, jaga jarak dan jangan ngeyel karena kita harus bertarung sama yang tak kasat mata. Tetap terhubung dengan orang-orang terdekat menurut Intan sangat penting. Namun pada masa normal baru ini, pertemuan tetap dilakukan secara daring bukan bertemu…
Read More
Di Masa Pandemi Lansia Harus Tetap Bugar

Di Masa Pandemi Lansia Harus Tetap Bugar

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7201" align="alignleft" width="300"] Foto: beritalive[/caption] Ditengah pandemi Covid-19, kebugaran para lanjut usia tetap harus diperhatikan. Meski disarankan tetap berolahraga, namun perlu diperhatikan kondisi lansia itu, termasuk gangguan psiklogisnya. Hal ini dikatakan dokter spesialis rehabilitasi medik di poliklinik rehabilitasi medik RSUI, Tresia Fransiska U. Tambunan. “Lansia seringkali mengalami masalah, seperti gangguan mobilisasi, gangguan pernapasan, gangguan mental atau psikologis, serta gangguan saat beraktivitas sehari-hari,” kata Tresia. Menurutnya, olahraga lansia harus mengedepankan prinsip aman. Lalu selama pandemi Covid-19 bisa dilakukan di rumah. Lansia juga perlu dijaga konsumsi makanan bergizi seimbangnya, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar bisa tetap hidup sehat dan mandiri. Diingatkan pula seiring bertambahnya usia, seringkali muncul berbagai macam masalah kesehatan pada lansia, salah satunya gangguan memori. Gangguan memori ini bisa dicegah dengan menjaga memori tetap aktif, salah satunya…
Read More
Ini Cara Sederhana Redakan Sakit Tenggorokan

Ini Cara Sederhana Redakan Sakit Tenggorokan

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_7185" align="alignleft" width="300"] Foto: liputan6.com[/caption] Tingkat kunjungan penderita sakit tenggorokan cukup tinggi. Namun, hanya sekitar satu dari 10 kasus sakit tenggorokan disebabkan infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan yang perlu diobati dengan antibiotik. Sisanya, kasus sakit tenggorokan sebetulnya disebabkan virus seperti flu atau selesma. Tidak ada obat untuk mengatasinya. Berikut lima solusi sederhana yang dapat digunakan membantu meredakan sakit tenggorokan sambil menunggu gejala sembuh: Berkumur dengan air garam Berkumur dengan air garam adalah salah satu cara efektif menenangkan sakit tenggorokan yang menyakitkan. The Mayo Clinic merekomendasikan mencampur setengah sendok teh garam dengan satu cangkir air hangat dan berkumur di bagian belakang tenggorokan. Bagi anak-anak, berikan perawatan itu saat mereka mencapai usia enam tahun. Hal itu penting untuk memastikan mereka dapat mengeluarkan larutan dan tidak menelannya secara tidak sengaja. Tidak ada…
Read More