Jangan Langsung Panik Bila Anak Demam!

Jangan Langsung Panik Bila Anak Demam!

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6669" align="alignleft" width="300"] Foto: mommyasia.com[/caption] Ketika seorang anak berada dalam kondisi demam, orangtua bakal panik dan mencari segala cara. Kadang orangtua bakal memberi obat terlebih dahulu, sedangkan beberapa orangtua langsung membawa anak ke dokter. Lantas, kapan sebenarnya orangtua harus membawa anak ke dokter ketika demam? Pada anak-anak, demam terjadi ketika suhu tubuh berada di atas 38 derajat Celsius. Sedangkan pada bayi, kategori demam ketika suhunya di atas 37,5 derajat Celsius. Cara paling tepat untuk mengukur suhu tubuh adalah dengan menggunakan termometer. “Demam harus dipastikan dengan memeriksa suhu tubuh menggunakan termometer. Karena seringkali kita menemukan perbedaan suhu pada kepala dan kaki. Jadi untuk memastikan, harus diperiksa melalui termometer,” kata dokter spesialis anak konsultan Nina Dwi Putri live Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Anak yang memiliki penyakit bawaan seperti kelainan…
Read More
Anak Sembelit? Kenali Masalahnya

Anak Sembelit? Kenali Masalahnya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6666" align="alignleft" width="300"] Foto: otcdigest.id[/caption] Kondisi sembelit atau sulit buang air besar merupakan hal yang biasa terjadi dan tak kenal usia. Pada anak-anak, masalah ini bisa sangat mengganggu dan membuat orangtua cemas. Buang Air Besar (BAB) merupakan fase akhir dari proses pencernaan. Ketika sisa-sisa makanan yang sudah termetabolisme oleh tubuh mengalami berbagai proses, ampasnya akan dikeluarkan dalam bentuk feses. “Kesulitan untuk mengeluarkan feses inilah yang kita sebut sebagai sembelit,” ucap Dr. Ade Djanwardi Pasaribu, ahli gastrohepatologi anak. Pada anak-anak, kondisi ini begitu menganggu. Perut bisa terasa sakit dan anak mengalami kesulitan untuk mengeluarkan fesesnya yang sudah menumpuk dan keras. “Ketika feses mengeras dan anak mengalami kesulitan BAB, perut akan terasa sakit. Itu bisa saja mengurangi keinginan anak untuk BAB,” tambah Dr. Ade. Umumnya, bayi yang baru lahir biasanya akan…
Read More
Waspadai, Bullying Pada Anak Akibatkan Trauma Panjang

Waspadai, Bullying Pada Anak Akibatkan Trauma Panjang

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6650" align="alignleft" width="300"] Foto: dream.co.id[/caption] Bullying atau perundungan di media sosial merupakan salah satu masalah yang muncul seiring kemajuan teknologi. Hal ini bisa menimbulkan dampak yang panjang pada korbannya bahkan berujung trauma. “Kalau dulu bully dilakukan secara langsung, bisa dari verbal maupun fisik. Tetapi sekarang, kita tidak perlu berada di ruangan yang sama, orang bisa mem-bully dan melukai perasaan seseorang,” ucap pendiri Sudah Dong, komunitas gerakan anti-bullying Katyana Wardhana. Kemudahan yang ditawarkan oleh media sosial membuat seseorang terkadang lupa bahwa cyber bullying merupakan sesuatu yang sangat berbahaya dan memiliki efek jangka panjang. “Media sosial bisa digunakan tanpa nama asli, itu membuatnya menjadi lebih mudah melakukan cyber bullying. Ini juga bisa berdampak jangka panjang, karena cyber bullying memang tidak menyerang fisik seseorang, tetapi menyerang hati (perasaan),” tambah Katyana. Sementara itu,…
Read More
Kiat Mengatasi Malnutrisi Pada Anak gizi?

Kiat Mengatasi Malnutrisi Pada Anak gizi?

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6647" align="alignleft" width="300"] Foto: republika.co.id[/caption] Dua masalah kesehatan utama yang mempengaruhi anak-anak secara global adalah obesitas dan kurang gizi. Obesitas pada anak disebabkan karena pilihan gaya hidup modern seperti konsumsi makanan kemasan, kurang aktivitas fisik dan lebih banyak waktu menonton. Sedangkan, istilah malnutrisi sering digunakan untuk merujuk pada individu atau anak-anak yang kekurangan berat badan, lemah, atau pertumbuhannya terhambat. Lantas kapan seorang anak disebut kurang gizi? Dilansir dari Times Now News, seorang anak disebut kekurangan gizi ketika ada kekurangan nutrisi yang cukup di tubuhnya. Malnutrisi dapat disebabkan karena tidak makan cukup sebagai akibat dari tidak tersedianya makanan, tidak makan yang benar, hal-hal yang bergizi, dan atau ketika tubuh tidak mampu menyerap makanan yang dikonsumsi oleh orang tersebut. Namun, menurut definisi gizi buruk diberikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), kekurangan…
Read More
Anak Suka Bermedsos, Bisa Alami Permasalahan Mental

Anak Suka Bermedsos, Bisa Alami Permasalahan Mental

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6630" align="alignleft" width="300"] Foto: ndobuzz.com[/caption] Media sosial telah lama diketahui bisa menyebabkan masalah bagi seseorang. Beragam dampak mulai gangguan psikologi hingga masalah fisik bisa terjadi ketika kamu terlalu banyak bermain media sosial. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa ternyata terdapat bahaya lebih banyak dari penggunaan media sosial ini dibanding yang selama ini diketahui. Dilansir dari Medical Daily, peneliti menyebut bahwa keberadaan remaja secara daring (online) bisa membuat mereka terpapar sejumlah faktor yang bisa secara signifikan mempengaruhi kesehatan mental mereka. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada jurnal The Lancet Child & Adolescent Health. Diketahui bahwa media sosial menyakiti pola tidur seseorang, aktivitas fisik, serta meningkatkan paparan mereka terhadap bullying. Masalah yang muncul pada pengguna media sosial ini ketika dilakukan cukup sering bisa menyebabkan masalah mental. Bullying yang diamali oleh anak dan remaja…
Read More
Bikin Anak Lebih Bertanggungjawab, Simak Saran Psikolog

Bikin Anak Lebih Bertanggungjawab, Simak Saran Psikolog

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6627" align="alignleft" width="300"] Foto: sekolahdasar.net[/caption] Banyak orangtua yang tak menginginkan anaknya mengalami kesulitan seperti yang mereka alami pada masa lalu. Salah satu mantra yang biasa didengungkan orangtua adalah bahwa yang terpenting anak harus sekolah, biar orangtua yang bekerja keras. Namun rupanya cara ini tidak baik untuk diterapkan. Psikolog anak dan remaja Oktina Burlianti mengatakan, orangtua selalu bilang, ‘Dulu itu bapak susah. Bapak harus kerja keras, harus begini. Pokoknya tugas kamu sekarang hanya belajar dan harus lebih sukses dari bapak’, pemikiran ini salah. Banyak orangtua yang berpikir bahwa dengan memenuhi kebutuhan sekolah, anak dapat menjadi lebih sukses darinya dan akhirnya membiarkan anak terlena dengan kehidupan bebas masalah. “Kenapa bapaknya bisa sukses karena dulu hidupnya kerja keras, dulu hidupnya susah, makanya dia bisa sukses. Anak juga harus ditempa juga oleh kehidupan,…
Read More
Sering Terkena Diare, Jiwa Anak Terancam

Sering Terkena Diare, Jiwa Anak Terancam

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6612" align="alignleft" width="300"] Foto: parenting-dream.com[/caption] Pada anak-anak, ketika mereka mengalami diare, hal ini mungkin bisa menyebabkan masalah serius. Hal ini bisa membuat anak kehilangan cairan sehingga bisa berdampak dehidrasi. Kasus terburuk, hal ini bisa menyebabkan kematian pada mereka. “Kehilangan cairan pada anak lebih bermakna daripada orang dewasa. Karena dalam tubuh anak terdapat lebih banyak cairan, kehilangan beberapa persen saja bisa menyebabkan dehidrasi dan mengancam keadaan jiwanya,” ucap dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi, Ade Djanwardi Pasaribu. Seseorang terkena diare jika frekuensi buang air besar (BAB) melebihi batas normal dirinya sehari-hari. “Jika seseorang biasa BAB sebanyak 5 kali sehari, dan keesokan harinya tetap 5 kali itu tandanya normal. Tetapi, kalau biasanya 5 kali lalu menjadi 10 kali itu enggak normal,” ucap Ade. Penyebab diare bisa karena virus. Ditandai dengan diare…
Read More
Bersikaplah Tepat Terhadap ABK

Bersikaplah Tepat Terhadap ABK

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6606" align="alignleft" width="300"] Foto: prelo.co.id[/caption] Kurangnya informasi yang memadai bisa membuat banyak orang bersikap kurang tepat terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Salah satu hal yang biasa dilakukan adalah seseorang secara tidak sadar memperhatikan ABK dalam waktu yang lama. Ada juga yang memberikan tatapan sinis, atau bahkan mengeluarkan kalimat negatif. Bahkan tak jarang, anak berkebutuhan khusus menjadi korban perundungan (bullying) fisik ataupun mental. Padahal, bullying secara langsung dan tidak langsung akan memberikan efek pada korbannya. Menurut pendiri Yayasan Masyarakat Peduli Autisme Indonesia (MPATI) sekaligus orangtua ABK, Gayatri Pamoedji, efek bullying pada ABK tergantung pada cara diperlakukan di rumah. “Jika dia diperlakukan dengan sangat baik, ia akan merasa aman. Saya selalu bilang pada anak saya, apa pun yang terjadi di luar, kamu aman di rumah. Dan itu membuat dia menjadi pribadi…
Read More
Anak Diare Segera Atasi Dengan Tindakan Ini

Anak Diare Segera Atasi Dengan Tindakan Ini

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6584" align="alignleft" width="300"] Foto: fimela.com[/caption] Diare merupakan salah satu penyakit yang biasa menyerang siapa pun termasuk anak-anak. Pada anak-anak, masalah kesehatan ini bisa lebih berisiko karena bisa berujung pada kematian. Menurut dokter spesialis anak dan konsultan gastrohepatologi Ade Djanwardi Pasaribu, diare bisa mematikan karena menyebabkan dehidrasi. Artinya, tubuh anak kekurangan cairan. Dan kehilangan beberapa persen saja bisa mengancam keadaan jiwanya. Ketika diare, penanganan dengan cepat dan tepat sangat dibutuhkan. Berikut lima penanganan pertama yang dapat Anda lakukan jika buah hati terkena diare. Anak yang terkena diare harus tetap diberikan asupan yang cukup. Orangtua harus menjaga kebutuhan gizi anak agar tetap terpenuhi. Tetapi, bukan berarti terus-menerus memberikan air putih. “Cairan memang hilang, tapi bisa digantikan dengan teh manis atau kuah sup. Bisa juga diberikan apel atau pisang,” jelas Ade. Jika…
Read More
Simak Penyebab Gangguan Pencernaan Pada Anak

Simak Penyebab Gangguan Pencernaan Pada Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6581" align="alignleft" width="300"] Foto: nutrisains.com[/caption] Pada anak-anak, terdapat sejumlah gangguan pencernaan yang sering terjadi dan cukup mengkhawatirkan. Dokter spesialis anak konsultan Ariani Dewi Widodo menyampaikan, gangguan pencernaan berupa diare, konstipasi (sembelit) yang mana sulit buang air besar (BAB) termasuk paling sering terjadi. “Biasanya anak itu diare dan sembelit. Yang sering juga dialami anak yakni muntah, sakit perut, dan rasa tidak selesai BAB (BAB tidak tuntas). Pola BAB tidak teratur seperti kadang konstipasi, kadang diare dan kondisi ini berubah-ubah. Nah, itu semua keluhan yang seringkali membuat orangtua datang ke dokter pencernaan,” jelas Ariani. Penyebab gangguan pencernaan pada anak terkait sistem yang mengatur saluran cerna dan otak. Jika saraf antara saluran cerna dan otak terganggu, maka anak akan merasakan sensasi nyeri dan kembung. “Faktor lain, bagaimana motilitas atau gerakan saluran cernanya.…
Read More