Alergi Pada Anak Usia Dini, Ini Penyebabnya

Alergi Pada Anak Usia Dini, Ini Penyebabnya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6024" align="alignleft" width="300"] Foto: serbaweb.com[/caption] Alergi yang dimiliki oleh seseorang baik berupa makanan atau hal lain merupakan sesuatu yang tidak nyaman. Masalah alergi ini biasanya bisa diturunkan ke anak ketika orangtua memiliki alergi yang sama. “Apabila kedua orangtua punya alergi, anaknya punya risiko 40-60 persen terkena alergi. Meningkat 80 persen jika orangtuanya punya alergi sama,” ungkap Budi Setiabudiawan, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak di Rumah Maroko, Jakarta Pusat. Sayangnya, alergi tidak bisa disembuhkan. “Hanya bisa dikontrol dengan mengenali gejala alergi sejak dini,” katanya. Dengan mengenali sejak dini, alergi tidak akan terlalu parah dan menghindari risiko penyakit lanjutan seperti jantung, hipertensi dan ginjal. “Kenali gejala alergi di tiga tempat, kulit, saluran cerna dan pernapasan. Seperti anak sering gumoh, mual, dermatitis eksim dan batuk pilek,” ujarnya. Setelah mendapat gejala alergi, orangtua bisa…
Read More
Jaman Sekarang Anak Gemuk Tidak Lucu Lagi

Jaman Sekarang Anak Gemuk Tidak Lucu Lagi

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6021" align="alignleft" width="300"] Foto: ekafarm.com[/caption] Anak kecil atau bayi yang gemuk cenderung dianggap lucu dan menggemaskan bagi banyak orang. Namun di balik lucunya bayi yang memiliki tubuh gemuk, terdapat bahaya yang mengancam kesehatannya. Menurut Aman B. Pulungan, dokter spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, anak yang gemuk sebenarnya tidak lucu. Bisa jadi, ada risiko terkena kelebihan berat badan pada dirinya. Aman mengatakan bahwa anak saat ini lebih rentan terkena obesitas salah satu faktornya karena gaya hidup yang tidak aktif. Berbeda dengan beberapa dekade lalu, tren permainan saat ini bergeser sehingga tidak lagi membutuhkan banyak aktivitas fisik. “Tahun 80-an, anak masih main Lego dan lain-lain, sekarang mainnya gim. Jadi lebih banyak menghabiskan waktu duduk,” kata Aman di Jakarta, beberapa waktu lalu. Maka dari itu, orangtua diminta untuk mencegah masalah…
Read More
Jangan Sampai Lupa Memberikan Protein Bagi Anak

Jangan Sampai Lupa Memberikan Protein Bagi Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5999" align="alignleft" width="300"] Foto: pinkkorset.com[/caption] Di usia masih dini, anak membutuhkan berbagai macam gizi yang lengkap mulai dari karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Salah satu hal lain yang tak boleh dilupakan adalah juga kebutuhan protein pada anak. Menurut Juwalita Surapsari spesialis gizi dan klinis dari Rumah Sakit Pondok Indah, bayi dan anak-anak yang berada dalam tahap tumbuh dan berkembang, membutuhkan protein lebih banyak per kilogram berat badannya dibandingkan dengan orang dewasa. Asupan protein sehari-hari sendiri bergantung sama berat dan tinggi badan, usia, dan jenis kelamin. Anak membutuhkan protein sekitar 10 persen dari total kebutuhan energi harian atau kurang lebih 10 sampai 20 gram setiap hari. Untuk fungsinya, protein dibutuhkan sebagai zat pembangun. “Protein bisa menyusun otot, membuat hormon, membuat enzim pencernaan,” kata Juwalita. Dia melanjutkan bahwa kekurangan protein dapat…
Read More
Bayi Kena Demam Berdarah? Kenali Gejalanya

Bayi Kena Demam Berdarah? Kenali Gejalanya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5996" align="alignleft" width="300"] Foto: go-dok.com[/caption] Terdapat sebuah cara untuk mengetahui apakah bayi mengalami demam berdarah dengue (DBD) atau tidak. Mengenali hal ini sebenarnya bisa cukup pelik terutama karena bayi belum bisa berbicara dan mengeluh sakit. Gejala DBD selain demam yang tidak turun dan buah hati terlihat dehidrasi, orang tua juga perlu tahu gejala lain yang bisa dialami bayi. Gejala yang muncul pada tubuh bayi bisa jadi alarm buat orangtua kemungkinan bayi kena DBD. “Bayi itu (gejala khas DBD) paling muntah dan tidur terus. Kemudian ada bintik-bintik merah yang muncul pada tangan dan kakinya,” kata dokter spesialis anak konsultan Mulya Rahma Karyanti di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. Muncul bintik-bintik merah atau ruam merah pada kulit. Bintik merah ini diikuti dengan gejala lain, seperti kejadian syok (fase kritis) yang dipercepat oleh…
Read More
Hal Penting Agar Anak Tidak Mudah Sakit

Hal Penting Agar Anak Tidak Mudah Sakit

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5973" align="alignleft" width="300"] Foto: popmama.com[/caption] Kekurangan berat badan dialami oleh sekitar 2 dari 10 anak Indonesia. Kurangnya berat badan ini membuat mereka menjadi kekurangan sel darah merah dan lebih rentan sakit. Menurut ahli gizi Saptawati Bardosono, sel darah merah dibutuhkan untuk membawa oksigen mengalirkan zat yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Kekurangan sel darah merah juga akan menyebabkan anak menjadi pendek. “Terbukti bahwa 4 dari 10 anak itu sering mengalami infeksi saluran napas, batuk pilek panas secara berulang. Selain itu ada sekitar 1 dari 10 anak mengalami diare yang menghambat penyerapan makanan,” ujarnya. Ancaman terkena berbagai infeksi bisa terjadi ketika anak berada di luar rumah. Anak-anak yang bermain di luar rumah, katanya, 2-3 kali akan lebih tinggi terserang infeksi. Infeksi yang berulang akan mengakibatkan tubuh membutuhkan lebih banyak…
Read More
Simak 3 Kebutuhan Anak Agar Tumbuh Sehat dan Cerdas

Simak 3 Kebutuhan Anak Agar Tumbuh Sehat dan Cerdas

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5970" align="alignleft" width="300"] Foto: lombokita.com[/caption] Hal terbaik pada anak pasti menjadi sesuatu yang terus diperjuangkan oleh para orangtua. Menurut Dokter Tumbuh Kembang Anak, Soedjatmiko, terdapat tiga kebutuhan anak agar bisa lebih unggul dan sukses, yaitu nutrisi, imunisasi, dan interaksi dengan orangtua. “Yang pertama kali dilakukan adalah mencukupi nutrisi dan imunisasi lengkap supaya tidak mudah sakit. Dan anak juga harus mendapat perlindungan fisik. Kalau nakal, jangan dicubit atau dipukul, cukup diingatkan,” kata dr. Soedjatmiko. Terpenuhinya nutrisi bisa terlihat di masa remaja. Tinggi badan, berat badan dan lingkar kepalanya akan tumbuh dengan baik. “Kalau pendek di akhir masa remaja diakibatkan gizi kurang, berarti stunting. Diasumsikan anak memiliki kecerdasan rendah dan sulit dapat pekerjaan,” jelasnya. Tidak sulit memenuhi gizi anak. Cukup dengan memberi asupan makanan yang mengandung serat, kalsium, protein, vitamin B,…
Read More
Jangan Biarkan Anak Konsumsi Gula Berlebihan

Jangan Biarkan Anak Konsumsi Gula Berlebihan

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5943" align="alignleft" width="300"] Foto: dinimon.com[/caption] Membiasakan anak mengonsumsi makanan dan minuman manis ternyata membuat otak mereka terlanjur merekam kebiasaan tersebut. Hal itu dapat membuat mereka menjadi ketagihan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis. “Energi dari minuman manis itu cepat masuk ke dalam darah sehingga menyebabkan anak menjadi hiperaktif, setelah itu anak akan lemas dan butuh asupan energi lagi. Akibatnya anak akan terus-terusan minum yang manis,” kata pakar nutrisi Saptawati Bardasono di Jakarta. Dalam mengontrol asupan gula pada anak, Saptawati menganjurkan untuk mematuhi aturan piramida makanan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI. “Kemenkes sudah mengatur dalam piramida makanan yang banyak gula, garam, dan minyak itu di atas (artinya amat sedikit), kalau aturan itu dipatuhi nantinya anak ini akan menabung untuk sehat. Namun, kalau piramida dibalik, kalau memberikan banyak gula dan…
Read More
Kontrol Kadar Gula Anak Dengan Cara Ini

Kontrol Kadar Gula Anak Dengan Cara Ini

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5940" align="alignleft" width="300"] Foto: hubsehat.com[/caption] Penyakit DM memang tidak dapat disembuhkan, tapi penyakit ini dapat dikontrol dan dicegah. Pengontrolan dan pencegahan yang dapat dilakukan oleh orangtua, salah satunya adalah dengan kontrol metabolik pada anak-anak. Kontrol metabolik dapat dilakukan dengan mengupayakan kadar gula dalam batas normal atau mendekati nilai normal tanpa menyebabkan anak menjadi kekurangan glukosa dalam darah. Pengelolaan dilakukan dengan pemberian tata laksana yang sesuai baik insulin atau obat-obatan, pengaturan makan, olahraga, edukasi, pemantauan gula darah secara mandiri, dan menerapkan gaya hidup sehat pada anak-anak. “Upaya pencegahan itu perlu disosialisasikan tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga perlu dilakukan oleh semua sektor termasuk masyarakat,” ujar Cut Putri Ariane. Berikut beberapa gaya hidup sehat yang dapat diterapkan kepada anak-anak dari Kementerian Kesehatan: Pertahankan berat badan ideal Orangtua dapat mengontrol berat badan…
Read More
Kenali Gejala Diabetes Pada Anak

Kenali Gejala Diabetes Pada Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5926" align="alignleft" width="300"] Foto: terkini.id[/caption] Jika dulu, orang tahunya penyakit diabetes mellitus (DM) menyerang orang dewasa, kini anak-anak pun bisa terkena. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam 10 tahun terakhir terdapat kenaikan hingga 700 persen DM yang terjadi pada anak-anak usia 0-18 tahun. DM atau penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang timbul karena peningkatan kadar gula darah di atas normal yang berlangsung secara kronis. Hal tersebut disebabkan adanya gangguan pada hormon insulin yang berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak, atau sel-sel lain dalam tubuh. Penyakit DM sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. Sejak September 2009 hingga September 2018 terdapat 1.213 kasus DM tipe 1. Kasus tersebut paling banyak ditemukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera…
Read More
Mengenal Separation Anxiety Pada Anak

Mengenal Separation Anxiety Pada Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5924" align="alignleft" width="300"] Dok: parents.com[/caption] Kecemasan akan perpisahan atau dikenal dengan separation anxiety juga bisa dialami anak-anak. Dilansir dari Medical Daily, kecemasan ini umumnya dialami oleh bayi dan balita ketika orangtua mereka tidak berada di dekatnya. Pada usia ini hal itu disebut sebagai hal yang lumrah. “Antara usia enam bulan hingga tiga tahun, beberapa rasa tak nyaman ketika kamu terpisah dari orang yang dicintai merupakan sesuatu yang alami. Hal ini juga menunjukkan emosi yang bagus dan keterkaitan sosial dari anak terhadap orang yang mengasuh mereka serta figur orang dewasa,” jelas Judy Ho, psikologis klinis dan forensik dari California. Pada beberapa anak, kecemasan ini tidak tampak berkurang bahkan ketika mereka semakin dewasa. Perpisahan pada periode singkat ini tak dapat dicegah dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari serta kadar emosi menandai bahwa anak…
Read More