Berikan Anak Gizi Seimbang, Ini Rumusnya

Berikan Anak Gizi Seimbang, Ini Rumusnya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5821" align="alignleft" width="300"] Foto: edupost.id[/caption] Dalam masa pertumbuhan, setiap anak berhak untuk mendapatkan asupan gizi seimbang. Terutama pada 1000 hari pertama sejak kelahirannya. Menurut Endang Achadi, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu, “1.000 hari pertama kehidupan, merupakan momen sangat penting untuk mengatur gizi si kecil agar tetap seimbang. Begitu juga dengan sang ibu. Hal ini bisa menjamin kualitas hidup anak hingga dewasa”. Gizi yang seimbang bisa diperoleh dengan mengonsumsi menu makan bayi  penuh gizi dan sesuai porsi. Endang pun memberikan rumus agar menu makanan untuk anak terjamin aspek gizinya. “Secara umum, setengah piring makan terdiri dari makanan pokok yang sedikit lebih banyak dari lauk pauk. Separuhnya lagi, sayur yang banyak dan buah. Dan protein hewani agar asupan asam amino esensialnya terpenuhi,” jelas Endang. Tidak…
Read More
Ini Manfaat Si Kecil Bertelanjang Kaki

Ini Manfaat Si Kecil Bertelanjang Kaki

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5819" align="alignleft" width="300"] Foto: dewiifani.com[/caption] Kebanyakan dari orangtua tidak akan membolehkan anaknya yang masih kecil untuk berjalan keluar rumah tanpa menggunakan alas kaki. Alasannya, takut kotor dan banyak kuman. Namun ternyata membiarkan si kecil bertelanjang kaki memberikan beberapa manfaat yang baik untuk tumbuh kembangnya. Berikut beberapa manfaat bertelanjang kaki untuk kesehatan bayi, seperti dilansir dari laman Boldsky.   Meningkatkan keterampilan motorik dasar Dengan membiasakan si kecil untuk berjalan di lingkungan terbuka, seperti di taman dan di lapangan dapat meningkatkan kemampuan motoriknya lebih baik. Ini karena kaki yang dibiasakan bebas di alam terbuka dapat membantu anak merasakan perbedaan tekstur sehingga membantu merangsang kemampuan motorik agar berkembang secara optimal. Membantu perkembangan otot dan ligamen anak Membiarkan anak berjalan dengan bertelanjang kaki ternyata dapat membantu perkembangan otot kaki dan ligamen si kecil…
Read More
Ternyata Memupuri Anak Dengan Bedak Bayi Ada Bahayanya

Ternyata Memupuri Anak Dengan Bedak Bayi Ada Bahayanya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5789" align="alignleft" width="300"] Foto: alodokter.com[/caption] Bedak bayi atau biasa juga disebut sebagai bedak talkum merupakan salah satu hal yang paling akrab dengan kehidupan sehari-hari terutama pada bayi. Banyak orang tua selalu memupuri buah hati mereka dengan bedak agar terlihat segar. Namun lambat laun, pada masa kini penggunaan bedak talkum ini sudah mulai dihindari oleh orang tua. Berbagai masalah yang disebut dapat muncul darinya menjadi alasan bedak ini jadi mulai jarang digunakan. Bedak talkum sendiri terbuat dari beberapa bahan kimia seperti magnesium, oksigen, dan silikon. Sehingga tidaklah heran jika bedak ini ternyata menyimpan beberapa bahaya kesehatan di baliknya. Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah bahaya yang ada di balik pemakaian bedak talkum: Masalah pernapasan Masalah pernapasan menjadi salah satu risiko umum dari penggunaan bedak talkum. Sebab bedak talkum mengandung partikel halus…
Read More
Mengenal Separation Anxiety Pada Anak-anak

Mengenal Separation Anxiety Pada Anak-anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5788" align="alignleft" width="300"] Foto: womantalk.com[/caption] Kecemasan akan perpisahan atau istilah kerennya separation anxiety kerap dialami oleh bayi dan balita ketika orangtua mereka tidak berada di dekatnya. Pada usia ini hal itu disebut sebagai hal yang lumrah. Judy Ho, psikologis klinis dan forensik dari California, seperti dilansir dari Medical Daily, “Antara usia enam bulan hingga tiga tahun, beberapa rasa tak nyaman ketika kamu terpisah dari orang yang dicintai merupakan sesuatu yang alami. Hal ini juga menunjukkan emosi yang bagus dan keterkaitan sosial dari anak terhadap orang yang mengasuh mereka serta figur orang dewasa”. Pada beberapa anak, kecemasan ini tidak tampak berkurang bahkan ketika mereka semakin dewasa. Perpisahan pada periode singkat ini tak dapat dicegah dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari serta kadar emosi menandai bahwa anak itu menderita kecemasan akan perpisahan. Seringnya,…
Read More
Cegah Anak Terkena Anemia Dengan Gizi Seimbang

Cegah Anak Terkena Anemia Dengan Gizi Seimbang

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5778" align="alignleft" width="275"] Foto: hellosehat.com[/caption] Permasalahan anemia yang diderita oleh para remaja ini disebabkan oleh asupan gizi yang kurang baik. Kebanyakan dari mereka kekurangan zat gizi mikro seperti mineral dan vitamin. Hal ini dikatakan Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor Rimbawan. Akibatnya mereka jadi mudah lelah, menurunkan konsentrasi belajar sehingga prestasi belajar menjadi rendah dan dapat menurunkan produktivitas, selain itu anemia juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terkena infeksi. Saat memasuki usia sekolah, anak-anak perlu diberi asupan nutrisi lebih. Karena di usia itu mereka sedang aktif melakukan kegiatan sekolah dan juga sedang masuk masa pertumbuhan. “Anemia yang terjadi pada remaja putri juga meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada fungsi fisik dan mental, serta dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada saat kehamilan,” ujarnya. Selain di rumah, perbaikan gizi…
Read More
Waspadai Ponsel Pintar Berefek Buruk untuk Balita

Waspadai Ponsel Pintar Berefek Buruk untuk Balita

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5776" align="alignleft" width="300"] Foto: jurnalweb.com[/caption] Menghabiskan banyak waktu memainkan smartphone atau ponsel pintar telah terungkap bisa berikan efek buruk. Bahkan efek tidak baik ini bisa berdampak pada usia dini menurut studi baru. Setelah hanya satu jam untuk main di depan layar, anak-anak dan remaja mungkin mendapatkan efek yang tidak baik. Sebuah penelitian AS yang diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine Reports menyatakan, efek itu akan menimbulkan lebih sedikit rasa ingin tahu, mengatur diri yang lebih rendah, dan stabilitas emosi yang lebih rendah, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kecemasan dan depresi. Para peneliti menemukan, mereka yang berusia 14 hingga 17 tahun lebih berisiko terhadap efek buruk semacam itu. Namun, mereka pun melihat korelasi pada anak-anak dan balita yang lebih kecil yang otaknya masih berkembang juga. Penelitian ini mencakup data tentang lebih dari 40 ribu…
Read More
Ini 6 Jenis Kanker Anak yang Paling Sering Mengintai

Ini 6 Jenis Kanker Anak yang Paling Sering Mengintai

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5755" align="alignleft" width="300"] Foto: independensi.com[/caption] Kanker atau tumor ganas adalah pertumbuhan sel atau jaringan yang tidak terkendali, lalu bertumbuh dan bertambah, serta immortal atau tidak dapat mati. Sel kanker dapat menyusup ke jaringan sekitar dan dapat membentuk anak sebar. Di antara sekian banyak jenis kanker, ada kanker yang kerap menyerang anak-anak. Kanker anak adalah kanker yang menyerang anak berusia di bawah 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Menurut Dokter Mururul Aisyi Sp.A(K) pakar kanker anak dari RS Kanker Dharmais, terdapat enam jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Kanker tersebut adalah leukemia, retinoblastoma, osteosarkoma, neuroblastoma, limfoma maligna, dan karsinoma nasofaring. Leukemia merupakan kanker tertinggi pada anak (2,8 per 100 ribu), dilanjutkan oleh retinoblastoma (2,4 per 100 ribu), osteosarkoma (0,97 per 100 ribu), limfoma maligna (0,75 per 100 ribu),…
Read More
Ayo, Cegah Kanker Anak dengan Cerdik

Ayo, Cegah Kanker Anak dengan Cerdik

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5753" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Angka kejadian kanker anak (0 sampai 17 tahun) tahun 2005 – 2007, menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDI) sebesar 9 per 100 ribu anak. Artinya di antara 100 ribu anak terdapat 9 anak yang menderita kanker. Pada anak usia 0 sampai 5 tahun angka kejadiannya lebih tinggi yaitu 18 per 100 ribu anak, sedangkan pada usia 5 sampai 14 tahun 10 per 100 ribu anak. Jumlah kanker anak sekitar 3 persen sampai 5 persen dari keseluruhan penyakit kanker, namun menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada anak di rentang usia 5 sampai 14 tahun. Setiap tahun lebih dari 175 ribu anak di dunia didiagnosis kanker, dan diestimasi 90 ribu di antaranya meninggal dunia. Angka kematian akibat kanker anak mencapai 50 sampai 60 persen karena…
Read More
Lakukan Diet Rendah Lemak Bagi Anak Penderita Kanker

Lakukan Diet Rendah Lemak Bagi Anak Penderita Kanker

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5725" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) menyatakan, diet rendah lemak membantu menambah harapan hidup bagi anak penderita kanker. Diet tersebut membantu anak dengan leukemia limfoblastik akut. Kanker itu adalah yang paling umum diderita oleh anak-anak. Percobaan dilakukan dengan menggunakan tikus putih obesitas yang menderita leukemia. Sebelum memperoleh kemoterapi, tikus diberi perlakuan diet rendah lemak. Hasilnya, tikus yang menjalani diet punya harapan hidup lebih baik. Tikus yang diet rendah lemak punya harapan hidup lima kali lebih banyak daripada tikus dengan diet tinggi lemak. Hasil riset ini sudah dipublikasikan di jurnal Cancer & Metabolism. “Hal yang paling mengejutkan untukku adalah fakta yang menunjukkan bahwa diet bisa membantu membunuh sel-sel leukemia pada anak dengan leukemia limfoblastik,” kata Steven Mittelman dari…
Read More
Ayo, Latih ‘Si Kecil” Rajin Cuci Tangan Sehabis Dari Toilet

Ayo, Latih ‘Si Kecil” Rajin Cuci Tangan Sehabis Dari Toilet

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5722" align="alignleft" width="300"] Foto: solusisehatku.com[/caption] Melatih kebiasaan yang satu ini tentu memerlukan waktu dan pembiasaan yang konsisten.  Kewajiban mencuci tangan setelah menggunakan toilet perlu ditanamkan kepada anak sejak dini, setidaknya sejak mereka mulai belajar menggunakan toilet sendiri. Menurut David Geller, dokter anak dan juga pengajar di Harvard Medical School, hal pertama yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan alasan yang bagus terkait kebutuhan mencuci tangan bagi si anak. “Biarkan mereka pelan-pelan memahami, bahwa jika -misalnya, dia menyentuh kuman di toilet dan lalu tangan itu masuk ke mulut, dia bisa sakit,” kata Geller. Kendati demikian, Geller mengingatkan, jangan sampai orangtua membuat isu tersebut menjadi begitu menakutkan bagi anak. “Tentu kita tak ingin jika karena takutnya dengan kuman, si anak jadi bolak-balik mencuci tangan, bukan?” kata Geller. Langkah terbaik adalah dengan membuat…
Read More