Bayi Kekurangan Zat Besi? Atasi Dengan 6 Makanan Ini

Bayi Kekurangan Zat Besi? Atasi Dengan 6 Makanan Ini

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6765" align="alignleft" width="300"] Foto: hipwee.com[/caption] Bayi yang kekurangan zat besi bisa berakibat menderita anemia. Dengan memberikan asupan makanan tertentu, bayi bisa terhindar dari kekurangan zat besi yang bisa menghambat pertumbuhannya ini. Zat besi adalah mineral yang bisa ditemukan pada berbagai jenis makanan yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Bayi yang berusia 7—12 bulan membutuhkan sekitar 11 mg zat besi per harinya. Jumlah tersebut dapat dicukupi dari asupan makanannya sehari-hari. Zat besi dibutuhkan tubuh bayi untuk memproduksi hemoglobin. Bagian dari sel darah merah ini bertugas membawa dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, serta memberikan warna merah pada darah. Kurangnya kadar hemoglobin dalam darah bisa menyebabkan bayi mengalami anemia, gangguan pada sistem gerak, gangguan perilaku, dan gangguan belajar nantinya. Zat besi dibagi menjadi dua jenis, yakni heme dan nonheme. Zat besi…
Read More
Jaga Kesehatan, Rajin Sterilisasi Peralatan Bayi

Jaga Kesehatan, Rajin Sterilisasi Peralatan Bayi

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6762" align="alignleft" width="300"] Foto: grid.com[/caption] Melakukan sterilisasi bagi perangkat yang digunakan bayi sangatlah penting. Faktanya, peralatan makan atau minum yang tidak disteril bisa menyebabkan bayi terserang berbagai penyakit. Mulai dari infeksi jamur, diare, hingga hepatitis. “Khusus diare apabila terlambat ditangani bukan tak mungkin bisa sebabkan kematian," beber dr. Andina Chrisnawati Rahardjo SpA, Mkes. Sterilisasi merupakan cara untuk membunuh mikroorganisme (bakteri, jamur, virus, parasit). Sterilisasi bisa membunuh sampai tingkat spora atau lebih kecil dari bakteri. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan peralatan makan dan minum bayi terkontaminasi. Misalnya air untuk mencuci yang tidak bersih, proses mencucinya sendiri yang tidak bersih misalnya di bagian sela-selanya tidak bersih, menunda waktu mencuci sehingga bakteri menjadi tumbuh, kemasan penyimpanan yang tidak bersih, serta adanya kontak langsung dari orang yang sakit. Daya tahan tubuh bayi…
Read More
Baik Untuk Pertumbuhan, Jangan Biarkan Anak Alergi Susu

Baik Untuk Pertumbuhan, Jangan Biarkan Anak Alergi Susu

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6745" align="alignleft" width="300"] Foto: mommyasia.id[/caption] Susu kaya akan kandungan kalsium tinggi dan baik untuk kesehatan anak-anak. Namun, baru-baru ini, sebuah studi mengenai pola pertumbuhan anak-anak menunjukkan bahwa anak-anak yang secara konsisten alergi terhadap susu sapi memiliki potensi tinggi dan berat badan kurang maksimal. Hasil dari studi longitudinal tersebut diyakini menjadi yang pertama untuk mengkarakterisasi pola pertumbuhan dari anak usia dini hingga remaja pada anak-anak dengan alergi makanan yang persisten. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Allergy and Clinical Immunology. Menurut Karen A Robbins, MD., penulis studi utama dan ahli alergi di Divisi Alergi dan Imunologi di Rumah Sakit Anak Nasional, Washington, Amerika Serikat, masih belum jelas bagaimana tren pertumbuhan ini pada akhirnya memengaruhi seberapa tinggi anak-anak ini dan berapa berat mereka sebagai orang dewasa. “Namun, temuan kami sejalan dengan…
Read More
Banyak Anak Terkena Penyakit Langka, Berikan Nutrisi Medis

Banyak Anak Terkena Penyakit Langka, Berikan Nutrisi Medis

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6742" align="alignleft" width="300"] Foto: Grid.id[/caption] Kebanyakan orangtua berlomba untuk memenuhi nutrisi terbaik di 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk mencegah stunting, atau kondisi gagal tumbuh akibat malnutrisi kronis. Namun, ada sekitar 350 juta orang dengan penyakit langka-dimana 30 persen diantaranya adalah anak-anak di bawah 5 (lima) tahun, yang bahkan berjuang memenuhi kebutuhan makanan untuk bertahan hidup. Tantangan dalam mendapatkan nutrisi dihadapi setiap hari oleh anak dengan penyakit langka, mulai dari sulitnya ketersediaan hingga mahalnya biaya yang harus dikeluarkan. Dalam momentum 100 tahun RSCM, Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia bersama dengan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan Human Genetic Research Cluster IMERI FK Universitas Indonesia kembali mengedukasi mengenai kondisi anak dengan penyakit langka di Indonesia, nutrisi medis khusus yang dibutuhkan anak dengan penyakit langka, serta dukungan regulasi pemerintah yang dibutuhkan agar…
Read More
Berikut 3 Cara Kurangi Obesitas Pada Anak

Berikut 3 Cara Kurangi Obesitas Pada Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6715" align="alignleft" width="300"] Foto: popmama.com[/caption] Sesuai penelitian yang dilakukan pada 2018 oleh Childhood Obesity, sebanyak 8,82 persen anak-anak di India mengalami obesitas. Ini masalah yang memprihatinkan karena dalam dua dekade terakhir, obesitas telah menyebabkan peningkatan dramatis dalam insiden diabetes tipe 2 pada anak-anak. Menurut penelitian, rutinitas anak memengaruhi lingkar pinggang mereka dan mengikuti jadwal selama tahun-tahun prasekolah berdampak pada kesehatan mereka hingga praremaja. Penelitian mengatakan bahwa mengajar anak-anak di awal kehidupan tentang bagaimana mengatur kesehatan fisik dan emosi mereka adalah kunci menuju kehidupan yang bahagia dan sehat di masa depan. Para peneliti mengamati 11.000 anak-anak dari U.K. Millennium Cohort Study, yang lahir antara 2001-2002. Mereka menemukan bahwa 41 persen anak-anak pada usia 3 tahun memiliki waktu tidur yang teratur, hampir setengah dari mereka memiliki waktu makan yang teratur dan…
Read More
Maksimalkan Pertumbuhan Anak, Beri Menu Padat Gizi

Maksimalkan Pertumbuhan Anak, Beri Menu Padat Gizi

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6707" align="alignleft" width="300"] Foto: .dictio.id[/caption] Pilihan makanan yang kurang bergizi serta literasi gizi yang masih rendah, menjadi bagian yang mempengaruhi ketidakseimbangan kualitas asupan zat gizi sehari-hari. Sayang, hal ini masih belum dipahami para orangtua. Sementara, orangtua memiliki peran krusial dalam menyusun menu padat gizi. Hal ini untuk mendukung pertumbuhan maksimal, salah satunya dengan memastikan pemenuhan kebutuhan pangan hewani. “Untuk meningkatkan minat dan daya terima anak pada asupan bergizi, orang tua juga perlu cerdas dalam mengolah menu makanan yang sehat juga praktis. Di samping itu, aneka bahan pangan lokal pun dapat dimanfaatkan untuk mencapai pemenuhan gizi seimbang, dengan membuat variasi terutama mengganti bahan yang sudah biasa digunakan dengan pangan lainnya,” kata Pakar Dietisien, Geetruida D. Rory, SKMRD. Dia mencontohkan, penggunaan santan yang dapat diganti dengan susu sapi. Pemanfaatan susu sebagai paduan…
Read More
Anak Rentan Batuk Pilek? Ini Penyebabnya

Anak Rentan Batuk Pilek? Ini Penyebabnya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6684" align="alignleft" width="300"] Foto: theasianparent.id[/caption] Anak kecil rentan terkena batuk pilek. Kondisi sistem kekebalan tubuh anak kecil yang masih berkembang membuat mereka belum mampu menerima paparan kuman yang begitu banyak dan bertebaran di lingkungan sekitar. “Kenapa anak kecil mudah batuk pilek. Ya, karena kuman yang jenisnya jutaan itu belum 'dikenal' semua oleh tubuhnya. Beda dengan kita yang hidup 20 atau 30 tahun. Tubuh kita sudah terbiasa dengan paparan kuman. Itulah kenapa kita (orang dewasa) tidak mudah sakit atau serentan anak kecil dan bayi,” papar dokter spesialis anak Kanya Fidzuno. Pada prinsipnya, ketika ada kuman masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan kita akan berupaya mengenali kuman asing. Secara normal, tubuh mulai beradaptasi dengan kuman. “Kalau kita pertama kali terpapar suatu kuman, misalnya, bisa saja kita langsung sakit. Tapi begitu tubuh…
Read More
Cegah Stunting, Perhatikan Protein yang Dikonsumsi Anak

Cegah Stunting, Perhatikan Protein yang Dikonsumsi Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6681" align="alignleft" width="300"] Foto: medcom.id[/caption] Sumber protein, baik hewani maupun nabati, memiliki pengaruh positif apabila diberikan saat anak berusia enam bulan atau mulai mengonsumsi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Hal ini dikatakan Pakar gizi dari Universitas Indonesia, Prof Dr dr Saptawati Bardosono MSc., di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurutnya, energi total yang masuk ke tubuh si kecil berkontribusi sebesar 40 persen agar anak tidak stunting. “Kalau protein (saja) 34 persen, tapi kalau protein yang berkualitas sudah 40 persen. Kalau kita gabung (dari sumber makanan lain) menjadi 43 persen,” kata Saptawati. Salah satu sumber protein adalah susu. Oleh sebab itu, Saptawati menganjurkan kepada para ibu agar memasukkan kegiatan minum susu di periode pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Pemberian susu dan sumber protein lainnya di periode tersebut akan merangsang pertumbuhan…
Read More
Jangan Langsung Panik Bila Anak Demam!

Jangan Langsung Panik Bila Anak Demam!

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6669" align="alignleft" width="300"] Foto: mommyasia.com[/caption] Ketika seorang anak berada dalam kondisi demam, orangtua bakal panik dan mencari segala cara. Kadang orangtua bakal memberi obat terlebih dahulu, sedangkan beberapa orangtua langsung membawa anak ke dokter. Lantas, kapan sebenarnya orangtua harus membawa anak ke dokter ketika demam? Pada anak-anak, demam terjadi ketika suhu tubuh berada di atas 38 derajat Celsius. Sedangkan pada bayi, kategori demam ketika suhunya di atas 37,5 derajat Celsius. Cara paling tepat untuk mengukur suhu tubuh adalah dengan menggunakan termometer. “Demam harus dipastikan dengan memeriksa suhu tubuh menggunakan termometer. Karena seringkali kita menemukan perbedaan suhu pada kepala dan kaki. Jadi untuk memastikan, harus diperiksa melalui termometer,” kata dokter spesialis anak konsultan Nina Dwi Putri live Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Anak yang memiliki penyakit bawaan seperti kelainan…
Read More
Anak Sembelit? Kenali Masalahnya

Anak Sembelit? Kenali Masalahnya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_6666" align="alignleft" width="300"] Foto: otcdigest.id[/caption] Kondisi sembelit atau sulit buang air besar merupakan hal yang biasa terjadi dan tak kenal usia. Pada anak-anak, masalah ini bisa sangat mengganggu dan membuat orangtua cemas. Buang Air Besar (BAB) merupakan fase akhir dari proses pencernaan. Ketika sisa-sisa makanan yang sudah termetabolisme oleh tubuh mengalami berbagai proses, ampasnya akan dikeluarkan dalam bentuk feses. “Kesulitan untuk mengeluarkan feses inilah yang kita sebut sebagai sembelit,” ucap Dr. Ade Djanwardi Pasaribu, ahli gastrohepatologi anak. Pada anak-anak, kondisi ini begitu menganggu. Perut bisa terasa sakit dan anak mengalami kesulitan untuk mengeluarkan fesesnya yang sudah menumpuk dan keras. “Ketika feses mengeras dan anak mengalami kesulitan BAB, perut akan terasa sakit. Itu bisa saja mengurangi keinginan anak untuk BAB,” tambah Dr. Ade. Umumnya, bayi yang baru lahir biasanya akan…
Read More