Jangan Biarkan Anak dan Remaja Menjadi Vegan Dini!

Jangan Biarkan Anak dan Remaja Menjadi Vegan Dini!

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5387" align="alignleft" width="300"] Foto: moveondiet.com[/caption] Beberapa orang dewasa memilih menjadi vegetarian untuk beberapa alasan, termasuk diet. Dengan menjadi vegetarian, mereka hanya mengonsumsi makanan dari tanaman. Namun, ada kelompok-kelompok usia yang tidak disarankan mengikuti cara dan pola makan vegan ini. “Saya tidak menyarankan anak-anak, remaja, dewasa muda, apalagi ibu hamil menjadi vegan,”  ujar Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Hardinsyah. Menurut Hardinsyah ada komponen penting bagi tubuh yang tidak bisa didapatkan dari sumber pangan nabati. “Salah satu keunggulan protein hewani itu adalah vitamin B12, di protein nabati itu enggak ada B12,” katanya. Padahal, vitamin B12 memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan sel-sel saraf, sel-sel darah merah, dan mencegah anemia, Lalu, seorang vegan pun tak bisa makan telur. Padahal, sumber pangan dengan kualitas protein paling baik berasal dari telur. Kehadiran protein dalam tubuh…
Read More
Ini Cara Mengatasinya Anak Alami Trauma

Ini Cara Mengatasinya Anak Alami Trauma

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5384" align="alignleft" width="300"] Foto: sehatfresh.com[/caption] Trauma pada anak bukan sesuatu yang mudah untuk diatasi. Anak yang pernah mengalami trauma harus diperhatikan secara khusus agar trauma yang ia rasakan tidak berkelanjutan. Pasalnya, trauma pada anak dapat mengganggu perkembangannya, yang kemudian bisa terbawa sampai ia dewasa. Trauma pada anak bisa didapatkan dalam bentuk trauma fisik dan psikologis. Trauma psikologis menyangkut pengalaman emosional yang menyakitkan, mengejutkan, menegangkan, bahkan terkadang mengancam jiwa si anak. Pengalaman ini bisa terjadi pada saat bencana alam, kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan terorisme. Dan trauma yang terjadi pada masa kanak-kanak dapat mempengaruhi perkembangan normal otak anak, termasuk pada ukuran bagian otak anak yang membantu mengontrol reaksi anak terhadap bahaya. Pada masa usia anak sekolah, trauma dapat menunda kemampuan anak untuk bereaksi terhadap bahaya, seperti refleks kejut. Perubahan biologis…
Read More
Anak Bisa Stres Bila Tinggal di Lingkungan Buruk

Anak Bisa Stres Bila Tinggal di Lingkungan Buruk

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5365" align="alignleft" width="300"] Anak Bisa Stres Bila Tinggal di Lingkungan Buruk[/caption] Berada di lingkungan buruk sangat memungkinkan anak mengalami stres. Masalah-masalah kecil dapat membuatnya tertekan dan bisa mengganggu konsentrasinya. Oleh karena itu, orangtua perlu memberi perhatian ekstra akan kesehatan mental mereka. Ada banyak cara untuk menekan tingkat stres anak, salah satunya adalah tinggal di lingkungan yang baik. Demikian menurut studi terbaru yang dimuat dalam the Journal Psychosomatic Medicine. Lingkungan yang baik ini meliputi tempat tinggal dengan akses ruang hijau seperti taman, udara bersih, dan bahan makanan yang berkualitas. Dalam penelitian terhadap 113 anak dari keluarga berpenghasilan rendah yang tinggal di lingkungan buruk menunjukan tingkat kortisol rata-rata - penanda biologis dari respon stres tubuh - mencapai 75 persen. Namun, ketika periset meneliti 32 anak yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah…
Read More
Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5362" align="alignleft" width="245"] Jangan Sembarang Pilih Wadah Minum Bagi Anak[/caption] Wadah tempat minum anak-anak ternyata bisa menjadi sarana masuknya kuman ke dalam tubuh anak. Oleh sebab itu, para orangtua harus waspada dalam memilih wadah minum bagi anak-anak. “Saat ini banyak beredar produk berbahan plastik yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti BPA yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak,” ujar Andriani Melissa, Marketing Manager PT Thermos Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan, plastik terdiri atas berbagai bahan kimia monomer yang dalam kondisi tertentu kontak antara plastik dan makanan bisa menyebabkan migrasi (perpindahan) bahan-bahan kimia berbahaya dari wadah plastik ke makanan. “Semakin tinggi suhu makanan atau minuman, semakin tinggi kemungkinan terjadi migrasi. Lama waktu penyimpanan juga berpengaruh. Hal tersebut berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya. Karena itu, ia menganjurkan…
Read More
Anak Diare Butuh Antibiotik atau Tidak

Anak Diare Butuh Antibiotik atau Tidak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5342" align="alignleft" width="300"] Foto: mamapapa.id[/caption] Diare merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang anak-anak. Untuk penanganan diare ini, orangtua kadang galau, apakah perlu memberikan antibiotik atau tidak. Dalam penanganan diare pada anak, kata dr Reza Fahlevi dari Klik Dokter, ada lima pilar tata laksana yang bisa orangtua lakukan. Pertama, pastikan dulu bahwa kecukupan cairan si Kecil sudah kembali terpenuhi. Setelah itu, berikan makanan mengandung zink guna memperbaiki vili usus anak yang rusak. Ingat pula bahwa saat diare, banyak nutrisi yang terbuang sia-sia sehingga orangtua perlu memenuhi asupan nutrisi mereka. Nah, yang terakhir adalah pemberian antibiotik secara selektif pada kasus tertentu. Memang, secara umum penggunaan antibiotik tidak diperlukan kasus diare akut. Akan tetapi ada beberapa pengecualian. Penggunaan antibiotik pada anak diare harus dipantau oleh dokter. Sangat tidak dianjurkan bagi orangtua membeli…
Read More
Ini 4 Masalah Kesehatan Generasi Milenial

Ini 4 Masalah Kesehatan Generasi Milenial

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5338" align="alignleft" width="300"] Foto: budhi.com[/caption] Gaya hidup generasi milenial banyak bersentuhan dengan gawai, bahkan sejak usia dini. Ternyata, gaya hidup itu menjerumuskan mereka ke berbagai masalah kesehatan di kemudian hari. Lewat ponsel yang ada di genggaman, mereka seperti menemukan dunianya sendiri. Berjuta-juta informasi mereka dapat. Menjadi terkenal di dunia maya pun bisa mereka raih. Namun, generasi milenial ini tidak menyadari bahwa masalah atau gangguan kesehatan tengah mengintai mereka dari balik kegiatan yang tampak menyenangkan itu. Berikut empat masalah kesehatan yang rentan dialami generasi milenial, seperti dijelaskan dokter Nadia Octavia dari situs Klik Dokter:. Kurang aktif Terlalu asyik dengan ponselnya, tidak sedikit generasi milenial ini jadi malas bergerak. Mereka betah duduk berlama-lama sambil menatap layar ponsel. Menurut Nadia Octavia, pola hidup sedenter membuat siapa saja akan membakar lebih sedikit kalori…
Read More
6 Cara Anak Agar Suka Olahraga

6 Cara Anak Agar Suka Olahraga

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5321" align="alignleft" width="300"] Foto: sarankesehatan.com[/caption] Olahraga sebaiknya bisa dilakukan anak-anak sedini mungkin karena itu baik untuk kesehatan tubuhnya, bukan hanya di masa sekarang, tapi sampai ia besar nanti. Faktanya, tidak semua anak mudah untuk diajak berolahraga dan melakukan kegiatan fisik lainnya. Padahal membiasakan anak suka olahraga bisa membawa banyak manfaat baik untuk tubuh maupun perkembangan sosialnya. Untuk membuat si kecil suka olahraga, coba ikuti tips berikut: Biasakan si kecil aktif sejak dini Hal yang terpenting agar anak suka olahraga adalah membiasakannya sejak kecil. Ini artinya, kita harus mengenalkan ia berbagai aktivitas fisik sedini mungkin. Misalnya, kurangi durasi menggendong anak saat di rumah dan usahakan untuk membiarkannya berjalan. Selain itu, kita juga bisa mengajaknya berjalan-jalan mengelilingi komplek rumah setiap sore atau kapanpun memiliki waktu luang. Olahraga sebagai aktivitas keluarga Untuk…
Read More
Cara Stop Anak Makan Junk Food

Cara Stop Anak Makan Junk Food

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5319" align="alignleft" width="300"] Foto: scoopwoop.com[/caption] Mengajarkan anak untuk makan makanan sehat merupakan hal yang penting agar anak mereka terbiasa untuk tidak pilih-pilih makanan. Anak-anak yang sering makan jenis makanan yang salah, seperti junk food atau makanan pinggir jalan, lebih berisiko mengalami kegemukan dan berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, dan kanker. Dengan adanya banyak iklan junk food di TV dan kebiasaan untuk mengonsumsi makanan ini, akan sulit membiasakan anak untuk makan dengan sehat. Namun, ada strategi yang bisa kita terapkan untuk membantu anak berhenti atau mengurangi makan junk food. Siapkan camilan yang sehat Cara pertama agar anak bisa berhenti makan junk food adalah dengan menghidangkan camilan seperti buah, sayuran, dan biskuit gandum dengan keju. Siapkan camilan sehat di tempat yang mudah dijangkau anak-anak, seperti di meja makan. Saat mereka…
Read More
Simak Manfaat Rajin Berolahraga Pada Anak

Simak Manfaat Rajin Berolahraga Pada Anak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5307" align="alignleft" width="300"] Foto: katalogibu.com[/caption] Ada segudang manfaat yang bisa dirasakan anak bila ia rajin berolahraga. Tidak sekadar hanya memperoleh tubuh yang sehat, tapi ada hal lainnya seperti: Menurunkan risiko obesitas atau kelebihan berat badan. Meningkatkan kebugaran anak. Saat berolahraga, jantung dan paru-paru anak akan bekerja lebih aktif sehingga fungsi kedua organ tersebut akan semakin efektif. Memicu pertumbuhan tulang dan otot anak. Meningkatkan koordinasi gerak dan keseimbangan tubuh. Mencegah anak dari penyakit metabolik yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Membentuk postur tubuh anak yang ideal. Memberikan kebiasaan hidup aktif sehingga ketika dewasa anak-anak lebih cenderung tertarik untuk hidup aktif berolahraga. Di samping manfaat kesehatan, keuntungan sosial dan psikologis jika anak sudah aktif berolahraga sedini mungkin yaitu: Membuat anak semakin terasah mendengarkan dan mengikuti instruksi. Membantu anak belajar memimpin, bekerja…
Read More
Mengapa Anak Alami Fobia Sekolah

Mengapa Anak Alami Fobia Sekolah

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5304" align="alignleft" width="300"] Foto: afbluesea89.wordpress.com[/caption] Tidak sedikit anak yang mengalami fobia sekolah. Lho, kok bisa? Fenomena ini di jaman sekarang bukan lagi sesuatu yang aneh. Tak sedikit anak-anak yang mengalami kondisi ini, dan lantas menjadi takut ke sekolah. Entah alasan ketakutan, atau pun ada rasa tidak nyaman pada diri mereka, yang pasti anak-anak ini pada akhirnya tidak atau sulit untuk berangkat ke sekolah. Menurut psikolog anak Seto Mulyadi, fobia sekolah biasanya disebabkan dari lingkungan sekolah. Anak-anak, katanya, merasa tak nyaman karena lingkungan tak mendukung, seperti cara belajar mengajar kurang menyenangkan, hingga membuat jenuh. Bisa juga karena pola ajar yang mengandung unsur kekerasan. “Belajar harusnya menyenangkan. Kalau jenuh dan penuh kekerasan, anak akan lari,” kata Kak Seto-sapaan akrab Seto Mulyadi. Di sisi lain, orangtua perlu memiliki perhatian lebih untuk mengetahui…
Read More