Benarkah Diabetes Tidak Bisa Sembuh

Benarkah Diabetes Tidak Bisa Sembuh

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5393" align="alignleft" width="300"] Foto: ahchealthenews.com[/caption] Selama ini, diabetes dikenal sebagai penyakit berbiaya mahal. Ini lantaran banyaknya komplikasi, hingga harus menghindari makanan dan minuman manis. Berat, bukan? Belum lagi diabetes sering disebut penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Apakah pernyataan tersebut benar? Hingga saat ini, ahli kesehatan mengatakan bahwa diabetes tidak dapat disembuhkan. Bahkan diabetes masuk dalam golongan penyakit kronis (jangka panjang). Jika dibiarkan, diabetes akan menjelma menjadi komplikasi-komplikasi yang membahayakan nyawa. Seseorang bisa saja diamputasi, mengalami kebutaan, hingga gagal ginjal. Namun penelitian University of North Carolina School of Medicine mengungkapkan bahwa diabetes, terutama diabetes tipe 2, masih bisa dijinakkan. Maka kemunculan komplikasi bisa ditunda selama mungkin. Untuk membantu menghindari komplikasi dari diabetes tipe 2, diabetesi dianjurkan untuk menurunkan berat badan. Terutama jika masih tergolong kelebihan berat badan. Perlu diketahui, penurunan…
Read More
Ini 7 Cek Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Usia 70 Tahun

Ini 7 Cek Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Usia 70 Tahun

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5390" align="alignleft" width="300"] Foto: releaseinsider.com[/caption] Ada baiknya Anda rajin melakukan cek kesehatan sebelum usia 70 tahun. Berikut beberapa hal yang harus Anda periksa: Cek tekanan darah Semua orang tampaknya wajib melakukan cek tekanan darah secara rutin, terutama lansia. Ini bisa mendeteksi adanya tekanan darah tinggi yang bisa berdampak pada beberapa penyakit berbahaya lainnya, seperti penyakit jantung. Periksa berat badan Bukan hanya bayi dan anak-anak, lansia juga harus memeriksa berat badannya secara teratur. Penambahan berat badan pada lansia harus diwaspadai, biasanya bukan massa otot yang bertambah, melainkan lemak tubuh. Apalagi jika tidak disertai olahraga dan metabolisme pun melambat. Ini bisa memengaruhi kesehatan organ tubuh lainnya. Tes mamografi Tes mammografi ditujukan untuk memeriksa payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mendeteksi adanya tumor atau kanker payudara. Apalagi, penyakit kanker payudara lebih…
Read More
Berapa Sebenarnya Kadar Gula Darah Normal

Berapa Sebenarnya Kadar Gula Darah Normal

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5371" align="alignleft" width="300"] Berapa Sebenarnya Kadar Gula Darah Normal[/caption] Bicara soal diabetes, pasti selalu berhubungan dengan gula darah. Biasanya seseorang bisa dikatakan terkena diabetes jika kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal. American Diabetes Association dalam jurnalnya mengungkapkan ada satu fase antara yang disebut prediabetes, ketika kadar gula darah orang tersebut lebih tinggi dari batas normal namun belum cukup untuk disebut diabetes. Pada fase ini, orang tersebut berisiko jauh lebih tinggi terkena diabetes di kemudian hari. Namun, orang dengan kadar gula darah di fase prediabetes juga memiliki peluang untuk mengembalikan kondisi tubuhnya hingga kembali normal. Maka kondisi prediabetes sangat mungkin untuk disembuhkan. Pada dasarnya, spektrum glukosa darah pada seseorang dapat digolongkan menjadi empat macam, tergantung dari tes yang dilakukan. Dalam tes gula darah sewaktu bisa dikatakan normal ketika kadar…
Read More
Simak 5 Mitos Stroke yang Masih Dipercayai

Simak 5 Mitos Stroke yang Masih Dipercayai

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5368" align="alignleft" width="300"] Simak 5 Mitos Stroke yang Masih Dipercayai[/caption] Di zaman sekarang, mudah sekali menemukan serangan stroke di keseharian. Meski demikian, tidak semua orang punya pemahaman yang tepat tentang penyakit ini. Akibatnya, banyak bermunculan mitos stroke yang menyesatkan. Bahkan bisa membuat pasien terlambat mendapat pertolongan medis. Salah satunya adalah menusukkan jarum ke bagian tubuh tertentu hingga berdarah. Dokter mengatakan, mengeluarkan darah sama sekali tidak mengatasi stroke, karena stroke sendiri penyebabnya macam-macam. Berikut rangkuman beberapa mitos stroke yang masih banyak beredar. Mitos:Menusukkan jarum hingga berdarah bisa mengobati stroke Fakta: Menusukkan jarum di jari atau telinga hingga berdarah disebut bisa menurunkan tekanan darah, sehingga gejala stroke berkurang. Dokter sangat tidak menyarankan cara ini, karena biasanya hanya akan membuat pertolongan medis tertunda. Makin lama tertunda, peluang untuk pulih seperti semula akan…
Read More
90 Persen Penyebab Kanker Payudara Karena Gaya Hidup

90 Persen Penyebab Kanker Payudara Karena Gaya Hidup

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5348" align="alignleft" width="300"] Foto: alodokter.com[/caption] Bagi wanita masa kini, kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab munculnya penyakit ini? Menurut Dokter ahli bedah kanker payudara, dr Rachmawati, SpB(K)Onk., kanker payudara 90 persen disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. “Kita lihat secara global, apa sih penyebab? 90 persen itu gaya hidup dan 10 persen faktor genetik,” jelasnya. “Tapi yang ada riwayat keturunan atau genetik, dia memiliki risiko besar terkena kanker payudara,” tambah Rachma. Faktor gaya hidup yang dimaksud dr Rachma adalah merokok  dan makan dengan porsi yang berlebihan hingga mengakibatkan obesitas. Inilah yang tidak disarankan, mengingat obesitas juga bisa memicu berbagai penyakit. “Kalau nggak ada riwayat keluarga ya berarti dari gaya hidup dia yang memang tidak sehat,” tutupnya. (RN)
Read More
Memperkenalkan Terapi Ablasi Bagi Penderita Kanker Tiroid

Memperkenalkan Terapi Ablasi Bagi Penderita Kanker Tiroid

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5345" align="alignleft" width="300"] Foto: asiancancer.com[/caption] Prosedur terapi ablasi kerap disarankan kepada beberapa pasien pascaoperasi pengangkatan kanker tiroid. Terapi ini memberikan radioaktif sehingga membuat sel kanker pada kelenjar tiroid menjadi, bahkan hilang secara total. Meski di Indonesia masih awam, terapi ini sudah digunakan secara luas di banyak negara untuk beberapa jenis kanker seperti kanker prostat dan kanker colon atau usus besar. Menurut Kepala Departemen Kedokteran Nuklir MRCC Siloam Semanggi Dr Hapsari Indrawati SpKN., banyak pasien yang khawatir dengan terapi ini bisa menyebabkan kemandulan dan sebagainya, padahal hal itu tidak terbukti. “Tindakan ablasi dilakukan dengan cara memberikan radioaktif iodine (RAI), zat radioaktif yang hanya spesifik terhadap kelenjar tiroid saja, jadi tidak membahayakan organ lainnya,” ujar Hapsari. Tindakan lanjutan ablasi, lanjutnya, bertujuan agar tidak ada sisa-sisa jaringan dari sel kanker yang berpotensi…
Read More
Perkenalkan Teknologi Minimal Invasive di Bidang Urologi

Perkenalkan Teknologi Minimal Invasive di Bidang Urologi

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5325" align="alignleft" width="300"] Foto: www.youtube.com[/caption] Gaya hidup yang tidak sehat dan pertambahan usia dapat memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, seperti pada jantung, pembuluh darah, atau urologi. Untuk menangani masalah kesehatan tersebut, diperlukan penanganan yang tepat dan komprehensif dengan dukungan teknologi terkini dalam bidang kesehatan, mulai diagnosis hingga menentukan tindakan tepat bagi setiap pasien. Menurut Chief Executive Officer (CEO) RS Pondok Indah Group dr Yanwar Hadiyanto MARS, bahwa penanganan untuk berbagai masalah kesehatan tersebut bermacam-macam, harus disesuaikan dengan kondisi pasien, mulai terapi pengobatan hingga tindakan bedah. Dia menuturkan, seiring hadirnya inovasi teknologi di bidang kesehatan, solusi mengatasi berbagai masalah kesehatan dapat dilakukan dengan teknik minimal invasive. “Minimal invasive surgery adalah tindakan bedah dengan luka sayatan yang lebih minimal. Setelah dilakukannya tindakan,pasien akan merasakan nyeri yang lebih sedikit, risiko komplikasi lebih…
Read More
Manjakan Diri Sendiri Dengan 6 Cara Ini

Manjakan Diri Sendiri Dengan 6 Cara Ini

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5323" align="alignleft" width="279"] Foto: www.senamyoga.com[/caption] Orang terkenal pernah berkata, “Lentera kosong tidak memberikan cahaya. Perawatan diri adalah bahan bakar yang memungkinkan cahaya Anda bersinar terang.” Dalam hiruk-pikuk keseharian, kita sering lupa diri dan sepenuhnya mendedikasikan pikiran dan jiwa untuk mencapai target. Kita sering lupa bahwa perawatan diri bukanlah kemewahan, tetapi ini adalah prioritas dan kebutuhan. Definisi perawatan diri mungkin berbeda dari setiap orang, tetapi satu-satunya niat adalah melakukan sesuatu yang membuat Anda merasa lebih baik dan membantu pikiran Anda rileks. Ini adalah praktik yang harus diikuti seseorang sepanjang tahun, tetapi seringkali keadaan duniawi menjadikannya mustahil. Manusia sama seperti bunga yang perlu dipelihara dan dirawat agar dapat berkembang menjadi bunga yang indah. Bahkan di jam-jam waktu Anda, Anda harus ingat untuk melakukan tindakan kecil hanya untuk kebahagiaan Anda.  Adalah penting…
Read More
Lawan Penuaan Perawatan Ultherapy Bisa Jadi Solusi

Lawan Penuaan Perawatan Ultherapy Bisa Jadi Solusi

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5313" align="alignleft" width="300"] Foto: afreshmadespa.com[/caption] Semakin meninggi usia, elastisitas dan kekencangan kulit tentu akan berkurang. Ultherapy masih menjadi perawatan nonbedah yang diminati untuk mengatasi masalah kulit tersebut. Presiden Direktur Miracle Group dr Lanny Juniarti menjelaskan, produksi kolagen sudah mulai menurun ketika seseorang memasuki usia matang, yakni 35 tahun ke atas. Menurutnya, kualitas kolagen dipengaruhi pola hidup sehari-hari. “Jika pola hidup tidak bagus, merokok, terkena sinar ultraviolet, itu mempercepat rusaknya kolagen,” ujar Lanny. Semakin bertambahnya usia, jumlah kolagen di balik kulit akan menurun antara 1%-1,4%. Jika tidak diintervensi, ditambah gaya hidup buruk seperti merokok dan sering terpapar sinar matahari, ini akan merusak kualitas kolagen. Menurutnya, secara usia kronologi, penuaan sudah ada sejak lahir. Namun, penuaan mulai terlihat di atas usia 30 tahun. Lanny menambahkan, salah satu perawatan kecantikan nonbedah untuk…
Read More
Ini Tips Gaya Hidup Kurangi Risiko Kanker

Ini Tips Gaya Hidup Kurangi Risiko Kanker

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5310" align="alignleft" width="300"] Foto: meetdoctor.com[/caption] Gaya hidup menjadi hal yang begitu mempengaruhi kesehatan. Sementara, untuk menjaga kesehatan diperlukan menjalani gaya hidup yang baik. Pasalnya hal ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko kanker. Seperti dilansir Asia One, ada beberap tips gaya hidup untuk tak hanya sekadar sehat, juga mengurangi risiko kanker. Menariknya, hal ini bisa dilakukan tanpa perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Pertahankan Berat Badan Ideal Kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko kanker secara keseluruhan. Lemak perut telah dikaitkan dengan peningkatan risiko usus besar, terlepas dari berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas adalah kondisi dimana seseorang memiliki proporsi lemak tubuh yang tinggi dan tidak sehat secara abnormal. Obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker tertentu, termasuk kanker kolon dan rektum (CRC). Sebuah studi di Amerika Serikat, memperkirakan sekitar…
Read More