Ayo, Hadapi Penunaan Dengan Gembira

Ayo, Hadapi Penunaan Dengan Gembira

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_6936" align="alignleft" width="300"] Foto: dream.co.id[/caption] Bertambahnya usia, apalagi menuju penuaan melahirkan banyak perubahan secara fisik dan psikis. Memang, perubahan bakal terjadi pada fisik dan mental seseorang setelah usia tertentu. Untuk dapat menghadapi masa tua dengan baik dan bahagia, terdapat sejumlah hal yang perlu Anda siapkan. Hal ini bisa membuat berbagai halangan yang muncul jadi tidak terasa dan mudah dilalui. Dilansir dari Medical Daily, Dr. Frank Lipman, penulis masalah kesehatan menyebutkan terdapat sejumlah hal yang perlu dilakukan seiring dengan penuaan ini. “Pada dasarnya, makan lebih sedikit, lebih banyak tertawa, hadapi stres, teidur secara serius. Hal apa lagi yang bisa lebih penting?” tanya Dr. Lipman. Menurut Dr. Lipman, begini sejumlah cara yang perlu dilakukan agar menua secara baik. Tantangan fisik bisa bermanfaat Menurut Dr. Lipman, sedikit stres cukup baik bagi seseorang.…
Read More
Ternyata, Rutin Jalan Bisa Cegah Berbagai Kanker

Ternyata, Rutin Jalan Bisa Cegah Berbagai Kanker

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_6933" align="alignleft" width="300"] Foto: tokoolahraga.com[/caption] Olahraga yang tepat merupakan cara yang penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Olahraga juga mampu mencegah datangnya sejumlah penyakit tertentu pada tubuh. Pakar kesehatan menyarankan orang dewasa untuk melakukan olahraga aerobik ringan selama 150 menit, olahraga aerobik berat selama 75 menit atau keduanya setiap pekan agar tetap sehat. Dilansir dari Medical Daily, peneliti mengungkap bahwa anjuran olahraga ini mampu mencegah munculnya tujuh jenis kanker. Hasil penelitian terbaru ini telah dipublikasikan pada Journal of Clinical Oncology. Diketahui bahwa olahraga ringan secara rutin bisa menurunkan risiko myeloma, non-Hodgkin limfoma, serta kanker usus, payudara, ginjal, hati, dan janin. Peneliti menyebut bahwa berjalan setidaknya 20 menit setiap hari bisa membuat mereka lebih aman dari sejumlah penyakit ini. Hasil temuan didapat dari 750.000 orang dewasa di Australia, Eropa, dan…
Read More
Hindari Otak Tumpul Dengan 5 Cara Berikut

Hindari Otak Tumpul Dengan 5 Cara Berikut

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_6930" align="alignleft" width="300"] Foto: merdeka.com[/caption] Otak merupakan bagian paling penting dalam tubuh manusia. Organ tubuh ini mengontrol pikiran, ingatan, bicara, serta sejumlah organ tubuh lain di dalam tubuh. Untuk menjaga otak tetap bekerja secara optimal, otak memerlukan cadangan tenaga 20 persen. Kekurangan nutrisi penting di dalam tubuh bisa menyebabkan otak menjadi tumpul dan kemampuan kognitif menurun. Perubahan yang kamu lakukan bisa menjadi cara tepat untuk mengatasi penurunan dalam otak. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan otak terkait kapabilitas kognitif. Gaya hidup kurang olahraga, minum berlebihan, serta menghindari kehidupan sosial bisa menjadi hal yang mencederai fungsi otak. Dilansir dari The Health site, berikut sejumlah cara meningkatkan fungsi otak dan mencegah penurunan kognitif: Meningkatkan Aktivitas Mental Pakar menyatakan bahwa aktivitas mental yang konstan bisa membuat otak tetap…
Read More
Simak Cara Turunkan Risiko Demensia

Simak Cara Turunkan Risiko Demensia

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_6927" align="alignleft" width="300"] Foto: rukunseniorliving.com[/caption] Demensia merupakan salah satu penyakit yang mengancam otak banyak orang,  terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun. Walau penyakit ini banyak menyerang seseorang yang berusia lanjut, namun bisa saja hal ini dialami oleh mereka yang lebih muda. Pada saat ini, semakin banyak orang yang mengalami penyakit ini sebelum berusia 60 tahun. Demensia sendiri secara singkat adalah gangguan daya ingat jangka pendek yang menyerang manusia. Secara umum, demensia akan menyerang mereka yang berusia tua karena sel otak yang telah usang kehilangan kemampuannya. Selain karena usia, demensia juga bisa disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, hingga stres. Gaya hidup menjadi faktor penting terhadap hal ini. Untuk menurunkan risiko demensia ini, penting melakukan perubahan gaya hidup. Dilansir dari Medical…
Read More
Tak Selamanya Buruk, Hindari Kolesterol Rendah

Tak Selamanya Buruk, Hindari Kolesterol Rendah

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_6918" align="alignleft" width="300"] Foto: honestdocs.com[/caption] Tidak hanya kolesterol tinggi yang mengganggu kesehatan manusia, kolesterol rendah pun bisa. Ini mungkin jarang didengar karena gejalanya cukup sulit dikenali. Meski begitu, bukan berarti kondisi ini tidak berbahaya bagi kesehatan. Banyak orang menghindari makanan berlemak dan mengandung kolesterol karena takut mengalami kolesterol tinggi. Padahal, Padahal, kolesterol tidak selamanya buruk dan berefek negatif. Dalam jumlah yang cukup kolesterol berperan penting untuk membantu produksi vitamin D, pembentukan hormon, dan proses pencernaan bahan makanan tertentu. Seseorang dikatakan mengalami kolesterol rendah jika kadar kolesterol total dalam darahnya kurang dari 120 mg/dL, atau kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) kurang dari 50 mg/dL. Kolesterol rendah sering dikatakan lebih baik dibandingkan dengan kolesterol tinggi. Namun jika kadar kolesterol ini terlalu rendah, bisa muncul beragam keluhan dan gejala seperti merasa gugup…
Read More
Ini 8 Faktor Berisiko Terkena Kanker Ginjal

Ini 8 Faktor Berisiko Terkena Kanker Ginjal

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_6915" align="alignleft" width="300"] Foto: idntimes.com[/caption] Belum diketahui dengan pasti penyebab kanker ginjal. Kendati demikian, para ahli mengatakan ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker ginjal. Dilansir Kidney.org, tidak jelas sepenuhnya apa yang menyebabkan sel-sel ginjal berubah dan menjadi kanker, tetapi ada faktor-faktor risiko tertentu terkait dengan penyakit ini. Namun, kanker yang berbeda memiliki faktor risiko yang berbeda pula. Agar terhindar dari penyakit ini, ada beberapa faktor risiko yang dapat diubah, seperti merokok. Tetapi ada pula beberapa faktor risiko yang tidak dapat diubah, seperti jenis kelamin, ras, atau riwayat keluarga. Memiliki faktor risiko atau bahkan beberapa faktor risiko, tidak berarti membuat Anda mengidap kanker, tetapi hal ini dapat meningkatkan risiko. Seperti dilansir Mayoclinic, berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Usia Risiko kanker ginjal bisa meningkat seiring…
Read More
Hipertensi Paling Sering Akibatkan Stroke

Hipertensi Paling Sering Akibatkan Stroke

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_6912" align="alignleft" width="300"] Foto: jawapos.com[/caption] Hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI tahun 2018 menunjukan prevalensi stroke berdasarkan diagnosis pada penduduk berusia di atas 15 tahun adalah 10,85 persen. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016, stroke menempati peringkat ke-2 sebagai penyakit tidak menular penyebab kematian dan peringkat ke-3 penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Hipertensi merupakan penyebab utama stroke di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Untuk itulah mencegah dan mengobati hipertensi penting dilakukan dalam upaya mencegah terjadinya stroke. “Hipertensi adalah faktor risiko paling sering yang menyebabkan terjadinya stroke iskemik dan stroke hemoragik. Angka prevalensi hipertensi pada orang dewasa di Indonesia meningkat dari 25,8 persen di tahun 2013 menjadi 34,1 persen di tahun 2018. Artinya, saat ini tiga di antara 10 penduduk Indonesia yang berusia 18 tahun ke…
Read More
Ternyata, Tidur Berlebihan Tingkatkan Risiko Stroke

Ternyata, Tidur Berlebihan Tingkatkan Risiko Stroke

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_6909" align="alignleft" width="300"] Foto: infobaru.id[/caption] Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat (AS). Penelitian terbaru menemukan bahwa tidur berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kardiovaskular. Secara global, 15 juta orang mengalami stroke setiap tahun. Sebagai akibatnya, hampir 6 juta orang meninggal dan 5 juta hidup sebagai disabilitas. Di AS, sebanyak 795.000 orang mengalami stroke setiap tahun. Penyakit ini dapat disebabkan oleh faktor risiko gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok hingga penyakit diabetes. Baru-baru ini, para peneliti telah mulai mengeksplorasi durasi tidur sebagai faktor risiko potensial lainnya. Hasilnya, ditemukan bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular, termasuk stroke. Dilansir Medical News Today, menurut temuan ini, kurang tidur secara teratur dan tidur lebih dari 7 jam per…
Read More
Simak Resoluasi Sehat di 2020

Simak Resoluasi Sehat di 2020

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_6898" align="alignleft" width="300"] Foto: kompasiana.com[/caption] Tahun 2019 telah berakhir. Kini kita telah memasuki 2020. Menjalani pola hidup sehat menjadi salah satu resolusi yang selalu direncanakan banyak orang. Resolusi yang sudah disusun pun begitu beragam. Mulai dari rajin berolahraga, istirahat yang cukup, banyak minum air putih hingga tetap begerak aktif. Cara ini dipercaya bisa membantu membuat tubuh menjadi lebih sehat dan lebih baik selama satu tahun ke depan. Sementara, Anda yang belum memiliki resolusi kesehatan, berikut resolusi yang bisa Anda aplikasikan di tahun baru seperti dilansir dari Refinery29. Minum lebih banyak air Selain membuat Anda tetap terhidrasi, air membantu mengantarkan oksigen dan nutrisi ke sel-sel di seluruh tubuh Anda dan membantu organ membuang bahan limbah. Berapa banyak air yang dibutuhkan tergantung pada banyak faktor, seperti ukuran tubuh dan tingkat aktivitas.…
Read More
Kurang Tidur Pada Wanita Bisa Sebabkan Masalah Tulang

Kurang Tidur Pada Wanita Bisa Sebabkan Masalah Tulang

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_6895" align="alignleft" width="300"] Foto: wap.mi.baca.co.id[/caption] Tidur merupakan salah satu kegiatan yang paling penting bagi tubuh untuk memulihkan diri. Terdapat sejumlah penelitian kesehatan yang menunjukkan pentingnya peran tidur bagi tubuh. Terdapat jumlah minimal tidur yang dibutuhkan oleh seseorang dalam sehari. Kekurangan tidur yang dialami seseorang ini bisa menimbulkan dampak yang tak terduga pada tubuh. Kurang tidur yang dialami seseorang bisa menyebabkan munculnya rasa lelah serta tubuh yang tak berfungsi secara maksimal. Hal ini juga bisa menimbulkan dampak kesehatan yang serius seperti munculnya stres serta meningkatkan risiko penyakit tertentu. Penelitian terbaru mengungkap bahwa kurang tidur terutama pada wanita bisa menyebabkan masalah tersendiri. Dilansir dari Medical Daily, diketahui bahwa pada wanita, kurang tidur bisa memunculkan masalah tulang. Secara khusus, hal ini bakal dialami oleh wanita usai menopause yang tidur kurang dari lima…
Read More