Hidup Sehat Cukup Dengan Cara Sederhana

Hidup Sehat Cukup Dengan Cara Sederhana

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5588" align="alignleft" width="254"] Foto: habitatindonesia.org[/caption] Setiap orang tentu ingin hidup sehat dan memiliki tubuh yang selalu bugar. Seringkali orang beranggapan, untuk hidup sehat itu mahal dan menyengsarakan. Padahal, tidak serumit itu. Beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya: Berhenti melakukan hal-hal dalam hidup yang tidak sehat atau buruk bagi diri sendiri. Bagi banyak orang, hal ini tidak mudah. Meski begitu, penting untuk melakukan langkah positif setiap harinya meskipun hanya hal kecil. Mulai melakukan hal-hal yang membawa manfaat kesehatan dan kesejahteraan diri. Terus konsisten melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kesehatan. Dengan menanamkan pikiran tersebut dalam diri, Anda akan cenderung lebih mudah untuk membiasakan diri dengan hal-hal positif. Berikut beberapa kebiasaan positif yang bisa mulai kamu terapkan dengan rutin untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat, berdasarkan saran dari experienced strength and…
Read More
Astaga Remaja Perfeksionis Rentan Depresi

Astaga Remaja Perfeksionis Rentan Depresi

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5582" align="alignleft" width="300"] Foto: sehat.link[/caption] Ternyata, penyebab lain remaja bisa mengalami stres dan depresi adalah perfeksionis dan ambisius, selain kerap mendapat perlakuan diskriminatif maupun bully dari luar. Hal ini dikatakan dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ., di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Remaja stres disebabkan oleh perfeksionisme dalam diri, terlalu ambisius. Misal gak bawa pensil alis bisa stres sendiri,” kata Nova Riyanti. Rasa ambisius terkadang dibutuhkan bagi remaja untuk mendorong mereka dalam melakukan sesuatu. Namun, ambisi bisa bersifat negatif apabila tidak diimbangi dengan realitas secara nyata. “Pengin kurus seperti Kendall Jenner tapi pas jajan di kantin makannya mi instan dua bungkus, ya nggak nyambung,” tambahnya. Remaja juga kerap kali dituntut untuk melakukan sesuatu secara sempurna, baik oleh keluarga maupun lingkungan. “Masa remaja itu masa serba nanggung. Pinter salah, enggak pinter makin…
Read More
Gaya Hidup Faktor Dominan Pencetus Kanker

Gaya Hidup Faktor Dominan Pencetus Kanker

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5585" align="alignleft" width="279"] Foto: hellosehat.com[/caption] Gaya hidup dan lingkungan menjadi factor yang dominan terjadinya kanker. Hal ini dikatakan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr dr Aru W. Sudoyo, SpPD KHOM, FINASIM, FACP, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Prof Aru mencontohkan, merokok atau tidaknya, rutin atau tidaknya olahraga, cara makan, dan perkembangan berat badan. “Ya karena memang sudah ada suatu paparan terhadap bahan karsinogen selama hidupnya berpuluh tahun dan juga orang kalau sudah ada kelemahan dari gennya di mana ada tambahan sedikit bisa jadi,” tuturnya. Sementara itu, Soehartati Gondhowiardjo MD. PhD, Ketua Perhimpunan Onkologi Radiasi Indonesia, membenarkan apa yang dikatakan oleh Prof Aru. Lebih jelas, ia menjabarkan hal ini lebih lanjut. “Itu merupakan kemungkinan. Saat ini data kanker adalah 1,4 per 1.000, tapi kalau dengan kita menjalani hidup sehat…
Read More
Banyak Konsumsi Gula Anak Cenderung Berperilaku Buruk

Banyak Konsumsi Gula Anak Cenderung Berperilaku Buruk

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5579" align="alignleft" width="300"] Foto: sahabatnestle.co.id[/caption] Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa makanan dan minuman yang mengandung banyak gula itu meningkatkan perilaku berisiko pada anak usia 11 hingga 15 tahun. Anak-anak cenderung menjadi brutal, minum alkohol, dan merokok. Anak-anak hampir tiga setengah kali lebih cenderung menjadi pengganggu bila mereka makan banyak permen dan minuman berenergi, sebuah penelitian menemukan fakta tersebut. Penelitian lain mengungkapkan bahwa kadar gula tinggi membuat anak lebih berpotensi dua kali lebih banyak terlibat perkelahian, dan 95 persen cenderung menjadi pemabuk, demikian laporan Dailymail. Para peneliti di belakang penelitian ini berkata bahwa minuman berenergi memperburuk perilaku anak lebih dari cokelat atau permen karena di dalamnya mengandung kafein juga. Penelitian yang dilakukan Bar Ilan University di Israel terhadap 137.284 anak usia 11, 13, atau 15 tahun dan hidup di 25 negara…
Read More
Memahami Istilah Akut dan Kronis pada Penyakit

Memahami Istilah Akut dan Kronis pada Penyakit

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5569" align="alignleft" width="300"] Foto: www.alodokter.com[/caption] Berbagai penyakit sering diberi embel-embel akut ataupun kronis, namun sesungguhnya apa arti dari kedua kata tersebut? Walau sering sekali digunakan, namun banyak orang yang tidak benar-benar memahami arti dan perbedaan dari kedua kata ini. Dilansir dari Diffen, kondisi akut adalah ketika gejala penyakit seseorang tiba-tiba muncul dan memburuk secara cepat. Sementara itu, kondisi kronis merupakan penyakit yang berkembang secara bertahap dan menjadi semakin buruk seiring waktu. Rasa sakit yang akut muncul pada tubuh secara seketika dan merupakan signal bagi tubuh untuk menyembuhkan luka seperti ketika jatuh, terantuk, dan lain sebagainya yang kemudian akan semakin berkurang seiring waktu. Pada penyakit akut seperti flu atau pilek, hal yang sama juga terjadi. Penyakit akan muncul secara tiba-tiba, memburuk dalam waktu yang singkat, namun kemudian menghilang. Sakit akut…
Read More
Kejiwaan Remaja Masalah Serius yang Butuh Perhatian Besar

Kejiwaan Remaja Masalah Serius yang Butuh Perhatian Besar

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5563" align="alignleft" width="300"] Foto: www.cnnindonesia.com[/caption] Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan gangguan kejiwaan pada remaja umumnya muncul pada usia 14 tahun, tapi sebagian besar tidak terdeteksi dan mendapatkan pengobatan. Menurut dr Nova Riyanti Yusuf SpKJ., Ketua Dewan Pakar Badan Kesehatan Jiwa (Bakeswa) Indonesia, secara global, depresi menjadi gangguan kejiwaan dan penyebab disabilitas terbanyak pada remaja. Bunuh diri menjadi penyebab ketiga terbesar kematian pada usia 15 hingga 19 tahun. “Oleh karena itu, dalam Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober, tema yang diangkat pada tahun ini ialah Kesehatan jiwa remaja,” ujar Nova dalam diskusi media terkait dengan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Munculnya gangguan kesehatan jiwa pada usia remaja, terang Nova, terkadang tidak diperhatikan secara serius. Ia mencontohkan yang umum dialami remaja, seperti rasa khawatir berlebihan dan gangguan makan,…
Read More
Ternyata Tidak Masalah Konsumsi Banyak Gula, Asalkan…

Ternyata Tidak Masalah Konsumsi Banyak Gula, Asalkan…

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5566" align="alignleft" width="300"] Foto: www.hotmagz.com[/caption] Terlalu banyak gula yang dikonsumsi dalam sehari dapat menyebabkan munculnya berbagai macam masalah seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, serta pembengkakan yang dapat berujung pada banyak kondisi kronis. Namun jangan buru-buru buang semua sumber gula terutama dari buah atau susu. Dilansir dari Men's Health, gula alami yang muncul dari buah (fruktosa) serta produk susu (laktosa) ternyata adalah dua jenis gula yang diperbolehkan. Sedangkan berbagai jenis gula tambahan seperti gula putih, gula coklat, dan berbagai gula bentuk cair yang sudah mengalami pemrosesan sebaiknya dihindari. Lalu kenapa gula alami ini dianggap cukup baik untuk dikonsumsi tanpa batasan? Hal pertama adalah karena terkandung pada gula dan susu yang menyebabkan untuk mengonsumsi gula jenis ini secara banyak maka kita harus memakan atau meminum buah dan susu tersebut. Konsumsi buah…
Read More
Anak-anak Butuh Gizi Seimbang

Anak-anak Butuh Gizi Seimbang

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5560" align="alignleft" width="300"] Foto: www.futuready.com[/caption] Di masa pertumbuhan, setiap anak berhak untuk mendapatkan asupan gizi seimbang, terutama pada 1000 hari pertama sejak kelahirannya. Menurut Endang Achadi, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, “1.000 hari pertama kehidupan, merupakan momen sangat penting untuk mengatur gizi si kecil agar tetap seimbang. Begitu juga dengan sang ibu. Hal ini bisa menjamin kualitas hidup anak hingga dewasa”. Gizi yang seimbang bisa diperoleh dengan mengonsumsi menu makan bayi penuh gizi dan sesuai porsi. Endang pun memberikan rumus agar menu makanan untuk anak terjamin aspek gizinya. “Secara umum, setengah piring makan terdiri dari makanan pokok yang sedikit lebih banyak dari lauk pauk. Separuhnya lagi, sayur yang banyak dan buah. Dan protein hewani agar asupan asam amino esensialnya terpenuhi,” ungkap Endang. Anak-anak suka sekali dengan makanan…
Read More
Simak 5 Kebiasaan Anak Milenial yang Merusak Kesehatan

Simak 5 Kebiasaan Anak Milenial yang Merusak Kesehatan

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5540" align="alignleft" width="300"] Foto: keluargacinta.com[/caption] Generasi milenial cenderung cuek dalam hal menjaga kesehatannya. Mereka terjebak pada kebiasaan-kebiasaan yang dapat merusak kesehatannya. Hindari 5 kebihasaan berikut agar tidak menyesal di hari tua nanti, yang disarikan dari berbagai sumber: Enggan berolahraga Olahraga adalah kunci dari tubuh sehat. Hanya dengan berolahraga beberapa jam setiap minggu, kamu bisa mencegah datangnya berbagai penyakit di hari tua. Sayangnya kebanyakan milenial dengan segudang aktivitas hariannya merasa bahwa olahraga tidak sempat dilakukan. Kuncinya adalah rutinitas, bukan olahraga berat, tapi waktunya hanya sesekali. Tidak mau membatasi makanan Saat ini industri kuliner Indonesia mengalami perkembangan pesat. Di mana-mana, bahkan setiap waktu, ada saja makanan baru yang menjadi hits di tengah kita. Bukan hanya makanan nusantara, makanan internasional pun menyelimuti kehidupan hari ini. Makanan-makanan tersebut pun kian mudah ditemukan. Kondisi…
Read More
Cukup 10 Menit Deteksi Kanker

Cukup 10 Menit Deteksi Kanker

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5543" align="alignleft" width="300"] Foto: lifestyle.analisadaily.com[/caption] Kecanggihan teknologi membuat orang kini dengan mudah mendeteksi penyakit, seperti kanker misalnya. Dilansir dari New York Post, penemuan ini menjamin kanker dapat diperiksa hanya dengan sebuah tes darah yang mudah dalam 10 menit saja. Cara tes ini dilakukan dengan mengenali sejumlah kecil DNA yang mengalir di pembuluh darah yang hanya dapat datang dari tumor dan bukan dari sel sehat. Penelitian ini memiliki pengaruh yang sangat besar karena dapat mendeteksi lebih awal munculnya kanker dan mengatasinya sebelum munculnya berbagai gejala. Pada masa mendatang, tes ini diharap dapat dilakukan secara bersamaan dengan tes darah rutin seperti pada cek kolesterol saat ini. Bahkan diharap dapat dites dengan hanya berbekal aplikasi ponsel saja. Profesor Matt Trau dari University of Queensland, menyebut temuan ini sebagai "cawan suci" bagi diagnosis…
Read More