Benarkah Diabetes Tidak Bisa Sembuh

Benarkah Diabetes Tidak Bisa Sembuh

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5393" align="alignleft" width="300"] Foto: ahchealthenews.com[/caption] Selama ini, diabetes dikenal sebagai penyakit berbiaya mahal. Ini lantaran banyaknya komplikasi, hingga harus menghindari makanan dan minuman manis. Berat, bukan? Belum lagi diabetes sering disebut penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Apakah pernyataan tersebut benar? Hingga saat ini, ahli kesehatan mengatakan bahwa diabetes tidak dapat disembuhkan. Bahkan diabetes masuk dalam golongan penyakit kronis (jangka panjang). Jika dibiarkan, diabetes akan menjelma menjadi komplikasi-komplikasi yang membahayakan nyawa. Seseorang bisa saja diamputasi, mengalami kebutaan, hingga gagal ginjal. Namun penelitian University of North Carolina School of Medicine mengungkapkan bahwa diabetes, terutama diabetes tipe 2, masih bisa dijinakkan. Maka kemunculan komplikasi bisa ditunda selama mungkin. Untuk membantu menghindari komplikasi dari diabetes tipe 2, diabetesi dianjurkan untuk menurunkan berat badan. Terutama jika masih tergolong kelebihan berat badan. Perlu diketahui, penurunan…
Read More
Jangan Biarkan Anak dan Remaja Menjadi Vegan Dini!

Jangan Biarkan Anak dan Remaja Menjadi Vegan Dini!

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5387" align="alignleft" width="300"] Foto: moveondiet.com[/caption] Beberapa orang dewasa memilih menjadi vegetarian untuk beberapa alasan, termasuk diet. Dengan menjadi vegetarian, mereka hanya mengonsumsi makanan dari tanaman. Namun, ada kelompok-kelompok usia yang tidak disarankan mengikuti cara dan pola makan vegan ini. “Saya tidak menyarankan anak-anak, remaja, dewasa muda, apalagi ibu hamil menjadi vegan,”  ujar Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Hardinsyah. Menurut Hardinsyah ada komponen penting bagi tubuh yang tidak bisa didapatkan dari sumber pangan nabati. “Salah satu keunggulan protein hewani itu adalah vitamin B12, di protein nabati itu enggak ada B12,” katanya. Padahal, vitamin B12 memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan sel-sel saraf, sel-sel darah merah, dan mencegah anemia, Lalu, seorang vegan pun tak bisa makan telur. Padahal, sumber pangan dengan kualitas protein paling baik berasal dari telur. Kehadiran protein dalam tubuh…
Read More
Ini 7 Cek Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Usia 70 Tahun

Ini 7 Cek Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Usia 70 Tahun

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5390" align="alignleft" width="300"] Foto: releaseinsider.com[/caption] Ada baiknya Anda rajin melakukan cek kesehatan sebelum usia 70 tahun. Berikut beberapa hal yang harus Anda periksa: Cek tekanan darah Semua orang tampaknya wajib melakukan cek tekanan darah secara rutin, terutama lansia. Ini bisa mendeteksi adanya tekanan darah tinggi yang bisa berdampak pada beberapa penyakit berbahaya lainnya, seperti penyakit jantung. Periksa berat badan Bukan hanya bayi dan anak-anak, lansia juga harus memeriksa berat badannya secara teratur. Penambahan berat badan pada lansia harus diwaspadai, biasanya bukan massa otot yang bertambah, melainkan lemak tubuh. Apalagi jika tidak disertai olahraga dan metabolisme pun melambat. Ini bisa memengaruhi kesehatan organ tubuh lainnya. Tes mamografi Tes mammografi ditujukan untuk memeriksa payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mendeteksi adanya tumor atau kanker payudara. Apalagi, penyakit kanker payudara lebih…
Read More
Ini Cara Mengatasinya Anak Alami Trauma

Ini Cara Mengatasinya Anak Alami Trauma

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5384" align="alignleft" width="300"] Foto: sehatfresh.com[/caption] Trauma pada anak bukan sesuatu yang mudah untuk diatasi. Anak yang pernah mengalami trauma harus diperhatikan secara khusus agar trauma yang ia rasakan tidak berkelanjutan. Pasalnya, trauma pada anak dapat mengganggu perkembangannya, yang kemudian bisa terbawa sampai ia dewasa. Trauma pada anak bisa didapatkan dalam bentuk trauma fisik dan psikologis. Trauma psikologis menyangkut pengalaman emosional yang menyakitkan, mengejutkan, menegangkan, bahkan terkadang mengancam jiwa si anak. Pengalaman ini bisa terjadi pada saat bencana alam, kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan terorisme. Dan trauma yang terjadi pada masa kanak-kanak dapat mempengaruhi perkembangan normal otak anak, termasuk pada ukuran bagian otak anak yang membantu mengontrol reaksi anak terhadap bahaya. Pada masa usia anak sekolah, trauma dapat menunda kemampuan anak untuk bereaksi terhadap bahaya, seperti refleks kejut. Perubahan biologis…
Read More
Berapa Sebenarnya Kadar Gula Darah Normal

Berapa Sebenarnya Kadar Gula Darah Normal

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5371" align="alignleft" width="300"] Berapa Sebenarnya Kadar Gula Darah Normal[/caption] Bicara soal diabetes, pasti selalu berhubungan dengan gula darah. Biasanya seseorang bisa dikatakan terkena diabetes jika kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal. American Diabetes Association dalam jurnalnya mengungkapkan ada satu fase antara yang disebut prediabetes, ketika kadar gula darah orang tersebut lebih tinggi dari batas normal namun belum cukup untuk disebut diabetes. Pada fase ini, orang tersebut berisiko jauh lebih tinggi terkena diabetes di kemudian hari. Namun, orang dengan kadar gula darah di fase prediabetes juga memiliki peluang untuk mengembalikan kondisi tubuhnya hingga kembali normal. Maka kondisi prediabetes sangat mungkin untuk disembuhkan. Pada dasarnya, spektrum glukosa darah pada seseorang dapat digolongkan menjadi empat macam, tergantung dari tes yang dilakukan. Dalam tes gula darah sewaktu bisa dikatakan normal ketika kadar…
Read More
Anak Bisa Stres Bila Tinggal di Lingkungan Buruk

Anak Bisa Stres Bila Tinggal di Lingkungan Buruk

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5365" align="alignleft" width="300"] Anak Bisa Stres Bila Tinggal di Lingkungan Buruk[/caption] Berada di lingkungan buruk sangat memungkinkan anak mengalami stres. Masalah-masalah kecil dapat membuatnya tertekan dan bisa mengganggu konsentrasinya. Oleh karena itu, orangtua perlu memberi perhatian ekstra akan kesehatan mental mereka. Ada banyak cara untuk menekan tingkat stres anak, salah satunya adalah tinggal di lingkungan yang baik. Demikian menurut studi terbaru yang dimuat dalam the Journal Psychosomatic Medicine. Lingkungan yang baik ini meliputi tempat tinggal dengan akses ruang hijau seperti taman, udara bersih, dan bahan makanan yang berkualitas. Dalam penelitian terhadap 113 anak dari keluarga berpenghasilan rendah yang tinggal di lingkungan buruk menunjukan tingkat kortisol rata-rata - penanda biologis dari respon stres tubuh - mencapai 75 persen. Namun, ketika periset meneliti 32 anak yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah…
Read More
Simak 5 Mitos Stroke yang Masih Dipercayai

Simak 5 Mitos Stroke yang Masih Dipercayai

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5368" align="alignleft" width="300"] Simak 5 Mitos Stroke yang Masih Dipercayai[/caption] Di zaman sekarang, mudah sekali menemukan serangan stroke di keseharian. Meski demikian, tidak semua orang punya pemahaman yang tepat tentang penyakit ini. Akibatnya, banyak bermunculan mitos stroke yang menyesatkan. Bahkan bisa membuat pasien terlambat mendapat pertolongan medis. Salah satunya adalah menusukkan jarum ke bagian tubuh tertentu hingga berdarah. Dokter mengatakan, mengeluarkan darah sama sekali tidak mengatasi stroke, karena stroke sendiri penyebabnya macam-macam. Berikut rangkuman beberapa mitos stroke yang masih banyak beredar. Mitos:Menusukkan jarum hingga berdarah bisa mengobati stroke Fakta: Menusukkan jarum di jari atau telinga hingga berdarah disebut bisa menurunkan tekanan darah, sehingga gejala stroke berkurang. Dokter sangat tidak menyarankan cara ini, karena biasanya hanya akan membuat pertolongan medis tertunda. Makin lama tertunda, peluang untuk pulih seperti semula akan…
Read More
Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5362" align="alignleft" width="245"] Jangan Sembarang Pilih Wadah Minum Bagi Anak[/caption] Wadah tempat minum anak-anak ternyata bisa menjadi sarana masuknya kuman ke dalam tubuh anak. Oleh sebab itu, para orangtua harus waspada dalam memilih wadah minum bagi anak-anak. “Saat ini banyak beredar produk berbahan plastik yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti BPA yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak,” ujar Andriani Melissa, Marketing Manager PT Thermos Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan, plastik terdiri atas berbagai bahan kimia monomer yang dalam kondisi tertentu kontak antara plastik dan makanan bisa menyebabkan migrasi (perpindahan) bahan-bahan kimia berbahaya dari wadah plastik ke makanan. “Semakin tinggi suhu makanan atau minuman, semakin tinggi kemungkinan terjadi migrasi. Lama waktu penyimpanan juga berpengaruh. Hal tersebut berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya. Karena itu, ia menganjurkan…
Read More
90 Persen Penyebab Kanker Payudara Karena Gaya Hidup

90 Persen Penyebab Kanker Payudara Karena Gaya Hidup

Artikel, Artikel Umum
[caption id="attachment_5348" align="alignleft" width="300"] Foto: alodokter.com[/caption] Bagi wanita masa kini, kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab munculnya penyakit ini? Menurut Dokter ahli bedah kanker payudara, dr Rachmawati, SpB(K)Onk., kanker payudara 90 persen disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. “Kita lihat secara global, apa sih penyebab? 90 persen itu gaya hidup dan 10 persen faktor genetik,” jelasnya. “Tapi yang ada riwayat keturunan atau genetik, dia memiliki risiko besar terkena kanker payudara,” tambah Rachma. Faktor gaya hidup yang dimaksud dr Rachma adalah merokok  dan makan dengan porsi yang berlebihan hingga mengakibatkan obesitas. Inilah yang tidak disarankan, mengingat obesitas juga bisa memicu berbagai penyakit. “Kalau nggak ada riwayat keluarga ya berarti dari gaya hidup dia yang memang tidak sehat,” tutupnya. (RN)
Read More
Anak Diare Butuh Antibiotik atau Tidak

Anak Diare Butuh Antibiotik atau Tidak

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_5342" align="alignleft" width="300"] Foto: mamapapa.id[/caption] Diare merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang anak-anak. Untuk penanganan diare ini, orangtua kadang galau, apakah perlu memberikan antibiotik atau tidak. Dalam penanganan diare pada anak, kata dr Reza Fahlevi dari Klik Dokter, ada lima pilar tata laksana yang bisa orangtua lakukan. Pertama, pastikan dulu bahwa kecukupan cairan si Kecil sudah kembali terpenuhi. Setelah itu, berikan makanan mengandung zink guna memperbaiki vili usus anak yang rusak. Ingat pula bahwa saat diare, banyak nutrisi yang terbuang sia-sia sehingga orangtua perlu memenuhi asupan nutrisi mereka. Nah, yang terakhir adalah pemberian antibiotik secara selektif pada kasus tertentu. Memang, secara umum penggunaan antibiotik tidak diperlukan kasus diare akut. Akan tetapi ada beberapa pengecualian. Penggunaan antibiotik pada anak diare harus dipantau oleh dokter. Sangat tidak dianjurkan bagi orangtua membeli…
Read More