Cermati Kematangan Pribadi Anak

Cermati Kematangan Pribadi Anak
Foto: happyqq.site

Seiring pertumbuhan, anak bakal berkembang terus menjadi pribadi yang matang. Hal ini bisa membuat mereka yang sebelumnya sangat penurut mulai menjadi pilih-pilih dan mandiri.

Bahkan tiba-tiba ia menolak pilihan sekolah yang orangtua ajukan dan memilih sekolah lain yang diinginkan. Nah, fase apakah ini? Kapankah orang tua bisa mulai melepas anak memilih sendiri? Dan hal apa yang bisa dilakukan oleh orangtua dengan pilihan tersebut?

Menurut Penny Handayani, M.Psi., Psikolog Pendidikan, pada ilmu Psikologi hal tersebut dapat dibahas dengan konsep “kemandirian”. Ini bisa nampak bila kita lihat si kecil semakin hari sudah mulai semakin bisa melakukan banyak hal tanpa bantuan orangtua, mulai dari memilih baju sampai menentukan sekolah untuknya.

Aspek kemandirian
Anak dapat dikatakan memiliki kemandirian yang utuh jika seluruh aspek kemandirian muncul terasah pada dirinya. Kemandirian terdiri dari beberapa aspek:

a) Emosi
Aspek ini ditentukan dengan kemampuan mengontrol emosi dan tidak tergantung pada orangtua

b) Intelektual
Aspek ini ditunjukkan dengan kemampuan mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.

Baca juga:  Bayi Kena Demam Berdarah? Kenali Gejalanya

c) Sosial
Aspek ini ditunjukkan dengan kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak bergantung atau menganggu orang lain

d) Ekonomi
Aspek ini ditunjukkan dengan menunjukkan mengatur ekonomi dan tidak bergantungnya kebutuhan ekonomi kepada orang tua.

 Lebih jauh Penny mengatakan, secara umum anak sudah dapat memilih sekolah pada rentang usia 12 tahunan, dimana anak sudah memasuki tahapan perkembangan.  Operasional Formal adalah usia dimana anak sudah dapat dikatakan mencapai periode baru awal kemandirian sebagai individu yang terpisah dari orangtuanya. “Kemajuan pola pikir pada anak selama periode ini ialah ia tidak perlu berpikir dengan bantuan benda atau peristiwa konkret,” ujarnya.

Anak mulai mempunyai kemampuan untuk berpikir abstrak tentang banyak hal. Hal inilah yang membantunya dalam memahami dunia dan membuat keputusan berdasarkan pemahaman tersebut. Anak anda juga sudah mampu memahami bentuk argumen dan tidak dibingungkan oleh dua sisi argumen yang berlawanan.

Hal inilah yang membuatnya dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri dari sisi emosi, intelektual, dan sosial. Namun karena pada usia 12 tahunan anak masih memiliki ketergantungan secara ekonomi, maka memang proses kemandirian belum sepenuhnya terjadi pada anak. (RN)

Baca juga:  Ini 3 Cara Bantu Hindarkan Anak dari Konten Video Terlarang