Waspadai, Dari Bayi hingga Lansia Bisa Terkena Hipotermia

Waspadai, Dari Bayi hingga Lansia Bisa Terkena Hipotermia

Dari Bayi hingga Lansia Bisa Terkena Hipotermia
Foto: hipwee.com

Hipotermia adalah keadaan darurat medis di mana tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang dapat dihasilkannya, sehingga menyebabkan penurunan suhu inti tubuh yang berbahaya. Tanpa pengobatan yang cepat dan tegas, jantung, paru-paru, dan organ lainnya dapat berhenti, menyebabkan kegagalan organ hingga kematian.

Hipotermia sering disebabkan oleh paparan cuaca dingin atau perendaman badan di air yang dingin. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh paparan terus-menerus terhadap suhu dalam ruangan di bawah 10 derajat Celcius. Biasanya hipotermia dialami oleh pendaki, penyelam, hingga bayi dan lansia yang kelelahan.

Apa saja gejala yang dirasakan ketika seseorang mengalami hipotermia?

  • Menggigil, meskipun ini mungkin berhenti saat suhu tubuh turun.
  • Bicara cadel atau bergumam.
  • Pernapasan lambat dan dangkal.
  • Denyut nadi lemah.
  • Kecanggungan atau kurangnya koordinasi.
  • Mengantuk atau energi sangat rendah.
  • Kebingungan atau kehilangan ingatan.
  • Penurunan kesadaran.
  • Kulit menjadi dingin dan berwarna merah (pada bayi).

Berikut cara menangani penderita hipotermia:

  1. Pindahkan orang tersebut dari tempat yang dingin, idealnya ke tempat yang kering dan hangat. Jika kamu tidak bisa masuk ke dalam ruangan, lindungi orang tersebut dari dingin dan angin, pertahankan dia dalam posisi horizontal sehingga darah dapat bersirkulasi dengan lebih lancar.
  2. Lepaskan pakaian basah. Potong pakaian jika perlu dan segera tutupi orang tersebut dengan selimut atau mantel kering. Pastikan untuk menutupi kepala orang tersebut, dan membiarkan wajahnya terbuka.
  3. Gunakan alas tidur untuk menghindarkan orang itu dari dinginnya tanah atau lantai.
  4. Panggil tim medis secara cepat.
Baca juga:  Perkenalkan Terobosan Baru Perawatan Kanker

Peringatan menangani orang yang terkena hipotermia dengan aman:

  • Bersikap lembut. Hindari menggosok orang tersebut secara agresif. Seseorang yang pernah mengalami paparan parah akan sering memiliki detak jantung yang tidak teratur. Jangan mengguncang, menggerakkan, atau memijat orang tersebut dengan penuh semangat karena dapat memicu serangan jantung.
  • Berikan minuman penghangat. Lakukan hanya jika orang tersebut waspada dan mampu menelan. Sediakan minuman hangat, manis, dan tidak berkafein. Hindari alkohol dalam bentuk apapun karena ini hanya akan membuat tubuh lebih dingin.
  • Gunakan kompres hangat dan kering. Idealnya kompres pemanasan instan pertolongan pertama (kantong plastik yang memanas saat diperas), handuk hangat pengering, atau bantal pemanas listrik yang disetel rendah.
  • Hindari panas yang intens dalam bentuk apa pun. Ini termasuk pemanas tiup atau mandi air panas. Kulit yang terlalu panas dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau, lebih buruk lagi, memicu aritmia yang berpotensi mematikan (detak jantung tidak teratur).
  • Hindari menghangatkan lengan atau kaki, karena ini memaksa dingin kembali ke jantung, paru-paru, dan otak, lebih lanjut menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan risiko kegagalan organ. Alih-alih, fokuskan perhatian terutama pada dada, selangkangan, dan leher di mana arteri utama berada. (RN)
Baca juga:  Merasa Lebih Muda Bikin Panjang Umur
× Hubungi kami!