Gejala Stroke Ringan Sering Diabaikan, Bahaya!

Artikel ini telah direview oleh
Gejala Stroke Ringan Sering Diabaikan
Foto: siloamhospital.com


Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak. Istilah stroke lebih dikenal daripada Cerebro Vaskuler Accident (CVA), kelainan ini terjadi pada organ otak. Lebih tepatnya adalah ganguan pembuluh darah otak. Stroke terjadi berupa penurunan kualitas pembuluh darah otak yang menyebabkan angka kematian yang tinggi.

Stroke ringan adalah kondisi ketika seseorang mengalami gangguan layaknya stroke tetapi hanya berlangsung dalam waktu singkat. Meski begitu, kondisi ini bisa menjadi salah satu ciri dan penyebab stroke di usia muda.

Transient Ischemic Attack (TIA) atau lebih dikenal dengan stroke ringan adalah serangan yang muncul secara tiba-tiba berupa gejala stroke, tetapi sifatnya sementara atau dalam waktu singkat. Kebanyakan stroke ringan adalah kondisi yang akan bertahan selama beberapa menit hingga jam, kemudian mereda dalam waktu 24 jam.

Meski serangan ini berlangsung singkat, tetap perlu diwaspadai karena stroke dapat menyebabkan kematian. Gejala yang ditimbulkan tidak dapat disepelekan begitu saja. Sebenarnya, penyebab stroke ringan sama dengan penyakit stroke yang umum terjadi (stroke iskemik). Keduanya sama-sama terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah. 

Penyebab Stroke Ringan

Sebenarnya, penyebab stroke ringan sama dengan penyakit stroke yang umum terjadi (stroke iskemik). Keduanya sama-sama terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah. Hanya saja, stroke ringan masih tergolong kondisi yang tidak berbahaya serta tidak berisiko menimbulkan kerusakan secara permanen pada otak.

Adapun penyebab lain dari stroke ringan adalah adanya penumpukan lemak atau plak pada pembuluh arteri. Arteri sendiri merupakan pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke otak dan seluruh tubuh. Penumpukan plak tersebut dapat menghambat aliran darah menuju arteri atau berpotensi menyebabkan penggumpalan darah. Gumpalan darah yang bergerak dalam pembuluh darah arteri menuju otak dapat menimbulkan serangan stroke ringan.

Baca juga:  Minimalisir Penyakit Jantung Saat Tua, Lakukan Gaya Hidup Sehat

Pasalnya, gumpalan ini dapat bergerak dari pembuluh darah yang berada di jantung atau bagian tubuh lain, sehingga tak jarang orang dengan penyakit jantung turut mengalami stroke.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke ringan adalah sebagai berikut:

  • Telah memasuki usia lanjut, yaitu di atas 55 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan stroke atau stroke ringan
  • Pernah mengalami stroke ringan
  • Mengalami kondisi anemia sel sabit

Beberapa faktor risiko di atas tidak dapat dikendalikan. Namun, faktor-faktor stroke ringan yang dapat Anda kendalikan, di antaranya adalah:

  • Kebiasaan merokok
  • Kurang aktivitas fisik
  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Menderita penyakit jantung, seperti infeksi, detak jantung tidak normal, atau gagal jantung
  • Diabetes
  • Obesitas atau berat badan berlebih
  • Kebiasaan minum minuman beralkohol berlebihan

Bisa dialami usia di bawah 55 tahun

Dikutip dari laman Kemenkes RI, sebagian besar kejadian stroke dialami oleh laki-laki dan usianya umumnya di atas 55 tahun. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan pola hidup masyarakat stroke dapat menyerang di usia di bawah 55 tahun.

Dapat diambil kesimpulan bahwa stroke adalah penyakit sistem persyarafan yang mana pada pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak yang dapat mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani.

Gejala stroke

Gejala stroke ringan harus dikenali dengan mendapatakan pemeriksaan dan perawatan medis di rumah sakit. Berikut gelaja stroke ringan yang perlu dikenali :

  • Kelemahan pada salah satu sisi anggota tubuh, misalnya wajah atau kaki
  • Cara bicara menjadi pelo, cadel, dan tidak jelas
  • Kesulitan atau bingung memahami perkataan orang lain
  • Pandangan mata kabur atau bahkan mengalami kebutaan pada salah satu atau kedua mata.
  • Kesemutan atau mati rasa mendadak di bagian tubuh tertentu
  • Pusing atau kehilangan keseimbangan mendadak
  • Sakit kepala parah tanpa sebab yang tiba-tiba muncul.
  • Mual dan muntah
  • Kesulitan menelan makanan
Baca juga:  Hindari Stres, Tenangkan Pikiran Dengan Cara Ini

Meski hanya terjadi sementara, Anda harus mendapatkan pertolongan pertama pada stroke sesegera mungkin ketika mengalami kondisi tersebut.

Cara mencegah stroke 

Perlu diketahui bahwa stroke ringan bisa berpotensi menjadi stroke yang membahayakan.  Berikut cara mencegah stroke ringan yang bisa dilakukan sekarang:

  • Menurunkan berat badan
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Olahraga secara teratur setidaknya 4-5 kali seminggu
  • Mengobati diabetes
  • Berhenti merokok
  • Berhenti konsumsi alkohol
  • Membatasi konsumsi makanan yang mengandung natrium, lemak jenuh, dan kolesterol
  • Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah dan sayur

Pengobatan Stroke Ringan

 

Cara mengatasi stroke ringan yang tepat akan disesuaikan dengan penyebab, tingkat keparahan, serta lokasi sumbatan aliran darah.
Adapun beberapa upaya pengobatan stroke ringan adalah sebagai berikut:

  • Pemberian obat-obatan: Beberapa obat yang biasa diberikan oleh dokter sebagai penanganan stroke ringan adalah antiplatelet, antikoagulan, obat tekanan darah, dan obat untuk meregulasi lipid (seperti statin, fibrat).
  • Endarterektomi karotis: Prosedur operasi yang bertujuan untuk menghilangkan penumpukan plak dan lemak yang menyebabkan penyempitan pada pembuluh arteri karotis.
  • Angioplasti: Prosedur yang dilakukan dengan menggunakan alat seperti balon untuk membuka sumbatan pada arteri serta menempatkan tabung kawat kecil (stenting) sebagai penyangga arteri.

Pastikan Anda mendapatkan penanganan stroke ringan secara tepat agar kondisi ini tidak berlanjut menjadi stroke iskemik yang lebih berbahaya. Bila terjadi tanda-tanda seperti di atas ada baiknya segera ditangani secara medis. (RN)

× Hubungi kami!