Ini Penyebab Darah Rendah: Gejala dan Cara Mengatasinya

Artikel ini telah direview oleh
Penyebab Darah Rendah: Gejala dan Cara Mengatasinya
Foto: unaira.ac.id

Apakah kamu pernah mengalami keluhan seperti merasa pusing saat berdiri, mata berkunang-kunang, atau bahkan pernah pingsan saat beraktivitas? Gejala tersebut tidak boleh dianggap sepele, karena bisa jadi mengindikasikan darah rendah.

Hipotesis atau darah rendah merupakan kondisi medis yang terjadi ketika tekanan darah berada di bawah batas normal yaitu lebih rendah dari 60/90 mmHg. Lantas, apa yang menyebabkan darah rendah dan bagaimana gejala serta cara mengatasinya? Berikut penjelasannya.

Penyebab Darah Rendah

Menurunnya tekanan darah secara mendadak sebenarnya dapat terjadi saat sehabis makan, saat berdiri terlalu cepat, atau saat mengalami peristiwa yang membuat trauma. Namun, selain itu masih ada faktor lainnya yang memicu darah rendah. Berikut penyebabnya:

  1. Dehidrasi
    Demam, diare akut, muntah-muntah, olahraga berat, dan penggunaan obat-obatan secara berlebih merupakan kondisi yang dapat mengakibatkan dehidrasi tubuh. Ketika tubuh kekurangan cairan, maka hal ini pun akan berdampak pada menurunnya volume darah yang kemudian menyebabkan rendahnya tekanan darah.
  1. Kehilangan darah
    Berikutnya, penurunan tekanan darah secara drastis dapat terjadi ketika tubuh kehilangan banyak darah akibat cedera atau pendarahan yang mengurangi kadar darah.
  1. Kekurangan nutrisi saat menjalani diet
    Sebagian besar orang sering luput memerhatikan asupan nutrisinya ketika menjalani diet. Padahal, kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, asam folat,dan zat besi akan menghambat tubuh untuk memproduksi cukup sel darah merah sehingga menyebabkan tekanan darah rendah.
  1. Infeksi atau reaksi alergi
    Dalam beberapa kasus, darah rendah kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi (Septicemia) dalam aliran darah sehingga menimbulkan syok yang akan menurunkan tekanan darah. Kondisi seperti ini harus diwaspadai karena berisiko mengancam jiwa. Selain karena infeksi, Reaksi alergi akut atau Anaphylaxis juga termasuk faktor yang mengakibatkan penurunan tekanan darah secara mendadak.
  1. Penyakit hormon
    Selanjutnya, tekanan darah juga dapat menurun akibat penyakit yang berkaitan dengan hormon, seperti kondisi kekurangan hormon (penyakit Addison), gula darah rendah (Hypoglycemia), atau terkadang juga diakibatkan oleh penyakit diabetes.
  1. Penyakit jantung
    Selain diakibatkan oleh gangguan endokrin, kondisi serangan jantung, gagal jantung, dan denyut jantung lemah (Bradycardia) pun termasuk faktor penyakit yang berdampak pada penurunan tekanan darah.
  1. Kehamilan
    Kondisi darah rendah cukup lumrah terjadi ketika memasuki trimester pertama, kedua, atau 24 minggu masa kehamilan. Biasanya, tekanan darah akan Kembali pulih pasca melahirkan. Tekanan darah rendah pada ibu hamil juga kemungkinan disebabkan karena pendarahan atau komplikasi.
  1. Konsumsi alkohol dan obat-obatan
    Konsumsi alkohol dan obat-obatan juga perlu diawasi karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah. Beberapa jenis obat-obatan yang berisiko mengakibatkan darah rendah misalnya obat Antidepresan, Diuretik, Atenolol, Lasix, Imipramine, dan Propanolol. Bahkan, tak menutup kemungkinan bahwa suplemen herbal dan pengobatan rumahan juga bisa menurunkan tekanan darah.
  1. Suhu ekstrem
    Faktor berikutnya, suhu dingin atau panas yang ekstrem pun dapat memengaruhi kondisi hipotensi dan bisa memperparah gejala darah rendah.
  1. Penyakit saraf
    Kelainan saraf seperti penyakit Parkinson dapat memengaruhi kinerja sistem saraf dalam mengontrol tekanan darah pada tubuh. Pengidap penyakit saraf biasanya akan merasakan gejala darah rendah setelah makan karena sistem pencernaan mereka memerlukan lebih banyak pasokan darah untuk membantu mencerna makanan.
Baca juga:  Waspadai Aritmia Berakibat Kematian Mendadak

Gejala Darah Rendah

Setelah mengetahui penyebab darah rendah, berikut ada beberapa kondisi fisik yang patut diwaspadai sebagai gejala darah rendah atau Hipotensi:

  • Pusing
  • Tubuh lemas
  • Pingsan
  • Kulit Pucat
  • Jantung berdenyut terlalu cepat atau terlalu lambat
  • Susah konsentrasi
  • Mual atau muntah
  • Pandangan buram

Cara Mengatasi Darah Rendah

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengobati darah rendah, tergantung faktor penyebab dan tipe hipotensi yang dirasakan. Berikut sejumlah cara mengatasi darah rendah:

  1. Ubah mola makan
    Jika kondisi darah rendah sering dialami sehabis makan, maka ada baiknya untuk mengatur ulang pola makan kamu. Alih-alih makan dalam jumlah banyak, usahakan untuk makan dalam porsi kecil sesering mungkin dalam sehari. Selain itu, hindari gerakan berdiri terlalu cepat setelah makan.
  1. Minum air yang cukup
    Asupan air sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi sehari-hari. Oleh karena itu, untuk mencegah darah rendah akibat dehidrasi, pastikan untuk minum banyak air putih, khususnya saat diare atau muntah-muntah. Terkadang, dokter juga menyarankan konsumsi elektrolit untuk menjaga tekanan darah.
  1. Berdiri secara perlahan
    Jika kamu mengalami darah rendah, hindari berdiri secara terburu-buru. Sebaliknya, ubah posisi secara perlahan melalui gerakan-gerakan kecil.
  1. Pakai stoking kompresi
    Stoking kompresi atau stoking penyangga terbuat dari bahan elastis yang biasanya dipakai untuk meredakan nyeri dan pembengkakan akibat varises. Pemakaian stoking ini juga bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah dari kaki ke jantung.
  1. Pengobatan medis
    Solusi terakhir yang dapat ditempuh untuk mengobati Hipotensi antara lain adalah dengan mendapatkan pengobatan medis secara langsung dari dokter. Pada kasus Hipotensi kronis, umumnya dokter akan meresepkan obat midodrine untuk menambah tekanan darah.
Baca juga:  Mengenal Penyakit Mastitis Payudara, Kaum Hawa Wajib Tahu

Darah Rendah versus Kurang Darah

Darah rendah berbeda dengan kurang darah. Darah rendah dapat terjadi baik sebagai suatu kondisi sendiri maupun sebagai gejala dari penyakit lain. Seperti yang telah disebutkan, seseorang dikatakan mengalami hipotensi saat tekanan darah di bawah 90/60 mmHg. Angka 90 ini menunjukan tekanan darah ketika jantung sedang berkontraksi (sistolik), sementara angka 60 merupakan tekanan darah ketika jantung sedang relaksasi.

Sementara, kurang darah disebut anemia yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Di dalam sel darah merah terdapat hemoglobin yang merupakan protein yang berperan untuk mengangkut oksigen dari paru ke seluruh tubuh. Ketika tubuh kekurangan sel darah merah tentu kadar Hb (hemoglobin) pun ikut berkurang. Anemia terjadi saat kadar hemoglobin termasuk kurang dari 13,5 gram/dL pada pria, atau kurang dari 12 gram/dL pada wanita. (RN)

× Hubungi kami!