BRS, Terapi Jantung Terbaru

Artikel
Dunia ilmu pengetahuan terus berkembang. Saat ini telah hadir Metode penanganan penyakit jantung dengan menggunakan stent bersalut obat yang larut dalam pembuluh darah. Dengan intervensi minimal invasif tersebut, pasien memiliki peluang kesembuhan lebih tinggi dan efek samping pun jauh berkurang. Menurut Prof Dr Teguh Santoso SpPD KKV SpJP., bioresorbable scaffold (BRS) merupakan teknologi baru penanganan jantung jenis stent. Selama ini stent digunakan untuk menahan dan menghilangkan penyempitan pembuluh darah demi memperlancar pasokan darah ke jantung. Metode BRS diterapkan di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Perbedaan BRS dengan stent lainnya adalah kemampuan BRS untuk larut dalam tubuh. Berbeda dengan stent berbahan metal, BRS memakai bahan PLLA (poly leuctic acid) yang lambat laun bisa larut dalam tubuh. “Saat memasang BRS pada pembuluh darah disertakan obat. Bahan PLLA ini bisa larut dalam tubuh…
Read More

Tetap Aktif Bikin Otak Tetap “Awet Muda”

Artikel
Orang tua dengan banyak aktivitas cenderung memiliki lebih banyak daerah abu-abu, komponen utama dari sistem saraf pusat di otak mereka ketimbang rekan-rekan yang kurang aktif. Rutin bergerak di sekitar rumah, berjalan santai, atau berlari, ibarat “mengawetkan” struktur otak, bahkan untuk individu dengan gejala ringan dan berat penurunan mental,” kata penulis studi James T. Becker, profesor psikiatri di University of Pittsburgh School of Medicine. Para peneliti menganalisis data dari sebuah studi kesehatan jantung jangka panjang dari 876 orang berusia 65 tahun dan lebih tua. Para responden menjalani penilaian kognitif, volumetrik pencitraan otak, dan menjawab kuesioner tentang kegiatan mereka sehari-hari. Peneliti juga mengukur volume daerah abu-abu pada responden. Setelah memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi volume otak, termasuk ukuran kepala, usia, jenis kelamin, daerah putih di otak, kerusakan kognitif ringan dan status…
Read More

Istimewanya Jalan Kaki

Artikel
Dibanding berbagai jenis kegiatan olahraga, berjalan kaki terbilang istimewa. Hampir setiap orang, mulai dari balita berusia 3 tahun sampai lansia berumur 80 tahun, punya keterampilan berjalan kaki. Berjalan kaki bisa dilakukan sendiri atau berkelompok, sambil berdiam diri atau asyik mengobrol. Yang pasti, risiko cidera kegiatan ini sangat minim tapi manfaatnya besar. Olahraga jalan kaki yang dilakukan teratur terbukti mengurangi risiko terkena penyakit kronis dan kematian dini. Berjalan kaki juga efektif mencegah tekanan darah tinggi, kegemukan, serta dalam jangka panjang mencegah penyakit stroke, kanker payudara, diabetes melitus, osteoporosis, dan depresi. Bahkan orang yang sudah terkena penyakit kronik tetap mendapat manfaat dari aktivitas fisik ini. Berjalan kaki diketahui bisa mengurangi keparahan gejala penyakitnya. Atur langkah Bila Anda ingin membangun kekuatan otot, ubahlah kecepatan kaki setiap beberapa langkah, sementara mendaki bukit bisa memperkuat…
Read More

Kurangi Makanan Berlemak Agar Tidak Cepat Keriput

Artikel
Kulit keriput bak musuh bagi mereka yang selalu rindu berpenampilan muda dan energik, terutama kaum Hawa. Langkah awal untuk mendapatkan kulit yang kenyal dan bebas kerutan bukanlah kosmetik yang mahal. Mulailah dari cara paling sederhana, yakni mengatur asupan makanan. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta mengurangi asupan makanan berlemak merupakan cara untuk mencegah penuaan dini pada kulit. Konsultan anti-aging, dr Ariana Suryadewi, M.Biomed mengungkapkan, makanan berlemak dapat merusak kolagen dalam tubuh. Kolagen merupakan protein penting yang membuat kulit tetap kencang. “Kalau kolagen menurun jumlahnya akan muncul keriput,” kata Ariana dalam diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Seiring bertambahnya usia, kolagen yang diproduksi secara alami dalam tubuh memang mengalami penurunan. Menurunnya produksi kolagen pada usia di atas 20 tahun bisa menyebabkan kulit keriput dan terlihat kusam. Akan tetapi, asupan makanan dapat…
Read More

Cermati Kandungan Gula Dalam Buah Favorit Anda

Artikel
Makan buah sangatlah baik untuk kesehatan. Tapi ada baiknya Anda mencermati kandungan gula dalam buah favorit yang kerap Anda konsumsi. Tidak bisa dipungkiri, potongan buah segar merupakan pilihan yang baik untuk memuaskan rasa ingin ngemil di sela waktu makan. Selain disantap langsung, kita juga bisa menikmati buah dalam bentuk jus, smoothie, atau campuran salad. Bila Anda termasuk orang yang aktif dan sehat, mengonsumsi terlalu banyak fruktosa (gula dari buah) mungkin tak akan menimbulkan masalah. Namun, lain halnya jika Anda berisiko diabetes atau sedang mengurangi asupan gula secara umum. Ketahui berapa banyak kandungan gula dalam buah favorit Anda dalam takaran berat 3 ons. Stroberi : mengandung 4,1 gram dan 27 kalori Jambu merah : mengandung 4,2 gram dan 37 kalori Pepaya : mengandung 4 gram dan 34 kalori Semangka : mengandung…
Read More

ASLI Nilai Pentingnya Care-Giver Bagi Lansia

Artikel
Sejak awal terbentuk pada 25 September 2014, Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya membangun paradigma baru dalam kehidupan para lanjut usia (lansia). Hal itu dikatakan Marlin Marpaung, Chairman ASLI. Menurut Marlin, ASLI didirikan dan merupakan kumpulan dari organisasi yang berorientasi profit untuk usaha yang berkelanjutan dalam penyediaan layanan hidup bagi senior. Anggota ASLI terdiri dari organisasi yang bergerak di dalam layanan hidup senior. Ada yang bergerak di bidang penyediaan hunian senior (senior living), senior day care, senior club, senior home care, rekruitmen dan pelatihan serta penyediaan care giver untuk senior, rehabilitasi senior,  media senior, serta senior tour dan travel. Paradigma yang baru ini harus meletakkan peranan dan kontribusi yang proporsional dan rasional antara senior, keluarga, masyarakat umum, dan pemerintah dalam membangun kota dan negara yang ramah…
Read More

Ginjal Bermasalah? Cermati Tanda-Tanda Ini

Artikel
Tak sedikit orang yang tidak menyadari bahwa sebenarnya dirinya menderita penyakit ginjal kronik. Ini lantaran gejala penyakitnya sangat samar atau mirip dengan penyakit lain. Ada banyak penyebab penyakit ginjal kronik, tapi paling sering disebabkan oleh penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. Penyakit ginjal kronik ditandai dengan ketidaknormalan pada ginjal, misalnya saja ada protein di urine dan mengalami penurunan fungsi ginjal selama tiga bulan atau lebih. Yang penting untuk diketahui adalah mewaspadai gejalanya sehingga pengobatan bisa dilakukan secepatnya. Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami beberapa gejala gangguan ginjal ini: Perubahan pola buang air kecil Ginjal memproduksi urine, karena itu ketika ginjal bermasalah maka terjadi perubahan pola buang air kecil. Misalnya saja sering kencing di malam hari, urine berbusa, lebih sering kencing, atau justru jadi jarang buang air kecil. Bengkak Ginjal…
Read More

Inilah 5 Manfaat Kesehatan Dari Menangis

Artikel
Tidak selamanya menangis adalah hal yang memalukan. Bahkan, pakar mengatakan menangis adalah hal yang lumrah bagi manusia, apa pun penyebabnya. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 mafaat kesehatan yang didapat dari menangis: Detoks Proses membuang racun dari dalam tubuh atau detoks bisa dilakukan dengan menangis. Dr Willian H Frey II, seorang ahli biokimia dari Psychiatry Research Laboratories di St. Paul-Ramsey Medical Centre menemukan menangis mengeluarkan zat seperti tubuh ketika menghembuskan napas, buang air kecil dan berkeringat. Beberapa zat yang turut serta keluar ketika menangis adalah prolaktin protein, hormon adrenokortikotropik dan endrorphin leucine-enkephalin yang bisa mengurangi rasa sakit. Membunuh bakteri Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Food Microbiology menemukan fakta bahwa air mata memiliki kekuatan antimikroba yang kuat dalam melindungi terhadap kontaminasi anthrax. Air mata mengandung lisozim yang berguna untuk membunuh…
Read More

Hindari Penuaan, Baiknya Lansia Konsumsi Susu

Artikel
Banyak lanjut usia (lansia) menghadapi masalah kesehatan. Salah satu kuncinya adalah asupan gizi yang baik. Penelitian baru-baru ini menunjukkan kandungan dalam produk susu memainkan peranan yang penting dalam mencegah masalah kesehatan yang kerap dialami di usia senja. Studi yang disampaikan oleh Dairy Council mengungkapkan orang tua yang lebih sedikit mengonsumsi produk susu lebih rentan mengalami masalah penuaan. Sebaliknya, orang-orang yang mengonsumsi produk susu dengan jumlah cukup setiap hari, berisiko lebih rendah mengalami sarcopenia atau penyakit menghilangnya massa otot dan juga osteoporosis. Peneliti mengakui perlu studi lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. Namun, studi awal menunjukkan bahwa protein kualitas tinggi pada produk susu dapat membantu mempertahankan massa otot dan mengurangi risiko kerapuhan pada orang tua. “Kualitas protein merupakan aspek yang kurang diperhatikan dari rekomendasi protein untuk orang tua. Maka dari itu, seharusnya…
Read More

Minimalkan Risiko Jantung dan Stroke Rutinlah Konsumsi Buah

Artikel
Orang dewasa yang makan buah segar, seperti apel dan jeruk setiap hari, risiko kematian akibat serangan jantung atau strokenya berkurang sekitar sepertiga, dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah makan buah. Hal itu dikatakan pemimpin penelitian Dr. Liming Li, wakil presiden Chinese Academy of Medical Sciences. Menurut dia, “Konsumsi buah penting bagi kesehatan jantung Anda”. Relawan studi yang makan buah paling sering memiliki tekanan dan gula darah paling rendah dibanding yang lainnya. Hal inilah yang menjelaskan tentang penurunan risiko serangan jantung dan stroke pada penggemar buah, kata Li. Untuk penelitian ini, Li dan rekan mengumpulkan data lebih dari 500.000 orang dewasa, usia 30 hingga 79, antara 2004 dan 2009. Para relawan tidak ada yang memiliki riwayat penyakit jantung. Awalnya, kurang dari satu dari lima orang relawan yang rutin makan…
Read More