Ini Gangguan Tidur yang Kerap Dialami Senior

Artikel
Hasil penelitian menemukan bahwa orang berusia 65 tahun tidur satu jam lebih sedikit daripada mereka yang berusia di bawahnya. Walaupun perbedaannya hanya satu jam, Natalie D. Dautovish, PhD, pakar lingkungan The National Sleep Foundation (NSF) mengatakan hal ini membuktikan waktu tidur berubah sesuai umur. “Pada usia 50 tahun, seseorang akan lebih mudah terbangun saat malam dan ini memperpendek waktu tidur,” jelas Dautovich. The NSF juga menemukan 71 persen dari orang berusia 55-64 tahun melaporkan beberapa masalah tidur, termasuk kesulitan tidur, mendengkur, dan bangun tidur dalam keadaan tubuh masih lelah. Dautovich menyarankan bagi siapapun yang memiliki gangguan tidur seperti ini untuk memeriksakan diri ke petugas medis. “Gangguan lain yang dirasakan misalnya perubahan waktu tidur. Hal ini terjadi karena setelah manusia melalui fase pertumbuhan, siklus 24 jam mengalami perkembangan dan otak kita…
Read More

Terbukti, Rajin Ibadah Bikin Panjang Umur

Artikel
Ibadah tidak hanya bermanfaat dari sisi spiritual. Studi terbaru dari Amerika Serikat menyebut rajin beribadah juga bisa membuat umur lebih panjang. Tyler J. VanderWeele, profesor bidang epidemiologi dari Harvard, melakukan penelitian kepada 75.534 orang selama 16 tahun. Para partisipan di survei kesehatan, gaya hidup serta frekuensinya pergi ke tempat ibadah sesuai agama masing-masing dalam satu minggu. Hasil penelitian menyebut bahwa partisipan yang pergi ke rumah ibadah lebih dari satu kali dalam seminggu berkurang risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan kanker sebesar 33 persen. Mereka yang datang seminggu sekali berkurang risikonya 26 persen dan yang datang tidak sampai seminggu sekali berkurang 13 persen. Dalam publikasinya di JAMA Internal Medicine, peneliti menduga ada beberapa kepribadian di mana orang-orang yang pergi ke tempat ibadah biasanya memang sudah mengadopsi gaya hidup sehat, tidak minum…
Read More

Usia Harapan Hidup Meningkat, Lansia Membludak

Artikel
Meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia membuat jumlah orang lanjut usia (lansia) semakin banyak. Hal ini bisa berefek positif, bisa juga negatif. Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, drg Untung Suseno Sutarjo, MKes., Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah lansia terbesar di dunia. Hal ini merupakan dampak dari meningkatnya kualitas dan standar pelayanan kesehatan di masyarakat. "Usia harapan hidup di Indonesia meningkat dari 68,6 tahun di 2004 menjadi 70,8 tahun di 2015. Pada tahun 2035 diperkirakan meningkat lagi menjadi 72,2 tahun," tutur drg Untung, dalam temu media Hari Lanjut Usia Nasional di Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dijelaskannya Untung, bertambahnya jumlah lansia ini bisa berefek positif jika lansia dalam keadaan sehat. Namun jika dalam keadaan sakit, maka potensi kerugian negara dari pembiayaan Jaminan…
Read More

Bukan Usia yang Tentukan Sehat Tidaknya Kita

Artikel
Usia kronologis alias usia yang dihitung sejak kita lahir dapat menentukan banyak hal. Salah satunya adalah faktor risiko kesehatan. Melalui proses biologis yang terjadi dalam tubuh yang berjalan sesuai usia, dokter bisa mengetahui apakah kita berisiko menderita penyakit tertentu. Misalnya, penyakit kanker dan jantung biasanya diderita oleh orang berusia lanjut. Berusia di atas 70 tahun? Anda rentan mengalami patah tulang dan gangguan persendian. Lalu, dari gaya hidup kita, misalnya punya kebiasaan merokok atau berolahraga, bisa diprediksi penyakit lain yang mungkin akan diderita. Meski begitu, menurut hasil studi-studi terbaru, penyakit yang spesifik atau organ yang spesifik berdasarkan usia kronologis bukan cara terakurat untuk menentukan seberapa sehat seseorang. Anda mungkin tahu ada orang berusia di atas 80 tahun yang tetap aktif secara fisik dan kemampuan otaknya masih prima, atau sebaliknya, orang yang…
Read More

Kurangi Makanan yang Digoreng, Ini 7 Alasannya

Artikel
Harus diakui, makanan yang digoreng biasanya terasa lebih nikmat. Tapi yang nikmat belum tentu sehat. Ada bahaya mengintai di balik kenikmatan makanan yang digoreng. Berikut beberapa alasan mengapa kita harus mengurangi menggoreng makanan : Bisa memicu diabetes. Percaya atau tidak, makanan yang digoreng berpotensi memicu diabetes dibanding gula. Alasannya, makanan yang digoreng mengandung lemak tinggi. Lemak lebih berpotensi memicu diabetes ketimbang gula. Dapat memicu penyakit jantung. Makanan yang digoreng memiliki tingkat kolesterol yang tinggi. Mengkonsumsi makanan digoreng secara berlebihan terus-menerus sama saja seperti menimbun kolesterol. Cepat atau lambat hal itu akan menimbulkan masalah bagi jantung. Bikin gemuk. Ingin langsing? Kurangi menyantap makanan yang digoreng. Sebuah penelitian di Spanyol menemukan kaitan antara makanan yang digoreng dan kegemukan. Penelitian itu menyebutkan kalau makanan digoreng memiliki kalori lebih besar. Sebagai perbandingan, dada ayam…
Read More

ATEROSKLEROSIS Ketika Pembuluh Darah Kaku dan Menyempit

Artikel
Pembuluh darah yang sehat adalah yang aliran darahnya bisa berjalan lancar dan kondisinya lentur. Akibat pola makan dan faktor lainnya, pembuluh darah bisa menjadi kaku dan menyempit. Kondisi yang disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis berasal dari bahasa Yunani, athero berarti bubur atau lengket, dan scleroris yang berarti keras. Karenanya aterosklerosis bisa diartikan sebagai pengerasan arteri. Pengerasan dan penyempitan pembuluh darah berjalan pelan selama puluhan tahun, sehingga lama-lama akan membuat arteri tersumbat. Kondisi ini merupakan penyebab serangan jantung dan stroke. Para ahli menyebutkan, aterosklerosis dimulai dengan kerusakan endotelium (lapisan tipis pada pembuluh darah), akibat tekanan darah tinggi, merokok, atau kolesterol tinggi. Kerusakan ini memicu terbentuknya plak. Ketika aterosklerosis terbentuk, timbunan akan terus membesar sampai akhirnya benar-benar menyumbat pembuluh darah. Proses itu bisa terjadi di seluruh tubuh. Akibatnya, bukan hanya jantung yang beresiko,…
Read More

Waspadai Kandungan Gula Pada Makanan Anak

Artikel
Banyak produk makanan dan minuman di supermarket untuk anak, yang sekilas terlihat aman justru mengandung kadar gula yang berbahaya. Seorang ayah dari Inggris, Dean Dempsey (41), menghabiskan satu minggu untuk memeriksa 106 bekal di sekolah TK anaknya. Dia ingin mengetahui apa yang dibawa orangtua untuk anak-anak mereka. Hasilnya sangat mengejutkan, salah satu bekal mengandung 49,5 gram gula, atau sekitar dua belas sendok teh. Padahal, anak-anak usia 4 hingga 8 tahun disarankan untuk tidak makan gula lebih dari 3 sendok teh atau 12 gram setiap harinya. Ayah dua anak ini adalah pemilik dari perusahaan Naturelly Jelly Juice dan terinspirasi untuk melakukan penelitian tersebut setelah mengalami kesulitan dalam mencari camilan sehat untuk anaknya. Dia juga menemukan bahwa produk supermarket yang paling populer adalah Capri Sun rasa blackcurrant (16,2 gram gula), yogurt merek…
Read More

Penderita Diabetes Sebaiknya Lakukan Olahraga Ringan

Artikel
Manusia dirancang untuk bergerak. Karena itu, rajinlah bergerak. Hasil penelitian menunjukkan para penderita diabetes atau biasa disebut diabetesi bila rajin melakuan olahraga ringan, maka akan membuat kadar gula darah menjadi normal. Misal, para diabetesi saat duduk santai bisa diselingi dengan berjalan, squat atau olahraga betis setidaknya selama 3 menit, mereka memiliki tingkat gula darah yang lebih rendah. Hormon insulin dan protein c-peptida dalam darah—yang dapat meningkat ketika diabetes—pun terkontrol dengan baik. “Sistem biologis akan berfungsi optimal ketika kita bergerak dan aktif secara fisik,” kata pemimpin studi Paddy Dempsey, seorang peneliti di Baker IDI Heart and Diabetes Institute di Melbourne, Australia. “Waktu duduk yang terlalu panjang pada kehidupan membuat banyak orang kehilangan kesempatan untuk melalukan gerakan yang sehat.” Para penderita diabetes tipe 2, yang dikaitkan dengan obesitas dan penuaan dan terjadi…
Read More

Dipercaya Olahraga Turunkan Risiko 13 Jenis Kanker

Artikel
Kanker memang penyakit yang belum dapat diobati sampai tuntas, meski begitu ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah kanker. Selain memiliki pola makan yang sehat, aktif secara fisik juga seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup kita. Sebuah penelitian menunjukkan, mereka yang rajin melakukan aktivitas fisik, memiliki penurunan risiko terkena 13 jenis kanker. Peneliti menganalisis data dari 1,4 juta orang di Amerika Serikat dan Eropa yang diikuti selama 11 tahun. Dalam masa penelitian itu, lebih dari 186.000 peserta penelitian terkena kanker. Para peserta penelitian ditanya oleh peneliti mengenai aktivitas fisik yang dilakukan. Hasilnya, mereka yang lebih banyak melakukan olahraga, memiliki penurunan risiko 13 jenis kanker dibanding mereka yang tidak pernah atau sangat jarang olahraga. Berikut 13 jenis kanker yang mengalami penurunan risiko jika melakukan olahraga: Kanker tenggorokan: risiko 42…
Read More

Jangan Abaikan 8 Tanda Demensia Ini

Artikel
Demensia merupakan gangguan pada otak yang menyebabkan penurunan memori hingga fungsi kognitif. Tidak hanya menjadi pikun, orang dengan demensia lambat laun bisa mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini tentu akan menurunkan kualitas hidup seseorang. Demensia umumnya terjadi pada usia lanjut. Namun, banyak orang yang tidak menyadari tanda-tanda terkena demensia. Kebanyakan orang mengira, penurunan kemampuan berpikir, kemampuan mengingat, hingga kognitif merupakan hal yang wajar terjadi saat lanjut usia. Padahal, demensia bukan proses alami dari penuaan. Demensia pun hingga kini belum bisa disembuhkan. Berikut 8 tanda-tanda demensia: Hilang ingatan sesaat Dapat mengingat masa lalu, tetapi tiba-tiba sering lupa dengan apa yang baru saja dilakukan beberapa jam lalu. Hal ini merupakan hilang memori jangka pendek dan bisa jadi pertanda awal risiko demensia. Sulit berkomunikasi Salah satu tanda demensia adalah tiba-tiba selalu kesulitan…
Read More