Kenali Faktor Pengubah Efektivitas Obat

Artikel
Sudah minum obat tetapi tetap tak kunjung membaik, atau bahkan malah tambah sakit? Kondisi seperti ini bisa saja terjadi. Tidak banyak yang mengetahui bahwa efektivitas obat bisa berubah, bahkan menjadi “pembunuh”. Banyak faktor yang dapat mengubah efektivitas obat-obatan. Untuk memastikan bahwa obat-obatan yang Anda konsumsi bekerja dengan aman dan efektif, sangat penting untuk menyadari faktor-faktor paling umum yang dapat mengubah efektivitas obat. Mau tahu apa saja penyebabnya? Minum Segelas Anggur Sebenarnya, sangat dianjurkan untuk menghindari penggunaan alkohol saat Anda sedang mengonsumsi jenis obat-obatan apa pun. Minum satu atau dua gelas anggur ketika menjalani terapi obat akan menghasilkan konsentrasi obat dalam darah menjadi lebih rendah sehingga menurunkan efek obat. Minum Secangkir Jus Jeruk Atau Apel Jus ini memiliki efek negatif dan memblokir aktivitas dari obat-obatan seperti antibiotik ciprofloxacin, talinolol, celiprolol, etoposide,…
Read More

Kenali 6 Ciri Melemahnya Daya Tahan Tubuh

Artikel
Saat ini, musim tengah tak menentu. Itu berakibat tubuh cenderung lebih rentan terhadap ancaman penyakit. Beruntung, manusia memiliki sistem imun atau daya tahan sebagai tirai pertahanan pertama yang akan melawan mikroorganisme penyebab penyakit. Kondisi daya tahan setiap orang tentu berbeda. Apalagi, dengan lonjakan jumlah mikroorganisme di musim yang tak menentu seperti saat ini, sistem imun yang biasa mampu melawannya bisa saja menjadi kewalahan. Akibat sistem imun tak berhasil melawan mikroorganisme, tubuh pun bisa jatuh sakit. Di saat sistem pertahanan tahan tubuh sedang melemah, disarankan untuk melakukan antisipasi agar kuman penyakit tidak berkembang. Untuk itu, penting sekali mengenali tanda-tanda daya tahan tubuh sedang melemah. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu dipahami sebagai isyarat melemahnya daya tahan tubuh : Bobot Badan Makin Berat Ditemukan fakta bahwa para penderita flu babi memiliki ciri…
Read More

Inilah 10 Penyakit Misterius yang Belum Ada Penawarnya

Artikel
Di zaman sekarang, makin banyaknya penyakit baru bermunculan yang membuat para peneliti berusaha terus mencari obatnya. Namun, ada beberapa penyakit tergolong tertua di dunia yang sampai sekarang belum ada obatnya. Bahkan, penyebab penyakit ini pun masih misterius. Sepuluh penyakit yang juga dianggap mematikan ini masih terus diteliti para ilmuwan. Berikut ini nama-nama penyakit misterius itu, dikutip dari Methods Of Healing. AIDS Penyakit ini ditemukan pertama kali pada 25 tahun lalu. Sampai sekarang, para ilmuwan masih berusaha menemukan obatnya. Saat ini, AIDS tetap menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan, terutama di negara-negara berkembang. Penyakit Alzheimer Orang yang menderita sakit ini berarti mengalami kondisi di mana sel-sel saraf di otak mati, sehingga sinyal-sinyal otak sulit ditransmisikan dengan baik. Gejalanya sulit dideteksi. Orang yang menderitanya memiliki problem dengan daya ingat, penilaian, dan…
Read More

Kenali Ragam Penyakit Umum Lansia

Artikel
Lansia atau lanjut usia, menjadi masa yang menakutkan bagi kebanyakan orang. Bagaimana tidak, ketika usia menjadi tua, selalu dikaitkan dengan menurunnya tingkat kesehatan seseorang. Sebab di usia tua, kemampuan dan metabolisme tubuh tidak sebaik ketika muda. Akibatnya penyakit pun mudah menyerang tubuh. Anda patut berhati-hati dengan serangan penyakit di masa tua. Pencegahan dapat Anda lakukan sejak saat ini, ketika Anda muda dan produktif. Berikut beberapa penyakit yang umum dialami oleh kaum lanjut usia. Osteoporosis Osteoporosis merupakan salah satu masalah kesehatan tulang yang paling umum terjadi. Osteoporosis terjadi ketika tulang menjadi sangat rapuh akibat menurunnya kepadatan tulang. Risiko wanita terkena osteoporosis lebih besar daripada laki-laki. Penurunan penglihatan Penurunan penglihatan juga merupakan masalah kesehatan yang paling umum terjadi di usia tua. Kondisi ini biasanya ditemukan pada orang berusia di atas 50 tahun.…
Read More

Pantau Mobilitas Lansia, Dikembangkan Teknologi Jaringan Sensor

Artikel
Saat ini, Lembaga Roset CSIRO tengah mengujicobakan teknologi jaringan sensor baru untuk membantu warga lanjut usia dan penyandang disabilitas melakukan mobilitas di rumah. CSIRO mengklaim hasil dari penerapan teknologi ini sangat menjanjikan meningkatkan kualitas hidup pasien dari kelompok warga ini serta perawat mereka (caregiver dan homecare). Teknologi ini menggunakan jaringan dari sensor yang dipasang di rumah untuk melacak pergerakan seseorang, mengumpulkan informasi kesehatan penting dan memberi potensi peringatan kepada perawat kesehatan akan kondisi kegawatdaruratan. Teknologi jaringan sensor ini diinstal di rumah dan akan memonitor faktor-faktor di lingkungan di rumah tersebut seperti panas tubuh dan juga gerakan. Dr. David Hansen, Direktur Eksekutif Pusat Riset Kesehatan Elektronik di CSIRO mengatakan, sensor itu memonitor seberapa baiknya pasien merawat diri mereka sendiri sepanjang waktu. “Dengan teknologi ini kita berharap mendapatkan sebanyak mungkin data yang…
Read More

Bersihkan Telinga Dengan Benar Ikuti Cara Ini

Artikel
Telinga adalah salah satu organ tubuh yang memiliki tingkat sensitivitas cukup tinggi. Bila tidak diperhatikan betul, maka akan muncul efek-efek yang tidak kita inginkan. Kotoran telinga adalah kombinasi dari cerumen, yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous untuk menjaga kulit di telinga Anda lembab, dan sel-sel kulit mati, jelas Ana Kim, M.D., Direktur Riset Otologik New York Eye and Ear Infirmary di Rumah Sakit Mount Sinai. Telinga Anda dirancang untuk bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara mendorong kotoran ke luar dari kanal telinga, tambah Maria Suurna, M.D., Asisten Profesor Otolaryngology di Weill Cornell Medical College. Karena itu, membersihkan telinga dengan cara mengorek lubang telinga, bahkan hingga ke bagian dalam, tidak dianjurkan. Pasalnya, hal ini dapat mengganggu proses pelepasan kulit mati dan menyebabkan produksi kotoran semakin banyak. Alat yang Anda gunakan juga akan…
Read More

Rajin Makan Buah Minimalisir Penyakit Stroke dan Jantung

Artikel
Kebiasaan makan buah ternyata menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke. Orang dewasa yang makan buah segar, seperti apel dan jeruk setiap hari, risiko kematian akibat serangan jantung atau strokenya berkurang sekitar sepertiga, dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah makan buah. “Konsumsi buah penting bagi kesehatan jantung Anda,” kata pemimpin penelitian Dr. Liming Li, wakil presiden Chinese Academy of Medical Sciences, di Beijing. Relawan studi yang makan buah paling sering memiliki tekanan dan gula darah paling rendah dibanding yang lainnya. Hal inilah yang menjelaskan tentang penurunan risiko serangan jantung dan stroke pada penggemar buah, kata Li. Penelitian ini belum menemukan bukti langsung, antara konsumsi buah dengan rendahnya risiko terkena serangan jantung dan stroke, namun jelas antara keduanya ada hubungan, kata Li. Untuk penelitian ini, Li dan rekan mengumpulkan…
Read More

Inilah 8 Tips Kebugaran Kaum Senior

Artikel
Fisik yang bugar menjadi idaman para senior. Sayangnya, banyak senior yang tak memahami bagaimana harusnya agar bisa bugar. Berikut beberapa tips kesehatan agar dalam usia senja kebugaran fisik para senior selalu terjaga: Otak harus tetap aktif. Otak adalah bagian terpenting yang mengendalikan hidup lansia. Lakukan sesuatu yang membuat otak terus berpikir dengan aktif. Semakin sering melatih otak, para senior akan semakin terhindar dari penyakit seperti Alzheimer atau Demensia. Kesehatan gigi senior. Penelitian telah menemukan kaitan antara kesehatan mulut dan jantung. Untuk itu, menjaga kesehatan mulut sangat diperlukan. Gosok gigi dua kali sehari, hilangkan kerak gigi, dan kunjungi dokter gigi secara teratur untuk menjaga kesehatan mulut dan jantung. Berhenti merokok. Merokok juga mengurangi kadar kolagen dalam kulit sehingga membuat wajah perokok terlihat tak bahagia, kering, kusam, dan mudah berkeriput. Para senior…
Read More

BRS, Terapi Jantung Terbaru

Artikel
Dunia ilmu pengetahuan terus berkembang. Saat ini telah hadir Metode penanganan penyakit jantung dengan menggunakan stent bersalut obat yang larut dalam pembuluh darah. Dengan intervensi minimal invasif tersebut, pasien memiliki peluang kesembuhan lebih tinggi dan efek samping pun jauh berkurang. Menurut Prof Dr Teguh Santoso SpPD KKV SpJP., bioresorbable scaffold (BRS) merupakan teknologi baru penanganan jantung jenis stent. Selama ini stent digunakan untuk menahan dan menghilangkan penyempitan pembuluh darah demi memperlancar pasokan darah ke jantung. Metode BRS diterapkan di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Perbedaan BRS dengan stent lainnya adalah kemampuan BRS untuk larut dalam tubuh. Berbeda dengan stent berbahan metal, BRS memakai bahan PLLA (poly leuctic acid) yang lambat laun bisa larut dalam tubuh. “Saat memasang BRS pada pembuluh darah disertakan obat. Bahan PLLA ini bisa larut dalam tubuh…
Read More

Tetap Aktif Bikin Otak Tetap “Awet Muda”

Artikel
Orang tua dengan banyak aktivitas cenderung memiliki lebih banyak daerah abu-abu, komponen utama dari sistem saraf pusat di otak mereka ketimbang rekan-rekan yang kurang aktif. Rutin bergerak di sekitar rumah, berjalan santai, atau berlari, ibarat “mengawetkan” struktur otak, bahkan untuk individu dengan gejala ringan dan berat penurunan mental,” kata penulis studi James T. Becker, profesor psikiatri di University of Pittsburgh School of Medicine. Para peneliti menganalisis data dari sebuah studi kesehatan jantung jangka panjang dari 876 orang berusia 65 tahun dan lebih tua. Para responden menjalani penilaian kognitif, volumetrik pencitraan otak, dan menjawab kuesioner tentang kegiatan mereka sehari-hari. Peneliti juga mengukur volume daerah abu-abu pada responden. Setelah memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi volume otak, termasuk ukuran kepala, usia, jenis kelamin, daerah putih di otak, kerusakan kognitif ringan dan status…
Read More