Ini Gejala Penyakit Virus Marburg yang Mirip Demam Berdarah

Artikel ini telah direview oleh

Ini Gejala Penyakit Virus Marburg yang Mirip Demam Berdarah

Ini Gejala Penyakit Virus Marburg yang Mirip Demam Berdarah
Foto: kompas.com

Gejala penyakit virus Marburg penting diketahui masyarakat. Sebab, menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) gejalanya mirip dengan demam berdarah. Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril menjelaskan bahwa gejala penyakit virus Marburg itu mirip dengan demam berdarah, tifus, atau malaria. Karena gejalanya hampir sama, identifikasi penyakit dianggap susah.

“Pada gejala perdarahan melalui muntah atau feses, kejadian biasanya muncul pada hari ke-5 sampai hari ke-7,” ungkapnya seperti tertuang dalam laporan Kemenkes.

Penyakit Virus Marburg jadi perhatian Kemenkes saat ini, karena angka fatalitas mencapai 88 persen. Artinya, besar kemungkinan orang yang terinfeksi virus ini meninggal dunia.

Tingginya risiko kematian akibat penyakit ini harus disikapi serius. Masyarakat pun diimbau untuk segera ke dokter jika mengalami gejala mirip demam berdarah. Secara detail, Kemenkes memberitahu gejala penyakit virus Marburg yang harus diperhatikan supaya penanganan medis jangan sampai terlambat diberikan.

Berikut 11 gejala penyakit virus Marburg menurut Kemenkes: 

  1. Demam tinggi
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri otot
  4. Mual
  5. Muntah
  6. Diare
  7. Perdarahan pada hidung
  8. Perdarahan pada gusi
  9. Perdarahan pada Miss V
  10. Perdarahan melalui muntah
  11. Perdarahan melalui feses

Dijelaskannya bahwa virus Marburg menular lewat cairan tubuh langsung dari kelelawar atau primate. “Kelelawar host alami virus Marburg adalah jenis Rousettus aegyptiacus yang bukan merupakan spesies asli Indonesia dan belum ditemukan di Indonesia,” katanya.

Walau tidak ditemukan di sini, sambungnya, Indonesia masuk dalam jalur mobilisasi kelelawar ini. Penularan virus ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi. “Penularan juga bisa terjadi melalui benda yang terkontaminasi virus Marburg,” jelas Jubir Kemenkes itu. (RN)

Exit mobile version