
Kencing Berwarna Gelap Gejala Hepatitis Akut
Hepatitis adalah kondisi peradangan pada hati. Banyak hal yang dapat melukai organ hati dan memicu hepatitis. Hati menyaring racun dari darah setiap hari, tetapi beban racun yang berat atau infeksi virus dapat membebaninya.
Sementara hepatitis akut adalah istilah untuk menggambarkan berbagai kondisi yang ditandai dengan peradangan akut pada parenkim hati atau cidera pada hepatosit yang mengakibatkan peningkatan indeks fungsi hati. Bisa dikatakan, hepatitis akut merupakan peradangan pada hati (liver) yang terjadi selama kurang dari 6 (enam) bulan dan umumnya disebabkan oleh infeksi virus hepatitis.
Dikutip dari laman National Library of Medicine, secara umum, hepatitis diklasifikasikan menjadi akut atau kronis berdasarkan durasi peradangan dan kerusakan pada parenkim hati.
Jika masa peradangan atau cedera hepatoseluler berlangsung kurang dari enam bulan, ditandai dengan normalisasi tes fungsi hati, maka disebut hepatitis akut.
Sebaliknya, jika peradangan atau cedera hepatoseluler berlanjut lebih dari enam bulan, maka hal ini disebut hepatitis kronis. Penyebab infeksi hepatitis akut yang paling umum adalah infeksi sekunder akibat virus (virus hepatitis akut). Namun demikian, hepatitis akut dapat disebabkan oleh berbagai penyebab non-infeksi, seperti obat-obatan (hepatitis akibat obat) hingga alkohol (hepatitis alkoholik). Baca berita tanpa iklan.
Gejala hepatitis akut
Hepatitis akut sering kali tidak memiliki gejala yang spesifik, sehingga Anda mungkin tidak menyadari bahwa sedang mengalaminya. Menurut Layanan Kesehatan UK, jika berkembang, gejala hepatitis akut dapat meliputi:
- Nyeri otot dan sendi
- Suhu badan tinggi
- Sakit atau merasa seperti sedang sakit
- Merasa sangat lelah sepanjang waktu
- Perasaan tidak enak badan secara umum
- Kehilangan selera makan
- Sakit perut
- Urine berwarna gelap
- Kotoran berwarna pucat dan abu-abu
- Kulit gatal
- Menguningnya mata dan kulit (penyakit kuning).
Temui dokter umum jika Anda mengalami beberapa atau salah satu gejala di atas yang terus berlanjut atau mengganggu, untuk memastikan apakah itu disebabkan oleh hepatitis atau tidak.
Penyebab hepatitis secara umum
Secara umum, hepatitis bisa disebabkan oleh virus hepatitis dan sejumlah penyebab tidak menular.
Berikut ini adalah berbagai penyebab hepatitis akut yang perlu diketahui :
-
Virus Hepatitis
Seperti yang telah disebut di atas, hepatitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Virus yang menyebabkan kondisi ini terbagi menjadi 5 (lima), yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E.
Kelima jenis hepatitis di atas bisa menyebabkan hepatitis akut. Hepatitis A dan E yang akut bisa sembuh total dalam waktu kurang dari 6 (enam) bulan. Sementara itu, hepatitis B, C, dan D biasanya berkembang menjadi hepatitis kronis, bahkan bisa menyebabkan komplikasi.
-
Konsumsi Minuman Alkohol
Selain disebabkan oleh virus, hepatitis juga bisa terjadi karena adanya kerusakan pada jaringan hati akibat kecanduan alkohol. Kondisi ini disebut dengan hepatitis alkoholik, dan biasanya ditandai dengan mual, rasa tidak enak badan, dan demam ringan.
Peradangan hati akibat terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol ini dapat berkembang menjadi sirosis apabila penderita tetap mengonsumsi alkohol. Oleh karena itu, penderita hepatitis alkoholik harus segera menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
-
Konsumsi Obat-obatan
Konsumsi obat-obatan tertentu dalam dosis yang berlebihan juga dapat menyebabkan organ hati mengalami peradangan. Meskipun jarang terjadi, hepatitis akibat konsumsi obat-obatan tidak boleh dianggap remeh karena bisa berujung pada gagal hati.
-
Perlemakan Hati
Hepatitis yang disebabkan oleh perlemakan hati disebut dengan non-alcoholic steatosis hepatitis. Penumpukan lemak di organ hati akibat berat badan berlebih dapat menyebabkan peradangan, sehingga hati tidak dapat berfungsi dengan optimal. Kondisi ini biasanya tidak bergejala dan dapat membaik dengan menurunkan berat badan.
Sedangkan penyebab hepatitis tidak menular paling sering disebabkan oleh infeksi dan juga faktor-faktor lain, yakni alkohol dan racun lainnya, serta respons sistem autoimun. Konsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan kerusakan dan peradangan pada organ hati. Kondisi tersebut disebut sebagai hepatitis alkoholik.
Dalam kasus respons autoimun, sistem kekebalan salah mengira bahwa hati sebagai organ yang berbahaya, kemudian menyerangnya. Hal ini menyebabkan peradangan berkelanjutan yang berkisar pada kondisi ringan hingga berat, bahkan sering kali menghambat fungsi hati. Selain penyebab di atas, sebagian kecil hepatitis akut juga dapat terjadi akibat sistem imun tubuh yang menyerang dan merusak sel dan jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini disebut dengan hepatitis autoimun.
Cara Menangani Hepatitis Akut
Hepatitis akut pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Namun, pada kasus hepatitis akut berat, pasien perlu menjalani rawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan pengawasan dan penanganan yang tepat.
Penderita hepatitis dianjurkan untuk beristirahat yang cukup, serta mencukupi asupan cairan dan nutrisi. Selain itu, dokter mungkin juga akan meresepkan obat-obatan sesuai jenis dan penyebab hepatitis yang dialami pasien, seperti :
- Obat antivirus untuk hepatitis B dan C.
- Obat imunisupresan untuk hepatitis akut karena autoimun.
- Obat cholestyramineapabila mengalami gejala hepatitis akut berupa gatal.
Pencegahan Hepatitis Akut
Guna menurunkan risiko terkena hepatitis akut, disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti :
- Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan, juga sebelum mengolah atau memasak makanan.
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
- Tidak melakukan penyalahgunaan obat terlarang.
- Menggunakan kondom saat berhubungan intim.
Mengingat peningkatan kasus hepatitis akut pada anak yang tengah terjadi belakangan ini, orang tua diharapkan lebih waspada dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan anak. Langkah awal yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah hepatitis pada anak adalah dengan mengajarinya mencuci tangan. (RN)