Kolesterol dan Gula Darah Terkendali, Stroke Jauh

Artikel ini telah direview oleh

Kolesterol dan Gula Darah Terkendali, Stroke Jauh

Kolesterol dan Gula Darah Terkendali, Stroke Jauh
Foto: strokesociety.id

Stroke terjadi lantaran terjadi penyumbatan atau pecah pembuluh sehingga mengganggu aliran darah ke otak. Keadaan itu bisa menyebabkan kelumpuhan, gejalanya antara lain sulit bergerak dan berbicara. Sebagian tubuh mengalami mati rasa. Mengutip dari situs web American Stroke Association, cedera pembuluh darah di otak (serebrovaskular) itu bisa dicegah, kemungkinannya 80 persen.

Jurnal Biomedika dan Kesehatan menjelaskan, tekanan darah yang tinggi (hipertensi) menjadi faktor risiko utama penyebab stroke. Kecenderungan hipertensi tiga kali lipat kemungkinan terjadi stroke dan penyakit jantung. Hipertensi derajat 2, yaitu tekanan darah sistolik (kontraksi otot jantung) di atas 160 milimeter air raksa (mmHg) dan diastolik (pengenduran otot jantung) di atas 100 mmHg mengubah susunan teratur tekanan darah, yaitu kesulitan kontraksi maupun dilatasi (perubahan ukuran).

  1. Pengendalian kolesterol
    Kolesterol setiap usia dan jenis kelamin berbeda. Kadar kolesterol jahat (LDL) laki-laki dan perempuan usia 19 tahun atau lebih muda kurang dari 100 miligram per desiliter (mg/dl). Adapun kolesterol baik (HDL) lebih dari 45mg/dl. Sedangkan non-HDL (pengurangan nilai HDL terhadap keseluruhan kolesterol) Kurang dari 120mg/dl. Kadar normal kolesterol berarti kurang dari 170mg/dl. Klasifikasi laki-laki usia di atas 20 tahun, yaitu LDL, kurang dari 100mg/dl. Adapun HDL lebih tinggi dari 40mg/dl. Non-HDL, kurang dari 130mg/dl. Maka kadar normal kolesterol 125 sampai 200 mg/dl. Sedangkan klasifikasi perempuan usia di atas 20 tahun, LDL kurang dari 100mg/dl, HDL di atas 50mg/dl, dan non-HDL kurang dari 130mg/dl. Kadar normal kolesterol, 125 mg/dl sampai 200 mg/dl.
  2. Menjaga gula darah
    Kadar gula dalam darah dijaga tetap normal. Kenormalan kadar gula darah untuk orang yang belum pernah stroke, usia 6 tahun kadar gula darahnya terjaga di 100 mg/dl hingga 200 mg/dl. Adapun usia 6 tahun hingga 12 tahun kadar gula darah normal 70-150 mg/dl. Sedangkan usia lebih dari 12 tahun, kadar gula darah normal kurang dari 100mg/dl. Hitungan gula darah sesudah makan di bawah 180 mg/dl, dan 100 mg/dl hingga 140 mg/dl sebelum tidur. Itu sebabnya penting menjaga kadar gula darah sejak dini supaya tak mengalami masalah kesehatan semasa tua.
  3. Rutin berolahraga
    Rutin berolahraga, misalnya berjalan, lari, bersepada, akan membantu kebugaran tubuh. Olahraga senam termasuk salah satu aktivitas yang disarankan untuk mencegah stroke. Rutin melakukan senam aerobik dapat meningkatkan pasokan oksigen, menguatkan otot tubuh, dan menambah kelenturan
  4. Asupan makanan
    Makanan yang sesuai untuk asupan kebutuhan gizi tubuh. Kategori asupan pangan ini bisa merujuk 4 sehat 5 sempurna antara lain nasi, lauk pauk, sayur, buah.
  5. Menjaga berat badan
    Kegemukan atau obesitas salah satu penyebab risiko stroke, karena berhubungan kadar kolesterol tinggi.
  6. Tidak merokok
    Rokok mengandung karbon monoksida, formaldehid, arsenat, sianida, dan nikotin. Keseluruhan zat itu akan masuk ke paru-paru dan aliran darah yang meningkatkan risiko orang mengalami stroke. (RN)
Exit mobile version