Mengenal TGA, Hilang Ingatan Jangka Pendek

Transient Global Amnesia (TGA) benar-benar membuat penderitanya tidak ingat apa yang baru saja dialaminya baru-baru ini. Pengidap tidak dapat mengingat sedang berada di mana atau bagaimana bisa sampai di sana.
Meski begitu, pengidap TGA masih bisa mengenal dirinya dan orang-orang terdekatnya. TGA secara umum tidak berbahaya. Kondisi ini biasanya hanya berlangsung dalam periode waktu yang pendek karena ingatan akan segera membaik. Dalam kebanyakan kasus, TGA berlangsung rata-rata 6 jam. Pada kasus yang jarang terjadi, gejala dapat bertahan hingga 24 jam.
TGA diidentifikasi dari gejala utamanya, yakni ketidakmampuan untuk membentuk ingatan baru dan mengingat masa lalu. Tanda dan gejala ini harus ada untuk mendiagnosis amnesia global sementara:
Tiba-tiba kehilangan ingatan
Retensi identitas pribadi meskipun kehilangan ingatan
Kemampuan kognisi normal, seperti kemampuan untuk mengenali dan menamai objek yang dikenal dan mengikuti petunjuk sederhana
Tidak adanya tanda-tanda yang menunjukkan kerusakan pada area otak tertentu, seperti kelumpuhan anggota badan, gerakan yang tidak disengaja atau gangguan pengenalan kata.
Gejala dan riwayat tambahan yang dapat membantu mendiagnosis TGA:
- Durasi tidak lebih dari 24 jam dan umumnya lebih pendek
- Pengembalian memori secara bertahap
- Tidak mengalami cedera kepala baru-baru ini
- Tidak ada bukti kejang selama periode amnesia
- Tidak ada riwayat epilepsi aktif
- Penyebab TGA masih belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Diperkirakan TGA ada kaitannya dengan pengidap yang mempunyai riwayat sakit kepala.
Professor neurologi dari University of Exeter Medical School Adam Zeman, dalam karya ilmiahnya berjudul Borderland of Epilepsy Revisited menyatakan bahwa apa yang ia pikirkan terjadi adalah hippocampus, yakni bagian dari struktur otak yang menyimpan memori dan emosi, dimatikan untuk sementara. Hal itu dapat membuat pengidapnya kehilangan memori dari beberapa minggu terakhir dan tidak bisa membuat kenangan baru saat aktivitas berlangsung.
Dalam risetnya yang meneliti 142 wanita dengan riwayat transient global amnesia mengungkapkan, kasus ini bisa terjadi karena adanya sebuah kejadian emosional yang amat mempengaruhi kehidupan pengidap. Orang yang memiliki riwayat sakit kepala lebih berpotensi mengalaminya. (RN)