20 Tahun Kanopi Group Anugerah Tak Terhingga

Artikel ini telah direview oleh

20 Tahun Kanopi Group Anugerah Tak Terhingga

20 Tahun Kanopi Group, Anugerah Tak Terhingga
Foto: Kanopi Insan Sejahtera

Tidak terasa jejak waktu telah membawa Kanopi Group dengan berbagai unit usahanya memasuki usia 20 tahun. Sebuah masa yang cukup panjang dengan berbagai liku-liku yang dialami. Deret waktu yang dipenuhi dengan frame naik turun tentunya. Namun, satu hal yang pasti, di dua dasawarsa usianya, spirit jajaran pimpinan hingga karyawannya justru semakin bergelora, berapi-api untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada para lanjut usia, orang sakit, dan anak-anak. Sayangnya, kontribusi nyata ini masih kurang disokong oleh pemerintah. Padahal, bonus demografi sudah di depan mata.

“Tentu kita sangat bersyukur bisa memasuki usia 20 tahun dalam pelayanan dan pengabdian kepada lansia, orang sakit, dan anak-anak. Kita bersyukur diberi kesempatan untuk melayani masyarakat usia senja, orang sakit, dan kelompok anak-anak,” kata Kikin Sugiarno CEO Kanopi Group dalam perbincangan khusus di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Bagi Kikin pribadi, melayani lewat Kanopi Group ini adalah sebuah anugerah yang tak terhingga. “Tuhan telah mempercayakan pelayanan ini. Tentunya kami harus merespon kepercayaan itu dengan bekerja sebaik dan se-profesional mungkin,” ujarnya.

Saat ini, ungkapnya, usia harapan hidup manusia di Indonesia semakin tinggi. Itu artinya, jumlah lansianya tentu akan semakin banyak. Bahkan, di 2045, Indonesia akan mendapat bonus demografi, di mana bukan hanya angkatan muda yang melimpah, tapi juga jumlah lansia akan melonjak. “Kalau data statistik menyebutkan, saat ini jumlah lansia sekitar 10 persen dari total populasi di Indonesia, maka diperkirakan pada 2045 akan bertambah dua kali lipat,” terangnya.

Baca juga:  Kiprah Meluas, Dua Bank Terkenal Gandeng Kanopi Group

Jika pada 2045 jumlah penduduk Indonesia berjumlah 300 juta jiwa, maka 60 juta di antaranya atau 20 persen adalah lansia. “Segitulah jumlah lansia yang harus kita layani kedepannya,” tutur Kikin.

Di usia yang ke-20 ini, Kikin merasa semakin terpanggil dan mantap dalam melayani para lansia dan orang sakit. “Memang pelayanan seperti kalau tidak ada panggilan jiwa atau passion akan sangat sulit menjalaninya. Itu semua harus diawali dari keterpanggilan hati,” akunya.

Di Kanopi Group, ada unit usaha yang fokus merawat lansia dan orang sakit. Jasa keperawatan ini dilakukan, baik di rumah lansia atau pasien itu sendiri dibawah naungan Kanopi Insan Sejahtera (KIS) atau difokuskan di rumah perawatan yang bernaung dibawah bendera Kanopi Nursing Home (KNH). “Awalnya, kami menyiapkan tenaga-tenaga terdidik untuk dapat melayani para lansia dan orang sakit di rumah masing-masing. Para tenaga home care dan caregiver dibekali berbagai pengetahuan agar dapat membantu para lansia dan orang sakit dalam menjalani berbagai aktifitasnya sehari-hari,” urainya.

Tenaga-tenaga terampil Kanopi telah dididik di Training Center yang juga menjadi unit khusus di Kanopi Group. “Kami tidak ingin asal-asalan dalam memberikan pelayanan kepada lansia dan orang sakit. Karena itu, tenaga home care dan caregiver pun harus dipersiapkan sebaik mungkin,” bebernya.

Baca juga:  Sincere Foundation Secercah Cahaya Bagi Mereka yang Tak Berani Berharap

Seiring waktu, pelayanan ini berkembang, di mana Kanopi Group menyediakan rumah perawatan bagi para lansia dan orang sakit. “Keberadaan rumah perawatan ini diperuntukkan bagi para lansia atau orang sakit yang anggota keluarnya mungkin sibuk bekerja atau berada di luar kota. Dengan berada di rumah perawatan, lansia dan orang sakit akan lebih terperhatikan karena kami menyediakan tenaga keperawatan selama 24 jam. Selain itu, ada berbagai aktifitas yang dilakukan dengan tujuan agar hidup lansia lebih berkualitas dan orang sakit bisa memperoleh kesembuhan yang lebih maksimal,” tutur Kikin lagi.

Saat ini, Kanopi Group telah memiliki dua rumah perawatan, yakni di Kayu Putih dan Sodong Raya, keduanya di wilayah Jakarta Timur. “Kami sudah berpikir untuk terus mengembangkan usaha ini mengingat kebutuhannya semakin banyak, terutama di kota-kota besar, di mana mobilitas masyarakatnya begitu tinggi,” jelasnya.

Kikin mengakui mind-set banyak masyarakat Indonesia bahwa tabu ‘mengirim’ orangtuanya ke rumah perawatan atau panti jompo  /wredha masih sangat kuat. Padahal, dengan segala keterbatasan yang anak, seringkali justru anak-anak abai merawat orangtuanya. Anak-anak tidak bisa sepenuhnya disalahkan oleh karena tuntutan pekerjaan dan jaman yang demikian maju, tapi bukan berarti pula mengabaikan perhatian pada orangtua mereka. Untuk itulah, rumah perawatan Kanopi Group hadir, sebagai solusi. Di satu sisi, anak-anak tetap bisa bekerja baik, di sisi lain orangtua mereka tetap terperhatikan. (RN)