6 Kebiasaan Ini Dapat Merusak Tulang Belakang

Artikel ini telah direview oleh
6 Kebiasaan Ini Dapat Merusak Tulang Belakang
Foto: jambiexpress.com (6 Kebiasaan Ini Dapat Merusak Tulang Belakang)

Ahli bedah saraf otak dan tulang belakang di Rumah Sakit Max Super Spesialis di Vaishali, Dr. Gaurav Batra, menyebut terdapat enam kebiasaan yang dapat merusak tulang belakang dan patut diwaspadai.

“Sakit punggung juga akan terakumulasi secara perlahan dan akan semakin parah. Sebagian besar stres yang diperoleh dari postur tubuh, ergonomi, dan kebiasaan dapat dihindari dengan lebih waspada,” kata Batra.

Batra menjelaskan penyesuaian cara ketika duduk, bergerak dan tidur dapat memberikan perbedaan besar dalam menjaga tulang belakang tetap sehat dan bebas nyeri. Ada 6 kebiasaan yang diam-diam mengganggu kestabilan tulang belakang seperti:

Duduk terlalu lama

Duduk berjam-jam terutama dengan punggung melengkung dan leher membungkuk, memberikan tekanan yang luar biasa pada punggung bagian bawah. Secara bertahap, ketegangan yang konstan meresap ke otot-otot tulang belakang, menghambat nutrisi diskus, dan mempercepat keausan. Konsekuensinya adalah kekakuan punggung yang mengganggu, kelelahan, dan bahkan prolaps diskus. Batra menyarankan duduklah dengan penyangga untuk punggung bagian bawah anda, layar sejajar dengan mata, dan istirahatlah setiap jam untuk bergerak.

Penggunaan ponsel berlebihan

Pengulangan fleksi leher dalam waktu lama yang dihabiskan untuk menggunakan ponsel dapat melipatgandakan beban tulang belakang leher hingga ratusan kali lipat. Kondisi ini umumnya disebut sebagai ‘tech neck’, yang mengakibatkan nyeri leher, bahu kaku, dan spondilosis servikal prematur. Supaya terhindar dari kondisi itu, pegang ponsel sejajar mata dengan penyangga dua tangan, dan selingi peregangan leher ringan.

Gaya hidup yang kurang gerak

Gaya hidup yang kurang gerak melemahkan otot-otot penstabil tulang belakang bagian dalam, seperti ekstensor dan inti punggung. Hal ini membebani cakram dan ligamen secara mekanis, yang mengakibatkan nyeri punggung bawah kronis dan postur tubuh yang memburuk. Peregangan, penguatan otot, dan jalan cepat secara teratur dapat memulihkan keseimbangan dan daya tahan tulang belakang.

Mengangkat benda dengan cara yang salah

Membungkukkan pinggang untuk mengangkat benda berat memberikan tekanan ekstrem pada punggung bawah dan dapat mengakibatkan cedera cakram atau kejang otot mendadak. Selalu tekuk lutut dan pinggul, jaga agar benda tetap dekat dengan tubuh, dan jangan pernah berbalik saat mengangkat.

Baca juga:  Singkat, Dari Prediabetes Menuju Penderita DM

Menggunakan kasur yang rusak

Berbaring di kasur yang kendur atau empuk kemungkinan besar akan mengganggu tulang belakang dan menyebabkan otot punggung meregang berlebihan saat tidur. Oleh karenanya, berbaringlah di atas kasur medium-firm agar tulang tetap sehat.

Tidur tengkurap

Berbaring tengkurap kemungkinan besar juga akan meregangkan leher dan punggung bawah secara berlebihan. Dr. Batra menyampaikan di atas kasur medium-firm dan cobalah berbaring miring dengan bantal di antara lutut Anda untuk menjaga kesejajaran alami tulang belakang. Ia menekankan sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang belakang karena bagian tersebut merupakan fondasi arsitektur tubuh, yang bertanggung jawab atas sebagian besar gerakan.

Nyeri tulang belakang

Sementara itu, dokter spesialis bedah saraf RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr. dr. Mohamad Saekhu, Sp.BS(K) mengatakan, individu yang mengalami nyeri tulang belakang patutnya beraktivitas seperti biasa supaya tubuh tidak melemah, apalagi jika nyeri hanya sementara.

“Kalau mengalami nyeri tulang belakang, usahakan tetap aktif dan jangan istirahat; nyerinya bisa dikurangi dengan obat-obatan,” kata Saekhu.

Nyeri pada tulang belakang pasti pernah dialami semua orang setelah melakukan kegiatan yang menguras tenaga atau karena kejadian tertentu, dan dalam sebagian besar kasus reda dengan sendirinya atau dengan obat parasetamol, ucapnya.  Saekhu mengatakan, nyeri terjadi karena tulang belakang tidak mampu menopang tubuh. Namun karena otot dalam tubuh juga berperan dalam menopang tubuh, nyeri tidak akan muncul apabila otot kuat.

Nyeri tulang belakang bisa pula muncul karena penyebab yang lebih parah, seperti kecelakaan, penyakit penuaan atau degenerasi, infeksi, ataupun tumor yang akan ditentukan oleh diagnosis medis. Ia mengatakan, pertolongan medis baru diperlukan apabila nyeri tersebut tidak kunjung hilang bahkan setelah mengonsumsi obat-obatan. Tenaga medis kemudian akan memeriksa apakah nyeri tersebut adalah karena masalah otot, tulang, atau justru merupakan gejala penyakit.

Baca juga:  Apa Itu Perawat Homecare Dan Tugasnya Di Rumah ?

Selain itu, ia berkata bahwa tidak ada pantangan aktivitas, termasuk aktivitas olahraga, bagi individu yang mengalami nyeri tulang belakang karena aktivitas sehari-hari justru harus diupayakan dijalani seperti biasa. Aktivitas secara normal itu bahkan juga harus diupayakan bagi individu yang akan dan sudah menjalani operasi tulang belakang untuk mempertahankan kekuatan otot dan tulang, katanya.

“Tidak ada (aktivitas) yang harus dihindari; yang harus dihindari justru tidur-tiduran terus,” kata Saekhu yang meraih gelar doktornya di Universitas Indonesia itu.

Meski tidak ada pantangan olahraga, Saekhu mengatakan, harus dipastikan olahraga tersebut adalah yang membuat otot kuat dan tidak menimbulkan beban hentakan yang terlalu besar pada tulang belakang. Tulang belakang memiliki fungsi yang esensial bagi manusia, ia membantu supaya manusia dapat duduk, berdiri dan berjalan secara tegak dan stabil.

Dalam keadaan tertentu, fungsi tulang belakang dapat terganggu dan gangguan yang umum dialami adalah masalah pada area leher dan punggung bagian bawah. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk sesegera mungkin penyebab masalah tulang belakang diketahui melalui diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat.

Dikatakan, pelayanan yang terpadu dan komprehensif, yang melibatkan beberapa bidang ilmu kedokteran, diharapkan bisa membantu pasien yang memiliki masalah tulang belakang mendapatkan tata laksana yang tepat dan cepat sehingga pemulihan penyakit lebih maksimal.

Salah satu penanganan masalah tulang belakang adalah dengan operasi menggunakan robot yang dinilai bisa menunjang keberhasilan operasi tulang belakang dengan akurasi sampai 99 persen. Operasi robotik menggunakan robot navigasi bernama Robbin yang menawarkan waktu rawat inap pendek, penggunaan obat lebih sedikit dan kemungkinan pasien menjalani operasi kembali lebih kecil. (RN)