Mengenal Glasgow Coma Scale dan Cara Kerjanya

Artikel ini telah direview oleh

Mengenal Glasgow Coma Scale dan Cara Kerjanya 

Mengenal Glasgow Coma Scale dan Cara Kerjanya
Foto:mergencyphysicians.com

Akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang lain dan mengakibatkan ketidaksadaran atau sebab lain yang mengakibatkan cidera mata, dapat diukur tingkat keparahannya. Salah satunya dengan metode Glasgow Coma Scale (GCS).

GCS adalah suatu skala untuk mengukur tingkat kesadaran pasien yang digunakan secara luas di dunia medis.

Skala ini menggunakan tiga parameter yaitu, respon mata, respon verbal, dan respon motorik pasien untuk menentukan skor kesadaran total. Setiap parameter diberikan skor tertentu dan skor totalnya berkisar dari 3 (terendah) hingga 15 (tertinggi). Semakin tinggi skor total, semakin baik tingkat kesadaran pasien.

Skala ini digunakan untuk mengevaluasi dan memantau kondisi pasien dengan masalah neurologis seperti cedera kepala, stroke, atau infeksi otak. GCS dapat membantu dokter untuk menentukan tingkat keparahan cedera otak dan memilih tindakan medis yang tepat.

Skala ini juga sering digunakan untuk memantau perubahan kondisi pasien selama perawatan di rumah sakit atau unit perawatan intensif.

Glasgow  bekerja dengan cara menambahkan skor dari ketiga kategori dan menjumlahkannya. Semakin tinggi skornya, semakin sadar dan waspada pasien tersebut. Penyesuaian dilakukan untuk gangguan, seperti jika pasien menggunakan tabung pernapasan dan tidak dapat berbicara.

Baca juga:  Sinusitis Bisa Gegara Ada Bakteri Dalam Mulut

Respon Mata

Skor yang mungkin untuk respon mata adalah sebagai berikut: 

  1. Mata tertutup karena alasan selain cedera: Tidak Dapat Diuji (NT)
  2. Mata tidak terbuka dan tidak ada yang menghalangi pembukaannya: 1
  3. Mata terbuka saat ada tekanan, seperti sentuhan ujung jari, atau karena sakit: 2
  4. Mata terbuka saat ada suara atau permintaan: 3
  5. Mata terbuka tanpa rangsangan atau sudah terbuka: 4

Respon Verbal 

Skor yang mungkin untuk respon verbal adalah sebagai berikut: 

  1. Pasien tidak dapat merespons karena alasan yang tidak berhubungan (pasien tidak dapat berbicara atau sakit, dll.): NT
  2. Tidak ada respons terdengar dan tidak ada yang menghalangi pasien: 1
  3. Pasien dapat membuat suara, tetapi hanya erangan atau rintihan: 2
  4. Pasien dapat berbicara kata-kata tunggal yang dapat dipahami orang: 3
  5. Pasien bingung tetapi dapat berbicara dengan jelas dan masuk akal: 4
  6. Pasien dapat berbicara dengan jelas dan benar menjawab pertanyaan seperti nama, tanggal, dan lokasi: 5

Respon Motorik

Skor yang mungkin untuk respon motorik adalah sebagai berikut: 

  1. Pasien tidak dapat bergerak karena faktor yang tidak terkait, seperti lumpuh: NT
  2. Pasien tidak dapat menggerakkan lengan/kaki dan tidak ada yang menghalangi pasien: 1
  3. Pasien mengulurkan lengan sebagai respon terhadap sesuatu yang menyakitkan: 2
  4. Pasien menekuk lengan sebagai respon terhadap sesuatu yang menyakitkan: 3
  5. Pasien mundur dari rasa sakit tetapi tidak dapat menjangkau sumber rasa sakit: 4
  6. Pasien dapat menjangkau sumber rasa sakit tetapi tidak dapat mengikuti perintah: 5
  7. Pasien dapat mengikuti perintah dan dapat melakukan dua gerakan berbeda : 6
Baca juga:  Rajin Berendam Air Hangat Minimalkan Penyakit Kardiovaskular

Interpretasi Skala Koma Glasgo

Setelah penilaian dilakukan, hasilnya dijumlahkan: 

  • Cedera otak ringan memiliki skor Skala Koma Glasgow 13-15.
  • Cedera otak sedang memiliki skor Skala Koma Glasgow 9-12.
  • Cedera otak berat memiliki Skala Koma Glasgow 8 atau kurang. (RN)