Waspadai, Lansia Lebih Berisiko Terdampak Cuaca Panas

Artikel ini telah direview oleh

Waspadai, Lansia Lebih Berisiko Terdampak Cuaca Panas

Waspadai, Lansia Lebih Berisiko Terdampak Cuaca Panas
Foto: geriartri.id

Beberapa waktu terakhir, cuaca nampak begitu panas yang ekstrem. Sejatinya, cuaca panas yang ekstrem bisa berbahaya pada usia berapa pun, namun lebih berisiko pada lanjut usia.

Cuaca panas yang ekstrem dapat membuat lansia rentan terkena penyakit. Para ahli mengatakan ada beberapa faktor yang dapat meningkat risiko dampak cuaca panas pada lansia. Faktor-faktor tersebut meliputi, perubahan biologis yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, tingkat penyakit kronis terkait usia yang lebih tinggi, dan penggunaan obat yang lebih banyak yang dapat mengubah respon tubuh terhadap panas.

Tubuh manusia memiliki dua mekanisme utama untuk mendinginkan diri, yaitu berkeringat dan meningkatkan aliran darah ke kulit. Pada lansia, proses tersebut terganggu, mereka berkeringat lebih sedikit dan memiliki sirkulasi yang buruk dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih muda.

Kondisi kronis yang lebih sering terjadi pada usia tua, terutama penyakit kardiovaskular dan diabetes, dapat memperparah masalah ini. Jantung yang sakit tidak dapat memompa darah sebanyak mungkin, yang selanjutnya mengurangi aliran darah ke kulit. Namun, tidak hanya lansia, orang yang lebih muda dengan kondisi ini juga berisiko tinggi mengalami masalah terkait panas.

Baca juga:  Temuan Peneliti: Ternyata, Puasa Memiliki Efek Antipenuaan

Seiring bertambahnya usia, lansia cenderung juga berhenti merasa haus sehingga mereka minum lebih sedikit. Dalam kondisi cuaca panas, hal itu dapat menyebabkan mereka mengalami dehidrasi lebih cepat. Selain itu, beberapa orang dewasa yang lebih tua, terutama jika mereka memiliki beberapa bentuk demensia atau penurunan kognitif, mungkin juga tidak merasakan perubahan suhu. Akibatnya, mereka tidak akan merespon panas dengan tepat, baik secara biologis (melalui keringat) maupun perilaku (dengan pindah ke tempat yang dingin).

Obat-obatan tertentu juga dapat mempengaruhi hidrasi, aliran darah, dan bahkan respons keringat, tak jauh beda dengan cuaca panas. Oleh karena itu, pastikan untuk bertanya kepada dokter tentang obat apa pun yang harus diminum. (RN)