Inkontinensia Urine pada Lansia dan Penanganannya

Artikel ini telah direview oleh

Inkontinensia urine pada lansia adalah kondisi hilangnya kontrol pada kandung kemih yang menyebabkan buang air kecil sulit untuk ditahan. Kondisi tersebut membuat penderitanya bisa tiba-tiba membuang air kecil ketika sedang bersin atau batuk. Inkontinensia urine bisa bersifat jangka panjang.

Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut bisa menyebabkan infeksi kandung kemih dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Perempuan lansia dengan diabetes dan obesitas termasuk kelompok berisiko yang rentang terhadap inkontinensia urine. Ketahui cara menangani masalah tersebut di sini.

Cara Menangani Inkontinensia Urine pada Lansia

Tangani inkontinensia urine pada lansia dengan 5 cara berikut ini.

1. Mengkonsumsi Obat-obatan

Obat-obatan yang mengurangi konstruksi otot yang menimbulkan keinginan buang air kecil wajib dikonsumsi penderita. Obatan-obatan tersebut diantaranya mirabegron, tolterodine, solifenacin, dan obat penghambat alfa. Konsumsi obat sesuai anjuran dokter dan jangan mengkonsumsi obat sembarangan.

2. Operasi Khusus

Operasi khusus akan dilakukan apabila pengobatan dengan obat-obatan tidak membuahkan hasil Operasi yang dilakukan diantaranya memasang penyangga di sekitar leher kandung kemih untuk menahan dan mencegah kebocoran urine, memasang otot buatan, dan memperbaiki organ panggul yang turun.

Baca juga:  Awas, Konsumsi Kedelai Berlebih Picu Kanker Prostat

Baca juga: Apa Itu Sundowning Syndrome? Beginilah Gejala dan Penyebabnya!

3. Terapi Khusus dan Pemasangan Alat

Terapi yang bisa dilakukan untuk menangani inkontinensia urine adalah terapi kekuatan otot dasar panggul untuk meningkatkan kontrol atas aliran urine dan terapi suntik botox untuk melemaskan kandung kemih. Pemasangan alat berupa cincin pesarium bisa dilakukan untuk mencegah turunnya rahim.

4. Latihan Buang Air Kecil

Latihan buang air kecil yang bisa dipraktikkan adalah menunda buang air kecil untuk mengendalikan keinginan buang air kecil. Penderita bisa mengontrol intensitas buang air kecil. Selain itu, penderita juga sebaiknya menjadwalkan kapan mereka buang air kecil dan mengupayakan melakukannya tepat waktu.

5. Latihan Otot Dasar Panggul

Senam kegel atau latihan otot dasar panggul bisa dilakukan untuk membantu memperkuat otot sfingter dan otot dasar panggul. Keduanya merupakan otot yang membantu mengendalikan buang air kecil. Lakukan latihan tersebut sesuai anjuran dokter dan dalam pengawasan perawat atau trainer profesional.

Inkontinensia urine pada lansia tidak dapat dibiarkan karena bisa berdampak pada insiden yang tidak diinginkan dan masalah mental. Perawat profesional di Kanopi Insan Sejahtera akan membantu lansia mengatasi inkontinensia urine dan mencegah infeksi karena kondisi tersebut.

Baca juga:  Stroke Ringan, Kenali Gejala dan Penanganannya (bagian 9)

Hubungi kami sekarang dan gunakan care giver untuk bantu perawatan orang tersayang!

Referensi

https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/apa-itu-inkontinensia-urine

https://www.alodokter.com/inkontinensia-urine

https://www.halodoc.com/artikel/idap-inkontinensia-urine-ini-cara-mengatasinya