Ini Kecemasan yang Kerap Hantui Kaum Pria

Artikel ini telah direview oleh
Ini Kecemasan yang Kerap Hantui Kaum Pria
Foto: klikdokter.com

Kaum pria kerap mengalami stres yang memicu kekhawatiran berlebih dalam diri. Stres seringkali menyebabkan pola pikir melemah, yang pada akhirnya memicu kecemasan.

Organisasi kesehatan mental dari Australia, Beyond Blue, menyatakan satu dari lima pria akan mengalami kecemasan pada satu tahap tertentu dalam hidupnya. Lalu, apa saja yang bisa menimbulkan kecemasan dalam hidup?

Kecemasan adalah suatu kondisi yang memperparah stres akibat efek negatif dari peristiwa tertentu. Ada banyak tanda-tanda kecemasan, tergantung pada keadaan individu. Tapi, tanda tersebut biasanya dapat diidentifikasi lewat hal mendasar. Hal mendasar itu bisa berupa rasa takut akan berbuat kesalahan, takut tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik, takut akan penilaian seseorang pada dirinya, atau ragu pada kemampuan diri sendiri.

Kecemasan pada dasarnya menyebabkan rasa khawatir berlebihan dan seakan melihat ‘malapetaka’ dalam segala situasi. Mereka yang menderita kecemasan melihat ancaman dan bahaya, yang sebenarnya tidak ada. Mereka juga cenderung bereaksi berlebihan terhadap situasi kecil.

Dalam dunia nyata, rasa cemas ini bisa muncul dalam bentuk sepele seperti memeriksa sesuatu yang sudah jelas. Misalnya, memeriksa pintu dan jendela yang jelas-jelas sudah tertutup hingga berkali-kali. Kondisi ini juga bisa terjadi dalam bentuk seperti perasaan mudah marah atau lalai, kurang konsentrasi, dan kurang mampu membuat keputusan yang rasional. Pria yang mengalami kondisi ini seringkali takut meminta bantuan, karena mereka enggan dianggap lemah.

Baca juga:  Ini Resep Bahagia Versi Peneliti Harvard

Padahal, mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan. Justru, ini adalah langkah pertama untuk menemukan solusi. Kita hanya perlu mengidentifikasi dan kemudian cari bantuan yang tepat untuk mengatasinya.

Kecemasan mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Dilansir dari D’Marge, berikut jenis-jenis kecemasan yang kerap dialami pria.

  1. Generalized Anxiety Disorder (GAD): Penderita GAD merasa cemas hampir setiap hari atau khawatir tentang banyak hal yang berbeda. Kondisi ini biasanya berlangsung untuk jangka waktu enam bulan atau lebih.
  1. Kecemasan Sosial Kecemasan: Ditandai dengan gejala sangat takut dikritik, dipermalukan, atau dihina. Rasa takut itu bahkan terjadi dalam situasi sehari-hari, seperti berbicara di depan umum, makan di depan umum, bersikap tegas di tempat kerja, atau sekedar ngobrol ringan.
  1. Fobia: Seseorang yang sangat takut pada objek atau situasi tertentu dan mungkin berusaha keras untuk menghindarinya. Ada banyak jenis fobia. Contoh yang umum adalah fobia suntikan atau perjalanan dengan pesawat.
  1. Gangguan Panik Gangguan: Ini ditandai dengan serangan panik yang sangat kuat, perasaan cemas yang tak terkendali yang dikombinasikan dengan berbagai gejala fisik. Serangan panik dapat menyebabkan sesak nafas, nyeri dada, pusing, dan keringat berlebih. Peristiwa ini bisa begitu kuat sehingga penderita berpikir mereka mengalami serangan jantung atau akan segera mati. Serangan panik berulang atau ketakutan yang berlangsung lebih dari sebulan menandakan adanya gangguan panik.
  1. Obsesif Kompulsif Gangguan (OCD): Gangguan ini ditandai dengan adanya pikiran atau ketakutan yang tidak diinginkan atau mengganggu yang menyebabkan kecemasan. Meskipun orang tersebut mungkin mengakui pemikiran-pemikiran ini sebagai hal yang tidak rasional, mereka sering mencoba untuk mengurangi kecemasan mereka dengan melakukan perilaku tertentu. Yang paling umum adalah rasa takut akan kuman yang mengarah pada kebiasaan cuci tangan secara konstan dan enggan untuk menyentuh benda.
  1. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD): Ini bisa terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis seperti perang, bencana atau kecelakaan keluarga yang tragis. Gejala yang harus diwaspadai di sini termasuk mimpi buruk yang mengganggu atau kilas balik peristiwa itu. Biasanya penderita PTSD juga akan mencoba untuk menghindari apapun yang terkait dengan periatiwa tersebut. Terjadinya kecemasan jenis ini didiagnosis jika gejala bertahan lebih dari sebulan. (RN)
Baca juga:  Mengenal Konsep Human Caring