Gaya Hidup Faktor Dominan Pencetus Kanker

Artikel ini telah direview oleh
Gaya Hidup Faktor Dominan Pencetus Kanker
Foto: hellosehat.com

Gaya hidup dan lingkungan menjadi factor yang dominan terjadinya kanker. Hal ini dikatakan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr dr Aru W. Sudoyo, SpPD KHOM, FINASIM, FACP, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Prof Aru mencontohkan, merokok atau tidaknya, rutin atau tidaknya olahraga, cara makan, dan perkembangan berat badan.

“Ya karena memang sudah ada suatu paparan terhadap bahan karsinogen selama hidupnya berpuluh tahun dan juga orang kalau sudah ada kelemahan dari gennya di mana ada tambahan sedikit bisa jadi,” tuturnya.

Sementara itu, Soehartati Gondhowiardjo MD. PhD, Ketua Perhimpunan Onkologi Radiasi Indonesia, membenarkan apa yang dikatakan oleh Prof Aru. Lebih jelas, ia menjabarkan hal ini lebih lanjut.

“Itu merupakan kemungkinan. Saat ini data kanker adalah 1,4 per 1.000, tapi kalau dengan kita menjalani hidup sehat kemungkinan seseorang terkena kanker diturunkan sebanyak 30 persen,” jelasnya.

“Tapi kita bicara probability (kemungkinan), makanya masih mungkin dia terkena kanker. Kenapanya tadi, Prof Aru sudah jelaskan. Memang penyebab kanker itu sangat multifaktorial, bisa dari matahari, debu, makanan, bisa gen yang kita bawa, dan sebagainya,” urainya.

Baca juga:  Olahraga yang Pas Bagi Penderita Tiroid

Lebih dari 9,6 juta orang di dunia terkena kanker setiap tahunnya dan ironisnya sebanyak 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang. Hal ini disebabkan salah satunya karena pasien datang pada stadium lanjut. Padahal, lebih dari 40 persen kasus kanker dapat dicegah, yakni dengan gaya hidup sehat. (RN)