Simak 7 Tingkat Keparahan Penyakit Demensia

Artikel ini telah direview oleh
Simak 7 Tingkat Keparahan Penyakit Demensia
Foto: beritasatu.com

Penyakit Demensia biasa ditandai dengan penurunan daya ingat, cara berpikir, dan berbicara. Penderita penyakit ini memiliki tingkat keparahan masing-masing yang berbeda. Tingkat keparahan demensia yang dialami lebih banyak lanjut usia (lansia) ini semakin parah bila orang yang bersangkutan tidak mendapat pertolongan medis. Dokter spesialis kejiwaan konsultan Tribowo Tuahta Ginting menjelaskan, tahapan keparahan demensia yang kian memburuk.

Gejala awal demensia memang kehilangan memori atau gangguan fungsi kognitif. Tapi demensia ada derajatnya (tingkat keparahan). Kalau derajat 1 malah biasanya tidak ditemukan adanya kehilangan fungsi memori. Derajat 2 terjadi penurunan memori ringan.

Derajat 3, gejala demensia bisa dilihat orang lain, seperti orang tersebut sulit konsentrasi dan bermasalah perencanaan. Derajat 4, orang yang demensia mulai lupa kejadian yang baru terjadi. Selanjutnya, derajat 5 orang demensia perlahan-lahan lupa alamat rumah sendiri serta mengalami kebingungan. Bingung dia sedang berada di mana. Derajat 6, perubahan kepribadian terjadi. Ini ditandai dengan lupa melakukan aktivitas sehari-hari, seperti bagaimana urutan mencuci tangan dan lainnya.

Baca juga:  Mau Terhindar Dari Pikun

Di tahap akhir atau derajat 7, adanya penurunan pergerakan dan cara bicara. Mulai tidak mampu berkomunikasi, menggerakkan tubuh sulit dan harus dibantu orang lain. Jadi, ada ketergantungan secara berat terhadap orang lain.

Gejala demensia pun tidak hanya bersifat kognitif saja, melainkan secara psikologis. Orang demensia mudah marah. Ini dipengaruhi dari perubahan kepribadian. “Kadang sedih dan menangis. Kita sendiri tidak bisa memprediksi kapan kondisi tersebut muncul. Bahkan bisa muncul gangguan halusinasi, kecurigaan terhadap orang lain dan gelisah,” kata Tribowo. (RN)