Waspadai, Ada 2 Faktor Risiko Stroke yang Mengintai

Artikel ini telah direview oleh
Waspadai, Ada 2 Faktor Risiko Stroke yang Mengintai
Foto: dw.com

Selama ini, stroke merupakan masala kesehatan yang banyak menyerang masyarakat. Stroke adalah gangguan saraf yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lebih dari 24 jam. Kondisi yang menyerang pembuluh darah di otak ini bisa berakibat fatal, menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam.

Terdapat 2 macam risiko stroke, yakni bisa dimodifikasi dan yang tidak bisa dimodifikasi. Hal ini dikatakan Menurut Ahmad Rizal dokter bagian ilmu penyakit saraf Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dijelaskan, fakor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah faktor usia, jenis kelamin, keturunan dan ras atau etnik. Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah hipertensi sebagai faktor risiko yang paling penting, penyakit jantung, diabetes mellitus, hiperkolesterol, kegemukan, merokok serta narkoba dan alkohol.

Menurutnya, faktor risiko yang dapat dimodifikasi merupakan lahan pencegahan yang bisa menjadi garapan bersama bagi masyarakat umum, praktisi kesehatan dan pemerintah. Pencegahan yang paling penting adalah mengendalikan faktor risiko.

Apabila terdapat anggota masyarakat yang sudah diketahui menderita hipertensi harus terus didorong untuk menjalani hidup yang lebih sehat. Pola makan yang sehat, berhenti merokok, berhenti minum alkohol, olahraga teratur dapat dijadikan perhatian bersama baik di keluarga maupun di masyarakat umum.

Baca juga:  Stimulasi Anak Usia 12-18 Bulan agar Tumbuh Optimal

Pencegahan tahap kedua adalah dengan memberikan obat-obatan sesuai dengan penyakit yang ditemukan. Meminum obat hipertensi secara teratur dapat menurunkan risiko kejadian stroke di masa yang akan datang.

Namun apabila stroke sudah terjadi, maka langkah melakukan rehabilitasi adalah tindakan yang dilakukan setelah seseorang menderita suatu penyakit. Rehabilitasi penderita stroke sebaiknya dilakukan sedini mungkin, dan melibatkan penderita sendiri, keluarga dan masyarakat atau lingkungan.

Rehabilitasi yang dimaksud yaitu dalam melakukan aktivitas harian, minimal ketika melakukan kebersihan pribadi seperti mandi, buang air besar dan buang air kecil serta makan-minum. Selain itu terdapat pula rehabilitasi psikologis untuk menghindari atau mengurangi depresi, rendah diri, perasaan bergantung pada orang lain. Sementara itu, rehabilitasi sosial berkaitan dengan pekerjaannya dan hubungan pasien dengan masyarakat. Tujuan tindakan rehabilitasi ini adalah kemandirian.

Seluruh rehabilitasi itu, harus ditunjang dengan rehabilitasi keluarga yang meliputi kegiatan yang mendukung pasien dalam melaksanakan aktivitas harian. Anggota keluarga juga harus mengamati kepatuhan berobat pasien. Seluruh jadwal kegiatan keluarga, semaksimal mungkin harus menyesuaikan aktivitas dengan penderita stoke. Karena hidup bersama pasien stroke, otomatis harus melakukan rehabilitasi lingkungan juga yang meliputi penyesuaian tempat tinggal, sarana prasarana lingkungan, lapangan kerja dan penyuluhan ke kelompok pasien, keluarga, masyarakat stroke. (RN)

Baca juga:  Ayo, Kenali 3 Model Temperamen si Kecil