Singkat, Dari Prediabetes Menuju Penderita DM

Artikel ini telah direview oleh
Singkat, Dari Prediabetes Menuju Penderita DM
Foto:gethealthystayhealthy.com

Singkat, Dari Prediabetes Menuju Penderita DM

 Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak dialami masyarakat di Indonesia. Hal ini bisa semakin parah lantaran di masa pandemi Covid-19 ini, selama masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), banyak aktivitas dilakukan dari rumah.

Kondisi tersebut membuat kenaikan berat badan seseorang menjadi meningkat dan tidak terkontrol. Kurangnya aktivitas dan kebiasaan memesan makanan secara online, membuat seseorang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.

Menurut Prof. Dr. dr. Mardi Santoso Ketua PERSADIA Jabodetabek, orang yang obesitas dan memiliki berat badan berlebih, memiliki risiko prediabetes dan diabetes yang sangat tinggi. “Dalam jangka waktu 3-5 tahun, 25% prediabetes dapat berkembang menjadi Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2), 50% tetap dalam kondisi prediabetes, dan 25% kembali pada kondisi glukosa darah normal,” terang Prof. Mardi,

Tentunya hal ini bisa dihindari dengan kesadaran sejak dini. Selain itu upaya mencegah kelebihan berat badan dan obesitas juga bisa dicegah dengan megonsumsi makanan bergizi seimbang dan membatasi asupan Gula, Garam, dan Lemak (GGL).

Baca juga:  Ini Cara Kelola Penyakit Ginjal Tanpa Cuci Darah

“Batasi asupan gula, garam, dan lemak (GGL), istirahat cukup, dan rutin aktivitas fisik 150 menit dalam seminggu dapat membantu mengurangi risiko prediabetes agar tidak berkembang menjadi DMT2,” tuntasnya. (RN)