Ciptakan Lansia Tangguh Dengan 7 Dimensi Perawatan

Artikel ini telah direview oleh

Ciptakan Lansia Tangguh Dengan 7 Dimensi Perawatan

Ciptakan Lansia Tangguh Dengan 7 Dimensi Perawatan
Foto: Kanopi Nursing Home

Pada 2050 nanti, diperkirakan 1 dari 5 orang di bumi akan berusia 65 tahun ke atas. Indonesia juga mulai memasuki era populasi yang menua. Pada 2010, jumlah lansia atau penduduk di atas 60 tahun Indonesia 18 juta. Pada 2045 nanti, jumlahnya akan meningkat menjadi 56,99 juta.

Untuk mendukung kehidupan lansia agar tetap dapat sehat, mandiri, aktif dan produksi (SMART) dapat dilakukan melalui pendampingan perawatan jangka panjang secara utuh melalui kegiatan 7 dimensi kesejahteraan yang terdiri dari spiritual, intelektual, emosional, sosial, vokasional dan dukungan lingkungan hidup (ICAA, 2013).

Berikut 7 dimensi untuk membentuk lansia tangguh:

  1. Dimensi Spiritual
    Dengan memahami dan menguasai dimensi ini, para lansia bisa belajar untuk menerima keadaan bahwa ia mengalami perubahan fisik dan psikis saat menjadi lansia. Dimensi spiritual bisa diperkuat dengan mendekatkan diri dalam kegiatan rohani.
  2. Dimensi Intelektual.
    Penting sekali para lansia bisa dilatih unsur intelektual mereka. Salah satu caranya adalah dengan mengisi teka teki silang, bermain catur, atau bahkan mengajak bermain kartu remi. Kegiatan sederhana ini dapat membantu agar kemampuan otak lansia tidak menurun, karena mereka terus diajak berpikir. Dengan kegiatan ini, otak lansia jadi aktif terus.
  3. Dimensi Hobi.
    Mengembangkan hobi sangat penting untuk dilakukan para lansia, melakukan kegiatan hobi bisa membantu lansia tetap gembira dan hal itu bisa mengurangi berbagai penyakit psikis yang bisa dialami masyarakat lansia.
  4. Dimensi Kesehatan Fisik.
    Lansia biasanya sudah mengalami penurunan kesehatan fisik, disarankan keluarga untuk selalu mengajak para lansia tetap beraktivitas fisik. Keluarga bisa mengajak lansia untuk bergerak minimal berjalan dengan berkala. Dengan bergerak, tubuh lansia bisa terus terlatih.
  5. Dimensi Vokasional.
    Lansia biasanya memiliki keahlian masing-masing. Ada yang ahli membuat anyaman, ada yang ahli menulis atau mengajar. Dengan mengembangkan keahlian, lansia akan merasa tetap berguna sehingga merasa bangga dengan tetap eksis atas keahliannya di masyarakat.
  6. Dimensi Sosial
    Lansia cenderung menyendiri, dengan mengembangkan dimensi sosial, maka lansia bisa bergaul dan memiliki banyak teman seusianya. Jadi kalau lansia mau reuni, atau arisan, biarkan saja. Kalau dilarang dan diomelin melulu, mereka bisa merasa terpuruk.
  7. Dimensi Lingkungan.
    Penting sekali memiliki lingkungan yang ramah lansia, ada beberapa lansia yang memiliki keterbatasan fisik sehingga mereka membutuhkan beberapa alat bantu dalam bergerak. Misalnya, bagi lansia yang mengenakan kursi roda perlu diberikan jalan yang tidak bertangga. Contoh lain, di toilet rumah, bisa ditambah pegangan karena dikhawatirkan para lansia memerlukannya untuk menyangga tubuh. Dimensi lingkungan ini penting untuk dipiki para pihak demi mendukung para lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (RN)
Baca juga:  Perbaiki Kualitas Tidur Dengan Pink Noise