Rabu , 14 November 2018
Home » Artikel » Anak Kecanduan Gadget? Simak Solusi Ini

Anak Kecanduan Gadget? Simak Solusi Ini

Anak Kecanduan Gadget? Simak Solusi Ini – Di jaman yang serba maju sekarang ini, gadget seolah menjadi “kebutuhan” bagi banyak orang, tak terkecuali anak-anak. Sayangnya, bagi anak-anak gadget lebih banyak digunakan sebatas untuk main game. Padahal, bila digunakan dengan baik, ada banyak manfaat yang diperoleh, salah satunya menjadikan anak gemar membaca.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cukup efektif untuk mengalihkan kecanduan mereka terhadap gadget. Berikut tipsnya:

  1. Buat jadwal membaca
    Katri Riedel, seorang ibu dan pendiri situs Bookopolis bercerita, anak-anaknya tidak selalu ingin ikut berbelanja dengannya ke supermarket, namun mereka tahu ibunya selalu pergi ke sana setiap seminggu sekali. Artinya, anak-anak sudah memahami jadwal dan rutinitas. Dari situlah ia terinspirasi untuk membuat jadwal membaca bagi anak-anaknya. “Bahkan, kami membuat jadwal untuk latihan bola. Mengapa tidak dengan jadwal membaca?” kata Riedel.
  2. Jangan bersaing dengan elektronik
    Jika bersaing dengan eletronik, Anda tidak akan menang. Lebih baik memanfaatkan gadget untuk menumbuhkan minat baca anak. Cobalah aplikasi seperti Epic!, Reading Rainbow Skybrary Family atau Newsomatic. Atau, Anda bisa mengunduh e-book dan biarkan anak membacanya di gadget.
  3. Biarkan anak memilih buku sendiri
    Sebuah artikel di School Library Journal menyatakan bahwa minat baca anak-anak di sekolah meningkat 30 persen ketika gurunya membiarkan mereka memilih buku sendiri. “Mintalah kepada guru anak Anda untuk menyiapkan bahan bacaan yang luas, beragam dan moderen,” kata Jen Robinson, seorang blogger.
  4. Bernegosiasi
    Riedel menggunakan taktik ini pada anaknya yang masih SMP: “Saya bilang kepadanya: ‘Jika kamu ingin Ibu mengantar ke tempat latihan bola tiga kali dalam seminggu, maka kamu harus membaca buku 20 menit per hari’. Terkadang merasa bersalah melakukannya, tapi cara tersebut ternyata berhasil,” paparnya.
  5. Tahu kapan harus berhenti
    “Tak masalah meninggalkan buku untuk sementara,” ujar Pam Allyn, pendiri LitWorld. Namun, jika memang ada buku yang harus anak baca, jadilah temannya. “Katakan kepada mereka: ‘Jika kamu membaca satu halaman, maka Ibu juga akan melakukan hal yang sama’. Dengan begitu, anak tidak akan merasa kesulitan atau terpaksa,” kata Pam.
  6. Mendengarkan audiobook
    Jika semua cara di atas gagal, Riedel menyarankan agar kita membiarkan anak mendengarkan audiobook. Bisa dimulai dengan satu bab terlebih dahulu untuk membuatnya tertarik. Selanjutnya, secara perlahan, beralihlah ke teks. “Saya mendukung baca buku dengan suara keras – baik melalui audiobook maupun kita sendiri yang membacakannya untuk anak,” tambah Pam. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates