Anak Obesitas Dipengaruhi Lama Tidurnya

Anak Obesitas Dipengaruhi Lama Tidurnya
Foto; id.theasianparent.com

Obesitas atau kegemukan bukanlah hal yang hanya dialami oleh orang dewasa saja. Masalah ini juga dapat dialami oleh anak-anak dan memang jumlahnya cukup meningkat saat ini.

Untuk mengatasi masalah obesitas pada anak ini, salah satu caranya adalah melalui perubahan gaya hidup yang dimiliki. Dilansir dari Health24, salah satu perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan pada anak ini adalah penyesuaian waktu tidur.

Selain pola makan, kurang tidur telah dihubungkan dengan bertambahnya berat badan baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Jumlah jam tidur yang tepat pada anak-anak ini sangat penting bagi perkembangan mereka.

Pada saat ini, umumnya jam bangun anak sangat ditentukan dengan jam sekolahnya. Karena jam bangun mereka yang sudah tak bisa diubah tersebut, yang bisa kita lakukan adalah membuat anak tidur lebih awal.

Sebuah penelitian yang dimuat di Journal of Pediatrics, meneliti sekitar 1.000 anak sejak mereka lahir hingga usia 15 tahun. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa perhatian terhadap jam tidur anak ini harus dimulai sejak sebelum mereka bersekolah.

Dari penelitian tersebut diketahui bahwa anak berusia empat tahun yang tidur sebelum jam 8 malam, memiliki risiko obesitas 50 persen lebih rendah dibanding yang tidur setelah jam 9 malam. Perubahan jam tidur yang sederhana ini bisa membuat perbedaan sangat besar pada kesehatan anak.

Tentu saja pada saat ini hal tersebut tidak semudah itu dilakukan karena sejumlah aktivitas yang bisa dilakukan di rumah. Oleh karena itu, cara yang bisa dilakukan adalah bagi orangtua untuk mengubah jam aktivitas keluarga menjadi lebih sore.

 Kebutuhan tidur harian anak:

  • Di bawah 12 bulan: 12 sampai 16 jam, termasuk tidur siang
  • 1 hingga 2 tahun: 11 hingga 14 jam, termasuk tidur siang
  • 3 hingga 5 tahun: 10 hingga 13 jam, termasuk tidur siang
  • 6 hingga 12 tahun: 9 hingga 12 jam
  • 13 hingga 18 tahun: 8 hingga 10 jam (RN)