Hindari Anak Makan Junk Food Ini Strateginya

Hindari Anak Makan Junk Food Ini Strateginya

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5260" align="alignleft" width="259"] Foto: segiempat.com[/caption] Di zaman now, banyak anak-anak begitu menggemari makan makanan junk food. Namun, harus dipahami bahwa anak-anak yang sering makan jenis makanan yang salah, seperti junk food atau makanan pinggir jalan, lebih berisiko mengalami kegemukan dan berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, dan kanker. Oleh karena itu, penting mengajarkan anak untuk makan makanan sehat merupakan hal yang penting agar anak mereka terbiasa untuk tidak pilih-pilih makanan. Berikut strateginya: Siapkan camilan yang sehat Cara pertama agar anak bisa berhenti makan junk food adalah dengan menghidangkan camilan seperti buah, sayuran, dan biskuit gandum dengan keju. Siapkan camilan sehat di tempat yang mudah dijangkau anak-anak, seperti di meja makan. Saat mereka lapar, mereka dapat mengambilnya dengan mudah. Siapkan juga mangkuk berisi buah-buahan di tempat yang mudah dilihat, sehingga…
Read More
Benarkah Punya Saudara Empati Anak Lebih Besar

Benarkah Punya Saudara Empati Anak Lebih Besar

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5236" align="alignleft" width="300"] Foto: wajibbaca.com[/caption] Bukan bermaksud membuat Anda sebagai orangtua harus berpikir kembali untuk menambah buah hati, bagi mereka yang hanya memiliki satu orang anak. Namun, dari hasil penelitian yang dilakukan University of Calgary, Université Laval, Tel Aviv University dan University of Toronto, menyimpulkan bahwa anak-anak yang memiliki saudara yang baik, hangat dan mendukung, akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih berempati daripada anak-anak yang saudara tanpa karateristik tersebut. Ternyata, memiliki kakak atau adik bisa membuat seorang anak lebih berempati dan murah hati. Hal yang wajar jika ada pertengkaran atau persaingan antara kakak dan adik. Namun, tumbuh bersama saudara sebenarnya dapat memainkan peran penting dalam perkembangan anak. Para periset juga menemukan bahwa kakak beradik dapat secara positif saling mempengaruhi rasa empati satu sama lain. “Temuan kami menekankan pentingnya semua anggota keluarga, bukan…
Read More
Anak Bahagia Lahir Dari Ibu Bahagia

Anak Bahagia Lahir Dari Ibu Bahagia

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5230" align="alignleft" width="300"] Foto: momonganak.org[/caption] Ibu yang bahagia akan menghasilkan anak-anak yang juga bahagia. Hal ini dikatakan oleh spesialis anak dr Meita Dhamayanti, SpA(K), M.Kes., pada acara temu media dalam peluncuran 125 video "All for Baby" yang digelar oleh Johnson's. “Kalau ibunya bahagia sejak dari kandungan, maka anaknya akan tumbuh jadi anak yang bahagia dan ideal. Kemudian saat lahir, kebahagiaan ibu akan mencerminkan tumbuh kembang anak,” ujar Meita di Emerald Ballrom, Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, beberapa hari lalu. Faktor emosional seorang ibu akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak-anaknya. Tumbuh kembang anak setelah masa kehamilan ibu berlanjut pada usia bayi, dimana mereka masih memerlukan Air Susu Ibu (ASI). Namun, banyak ibu mengalami kesulitan produksi ASI. Spesialis Anak dr. Utami Roesli, SpA ., MBA, IBCLC., IFABM menegaskan pentingnya dukungan orang…
Read More
4 Cara Sederhana Bikin Si Kecil Mengerti Matematika

4 Cara Sederhana Bikin Si Kecil Mengerti Matematika

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5195" align="alignleft" width="300"] Foto: nakita.grid.id[/caption] Si kecil kerap kali mengalami kesulitan dalam mengerjakan matematika. Pemahaman tentang bentuk, ukuran, dan tempat akan membantu si kecil mengembangkan kecerdasan berhitung. Dengan permainan spasial dapat membantu anak memahami ukuran, posisi, dan gerakan. Keterampilan spasial ini akan mempengaruhi kemampuan matematika anak dan kemampuan anak untuk memahami petunjuk. Kemampuan spasial adalah salah satu keterampilan untuk mengukur kesiapan anak memasuki taman kanak-kanak. Di Taman kanak-kanak, anak akan mengenali dan memberi nama 4 bentuk seperti lingkaran, kotak, segitiga, dan persegi panjang. Hal ini merupakan awal pelajaran geometri pada anak. Anak juga belajar kata matematika spasial seperti di depan, belakang, dan di atas. Seorang anak akan mengetahui posisi seperti di akhir baris atau di samping teman saat belajar bermain. Pakar matematika awal Douglas Clement mengatakan hal ini sebagai…
Read More
Perangkat Digital Picu Mata Kering pada Anak

Perangkat Digital Picu Mata Kering pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5192" align="alignleft" width="300"] Foto: v2.com[/caption] Seringnya anak menggunakan perangkat digital bisa mengakibatkan mata kering. Orangtua wajib mewaspadai hal tersebut. Hal ini disampaikan Amber Gaume Giannoni, spesialis optometri lokal di College of Optometry di Universitas Houston, Amerika Serikat, mengatakan, makin sering anak-anak menatap perangkat digital layar pendar, mereka cenderung jarang berkedip, yang menyebabkan mata kering. Kedipan mata dapat merangsang kelenjar melembapkan mata. Seperti dilansir dari laman Boldsky,studi tersebut juga menunjukkan anak-anak berusia 8 tahun dapat menghabiskan 6 jam sehari di depan layar. Giannoni menyarankan orangtua membatasi waktu anak menonton televisi dan memperhatikan gejala seperti berkedip serta menggosok mata. Dia merekomendasikan metode 20-20-20 untuk mengurangi ketegangan mata digital, yakni istirahat 20 detik untuk setiap 20 menit mata menatap perangkat digital dan sekitar 6 meter jarak televisi dengan mata. (RN)
Read More
Awasi Jangan Sampai Anak Kecanduan Gadget

Awasi Jangan Sampai Anak Kecanduan Gadget

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5179" align="alignleft" width="300"] Foto: www.gulalives.co[/caption] Badan kesehatan dunia mengklasifikasikan kecanduan game di bawah klasifikasi gangguan adiksi. Gangguan mental tersebut dinamakam gaming disorder. Menurut Kristiana Siste Kurniasanti, psikiater adiksi yang juga merupakan Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI, WHO mendeskripsikan gaming disorder, sebagai perilaku bermain game yang bersifat persisten atau terus menerus baik online maupun off line. Adapun gejala yang dideskripsikan oleh WHO di antaranya, ketidakmampuan mengontrol kegiatannya bermain. Siste menyebut, frekuensi bermain pada mereka yang kecanduan akan meningkat. “Tadinya seminggu hanya tiga kali menjadi setiap hari atau dalam sehari hanya dua jam menjadi lima jam. Jadi ada peningkatan frekuensi, lama waktu bermainnya dan ada peningkatan intensitasnya,” terang Siste di Jakarta. Gejala lainya ialah lebih memprioritaskan bermain game daripada kegiatan-kegiatan sehari-hari. Orang yang kecanduan game, akan tetap meneruskan frekuensi mainnya walaupun…
Read More
Lagi Demam Bolehkan Anak Tidur di Ruangan ber-AC

Lagi Demam Bolehkan Anak Tidur di Ruangan ber-AC

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5176" align="alignleft" width="300"] Foto: bersamaislam.com[/caption] Ketika anak demam, orangtua pasti galau dan cemas. Apa pun dilakukan untuk menurunkan panas tubuhnya. Salah satu yang menjadi perdebatan adalah AC--apakah perlu dimatikan atau tidak? Jika dimatikan, udara panas malah membuat anak tidak bisa tidur dan istirahat dengan nyaman. Sebetulnya, tidak ada larangan anak yang sedang demam tidak boleh tidur di ruangan ber-AC. Sebab, saat demam, tubuh anak lemas, sulit tidur, dan tak napsu makan. Mereka juga lebih gampang berkeringat. Karena itu, anak harus berada di ruangan yang dingin dan sejuk untuk mendapatkan kenyamanan. Penggunaan AC saat tidur tidak memperburuk kondisi anak yang sedang demam, demikian kata dr. Theresia Rina Yunita. Jadi sah-sah saja jika membiarkan AC di kamar anak tetap menyala. Namun, perlu diperhatikan juga pengaturan suhu serta hal lainnya agar anak…
Read More
Anemia Miliki Efek Jangka Panjang pada Anak

Anemia Miliki Efek Jangka Panjang pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5158" align="alignleft" width="300"] Foto: bundanet.com[/caption] Anemia masih menjadi masalah besar bagi kesehatan masyarakat global dengan jumlah penderita yang mencapai 2,3 miliar jiwa. Menurut Zulfiqar Ahmed Bhutta, Ketua Kesehatan Anak Global sekaligus Direktur Pendidi Pusat Keunggulan Kesehatan Perempuan dan Anak di Universitas Aga Khan, Asia Tenggara dan Afrika tercatat memiliki prevalensi tertinggi. “The Health World Assembly telah menerapkan sebuah rencana implementasi yang komprehensif untuk mencapai enam target nutrisi global dengan satu tujuan spesifik, yakni untuk mengurangi 50 persen tingkat anemia pada wanita usia subur pada tahun 2025,” ungkapnya. Zulfiqar menjelaskan di Asia Tenggara, ada 202 juta wanita yang terkena anemia sedangkan di Pasifik Barat, ada sekitar 100 juta jiwa. Sebanyak 41,8 persen ibu hamil dan kurang lebih 600 juta anak sekolah dasar dan anak usia sekolah di seluruh dunia adalah penderita…
Read More
Rekam Saat Marahin Anak Bisa Bunuh Karakater Buah Hati

Rekam Saat Marahin Anak Bisa Bunuh Karakater Buah Hati

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5155" align="alignleft" width="300"] Rekam Saat Marahin Anak Bisa Bunuh Karakater Buah Hati[/caption] Mengekspos anak dalam kondisi tidak menyenangkan bukan saja bisa mempermalukan, tapi juga membunuh karakter anak. Hal itu merupakan hasil penelitian sejumlah psikolog di Amerika Serikat. Menurut Karyl McBride, terapis masalah pernikahan dan keluarga berlisensi asal Denver, Colorado, Amerika Serikat, “Anak akan merasa tidak percaya diri dan selalu meragukan dirinya sendiri.” “Anak akan belajar untuk tidak mempercayai orang lain dan perasaannya sendiri, menyebabkan seorang anak merasa gagal dan buruk,” kata Karyl. Sementara itu, BelaSood, psikiater anak dan dewasa dari Pusat Perawatan Anak Virginia di Virginia, Amerika Serikat, menyatakan merekam anak dalam kondisi dihukum dan kemudian membagikan hasil rekaman ke media sosial menandakan adanya gangguan kemampuan berkomunikasi pada orangtua. Efeknya, hubungan orangtua dengan anak bisa semakin renggang. “Hal itu menunjukkan…
Read More
Kenali Gangguan Anemia Pada Anak

Kenali Gangguan Anemia Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5131" align="alignleft" width="300"] Foto: harnas.co[/caption] Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Orangtua sering tidak menyadari gejala anemia pada anak sehingga terlambat menyadari kehadiran penyakit ini. Gejala anemia pada anak seperti kehilangan selera makan, sulit fokus, penurunan sistem kekebalan tubuh, dan gangguan perilaku, atau orang awam lebih mengenal dengan gejala 5L (lesu, lemah, letih, lelah, lunglai), wajah pucat, kunang-kunang. Murti Andriastuti, Ketua Satuan Tugas Anemia Defisiensi Besi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan, anemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak-anak. Komplikasi jangka panjang ADB dapat meliputi gangguan sistem kardiovaskular, sistem imun, gangguan perkembangan, psikomotor serta kognitif. “Anemia sendiri dapat disembuhkan, namun komplikasi yang timbul dapat bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Untuk…
Read More