Nutrisi dan Kebersihan Bayi Dalam Kandungan Faktor Penentu

Nutrisi dan Kebersihan Bayi Dalam Kandungan Faktor Penentu

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5128" align="alignleft" width="300"] Foto: orami.co.id[/caption] Sejak awal masa kandungan, para calon ibu harus memperhatikan nutrisi yang diberikan pada calon bayinya. Apalagi setelah sang bayi lahir dan mengalami momen ‘periode emas’ usianya. Masa emas anak itu terjadi pada usia 0 hingga 2 tahun, oleh karena itu para mom juga harus tahu betapa pentingnya momen tersebut. Hal itu karena segala sesuatu yang didapatkan sang anak pada periode itu akan berdampak pada tumbuh kembang mereka. Menurut Dr Natia Anjasari SpA dari Brawijaya Hospital, perlindungan kesehatan, dimulai saat ibu hamil pada usia 0-9 bulan, atau 280 hari hingga bayi tersebut berusia 2 tahun atau 730 hari setelah kelahiran. Para ibu harus mengetahui pentingnya menjaga asupan nutrisi dan kebersihan agar tumbuh kembang anak tidak terhambat. “Bayi dari dalam kandungan sampai (usia) 2 tahun, karena…
Read More
Berikut 11 Tanda Sakit Jantung yang Kerap Disepelekan

Berikut 11 Tanda Sakit Jantung yang Kerap Disepelekan

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5023" align="alignleft" width="300"] Foto: www.alodokter.com[/caption] Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia. Seringkali, tanpa kita sadari kita telah memiliki gejala tersebut tapi diacuhkan. Ada beberapa tanda yang harus diperhatikan untuk kemudian menjaga kesehatan jantung ke depannya. Apa saja? Dilansir dari Shared.com, ini dia. Sulit tidur Kurang tidur bisa sangat berbahaya. Itu sebabnya, orang yang kurang tidur cenderung punya masalah kesehatan. Salah satu efek kurang tidur dapat berdampak pada otot jantung. Bila kita mendapatkan istirahat yang baik, detak jantung dan tekanan darah akan turun. Jadi, orang yang kurang tidur berisiko terkena tekanan darah tinggi yang berujung pada sakit jantung. Jika Anda menderita sleep apnea, terbangun beberapa kali di malam hari, kemungkinan jantung Anda ikut menderita. Ruam kulit atau bintik-bintik Jika Anda menderita kondisi kulit seperti eksim dan ruam saraf,…
Read More
Pilek Bisa Akibatkan Ganggung Pendengaran Anak

Pilek Bisa Akibatkan Ganggung Pendengaran Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5017" align="alignleft" width="300"] Foto: cara.pro[/caption] Berbagai penyakit kerap muncul ditengah cuaca yang tidak menentu. Ini akibat dari kekebalan tubuh yang cenderung menurun. Salah satunya adalah sakit pilek. Penyakit ini kerap mengganggu anak dan membuatnya rewel. Waspadai bila anak Anda menderita pilek. Sebab, jika dibiarkan, penumpukan cairan ketika pilek bisa mengganggu pendengaran. Pada anak-anak, ventilasi dari telinga ke tenggorokan berbentuk rata sehingga lebih mudah mengalami infeksi. “Jika dibiarkan, cairan yang terkumpul ini bisa memecahkan gendang telinga yang sangat tipis," ucap ketua Perhimpunan Dokter Spesialis THT Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) Soekirman Soekin di Jakarta, beberapa waktu lalu. Solusinya, dengan segera menyembuhkan sakit pilek. Soekirman juga mengingatkan para orang tua waspada terhadap pilek pada anak yang tak kunjung sembuh, terutama anak yang memiliki alergi. Jika pilek menyebabkan hidung tersumbat, disarankan tidak…
Read More
Orangtua Harus Waspada Penyakit Rinitis Kerap Menyerang Anak

Orangtua Harus Waspada Penyakit Rinitis Kerap Menyerang Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5001" align="alignleft" width="300"] Foto:theasiaparents.com[/caption] Orangtua harus waspada, Jika anak sedang pilek atau suhu tubuhnya tinggi dalam waktu lama, ada kemungkinan anak tengah terserang penyakit rinitis. Rinitis adalah penyakit radang selaput hidung. Penyakit ini umumnya merupakan kelanjutan dari selesma (common cold atau demam biasa), flu, serta alergi. Gejalanya serupa, yaitu bersin, beringus, dan hidung tersumbat namun frekuensinya lebih lama. “Jika anak sakit lebih dari 10 hari, sakitnya sudah berat sejak awal atau kondisinya sempat membaik lalu memburuk lagi, virus selesma bisa ketumpangan bakteri,” ujar dr. Darmawan Budi Setyanto Sp.A(K). Serangan rinitis membuat orangtua harus mencari cara untuk menanganinya. Penanganannya bisa melalui cara sederhana, seperti mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak. “Kalau gejala banyak lendir, anak cukup minum banyak jadi lendirnya encer dan tidak menyumbat saluran pernapasan,” terang dr. Wahyuni, Sp.A(K). Kemudian, orangtua juga…
Read More
Atas Flu pada Anak Tanpa Obat

Atas Flu pada Anak Tanpa Obat

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_4998" align="alignleft" width="300"] Foto: buletinibu.com[/caption] Orangtua terkadang menjadi kerepotan tatkala mendapati anaknya terserang sakit flu. Ini lantaran kebanyakan anak menjadi rewel sehingga memerlukan perhatian khusus. Sebenarnya, obat flu dan batuk untuk anak-anak mudah ditemukan di toko-toko. Meski begitu, sebenarnya ada cara lain untuk membantu mengatasi flu pada anak tanpa tergantung pada obat-obatan dan berikut di antaranya, seperti dilansir Very Well. Gunakan semprotan saline Salah satu cara paling aman dan efektif untuk merawat flu pada anak adalah dengan menggunakan obat semprot atau tetes hidung yang mengandung garam atau saline. Obat ini bisa digunakan pada anak dan orang dewasa, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Saline tak mengandung bahan kimia, hanya cairan garam biasa, dan bisa membantu mengatasi hidung yang tersumbat sehingga anak lebih mudah bernapas. Gunakan pelembap ruangan Ketika cuaca…
Read More
Jangan Anggap Remeh Flu Pada Anak

Jangan Anggap Remeh Flu Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_4980" align="alignleft" width="300"] Foto: www.bundaupdate.com[/caption] Banyak orangtua menganggap gejala pilek serta panas tinggi pada anak hanya penyakit biasa atau flu saja. Ternyata, istilah tersebut ternyata keliru dalam kesehatan medis. Istilah yang lebih tepat adalah selesma alias common cold (demam biasa). Penyakit ini berasal dari 100 virus yang menghinggapi tubuh. Salah satunya adalah virus flu. “Istilah flu itu keliru. Istilah yang benar adalah selesma atau common cold . Flu itu satu virus. Selesma terjadi karena ada 100 virus yang muncul,” jelasdr. Darmawan Budi Setyanto Sp.A(K). Selesma menyerang hidung dan tenggorokan. Gejala penyakit ini termasuk bersin, ingus keluar hingga hidung tersumbat. “Ini infeksi hidung dan sekitarnya. Radang nggak cuma tenggorokan, tetapi seluruh hidung hingga tenggorokan,” tambahnya. Selesma terbilang wajar di kalangan anak-anak. dr. Darmawan menjelaskan bahwa seorang anak bisa terkena selesma sebanyak enam…
Read More
Simak 5 Jenis Kanker yang Sering Terjadi Pada Anak

Simak 5 Jenis Kanker yang Sering Terjadi Pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_4976" align="alignleft" width="275"] Foto: www.katalogibu.com[/caption] Dewasa ini, kanker pun dengan mudah menyerang anak-anak. Meski begitu, ada pembedaan kanker yang menerpa orang dewasa dengan anak-anak. Ini lantaran faktor risiko gaya hidup dan lingkungan tidak begitu berperan. Anak-anak, terutama bayi yang terserang kanker  biasanya dikarenakan perubahan atau kelaian yang DNA saat baru lahir. Dengan perkembangan teknologi medis, lebih dari 80 persen anak-anak dengan kanker  sekarang bertahan hidup lima tahun atau lebih. Kanker  masih menjadi penyebab kematian kedua pada anak-anak di bawah 15 tahun selain kecelakaan. Kanker pada anak-anak terkadang sulit untuk dikenali karena sering dikira dengan benjolan atau luka biasa. Dilansir dari roserllpark, secara medis, ternyata ada 5 jenis kanker  yang paling sering dialami anak-anak. Leukemia Limfoblastik Akut Kanker yang terjadi pada masa kanak-kanak yang paling umum adalah, Lymphoblastic Leukemia Akut. Ada sekitar 34 persen dari anak-anak  penderita kanker adalah kanker jenis…
Read More
Ini Jenis Olahraga Anak Sesuai Usianya

Ini Jenis Olahraga Anak Sesuai Usianya

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_4885" align="alignleft" width="300"] Foto: erabaru.net[/caption] Bagi anak-anak, olahraga adalah salah satu aktivitas menyenangkan bagi anak dengan segudang manfaat. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan emas untuk mengajarkan dan memperkenalkan anak pada dunia olahraga sedini mungkin. Bukan hanya manfaat kesehatan, bahkan, mengajarkan anak olahraga sejak kecil akan memberikan keterampilan lain yang mungkin tidak dimiliki teman-temannya. Lalu, olahraga apa yang tepat untuk mereka? Usia 6-9 Perhatian anak usia 6-9 tahun masih cenderung pendek. Pemberian instruksi yang terlalu rumit akan sulit dipahami. Anak membutuhkan petunjuk yang singkat, jelas, dan sedikit demi sedikit. Olahraga yang membutuhkan strategi khusus masih sulit diserap anak sehingga justru akan membuatnya bingung. Sesuaikan juga dengan kemampuan motorik anak pada usia ini. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain: Lari Bermain bola Olahraga senam/gimnastik Renang Olahraga bela diri Usia 10-12…
Read More
Jangan Remehkan Cacingan Pada Anak, Kenali Gejalanya

Jangan Remehkan Cacingan Pada Anak, Kenali Gejalanya

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4880" align="alignleft" width="275"] Foto: hellosehat.com[/caption] Cacingan sangat mungkin terjadi pada anak-anak. Ini lantaran pola hidup anak yang kerap tidak terkontrol oleh para orangtua. Anak yang terkena cacingan jangan dipandang remeh. Cacing yang masuk ke dalam tubuh bisa berkembang biak, yang akhirnya menghambat tumbuh dan kembang anak. Anak-anak yang menderita cacingan kronis bisa mengalami penurunan berat badan hingga perkembangan otak. Sebelum terlambat, ada baiknya mengetahui lebih dulu ciri-ciri anak yang mengalami cacingan.  Berikut ini, tiga gejala spesifik anak dengan kondisi cacingan: Kurang nafsu makan   Gejala ini memang dianggap kurang spesifik, karena beberapa kondisi lain pada anak juga ditandai dengan gejala yang sama. Sebut saja seperti masa tumbuh gigi, atau mengalami radang tenggorokan. Tapi, secara umum, kurang nafsu makan atau anoreksia juga bisa karena infeksi pencernaan yang disebabkan cacingan. “Kenapa…
Read More
Jangan Larang Anak Main di Luar Rumah

Jangan Larang Anak Main di Luar Rumah

Artikel, Artikel Anak
[caption id="attachment_4351" align="alignleft" width="300"] Foto: terassehat.com[/caption] Rasa khawatir terhadap kotor dan infeksi membuat banyak orangtua membatasi gerak buah hatinya, khususnya saat bermain. Mereka pun lebih menyukai apabila anak-anak memilih bermain di dalam rumah dengan gadget milik mereka. Padahal, bermain di luar rumah dengan banyak melibatkan aktivitas fisik memberikan banyak manfaat. Tak hanya mengasyikan, bermain di luar rumah mampu mendorong stimulasi motorik dan psikologis anak yang akan membantu perkembangannya. Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, “Anak-anak kita kurang olahraga dan bergerak. Senam pagi (di sekolah) sudah ditinggalkan, padahal aktivitas bermain bersama itu bermanfaat untuk psikomotorik, sosial, emosional, moral dan kreatifitas”. Sementara untuk jenis permainan, pria yang akrab disapa Ka Seto ini menyarankan memainkan permainan tradisional. Mulai dari gobak sodor, bentengan hingga petak umpet. Menurutnya, permainan tersebut mengajarkan banyak…
Read More