ATEROSKLEROSIS Ketika Pembuluh Darah Kaku dan Menyempit

Artikel
Pembuluh darah yang sehat adalah yang aliran darahnya bisa berjalan lancar dan kondisinya lentur. Akibat pola makan dan faktor lainnya, pembuluh darah bisa menjadi kaku dan menyempit. Kondisi yang disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis berasal dari bahasa Yunani, athero berarti bubur atau lengket, dan scleroris yang berarti keras. Karenanya aterosklerosis bisa diartikan sebagai pengerasan arteri. Pengerasan dan penyempitan pembuluh darah berjalan pelan selama puluhan tahun, sehingga lama-lama akan membuat arteri tersumbat. Kondisi ini merupakan penyebab serangan jantung dan stroke. Para ahli menyebutkan, aterosklerosis dimulai dengan kerusakan endotelium (lapisan tipis pada pembuluh darah), akibat tekanan darah tinggi, merokok, atau kolesterol tinggi. Kerusakan ini memicu terbentuknya plak. Ketika aterosklerosis terbentuk, timbunan akan terus membesar sampai akhirnya benar-benar menyumbat pembuluh darah. Proses itu bisa terjadi di seluruh tubuh. Akibatnya, bukan hanya jantung yang beresiko,…
Read More

Waspadai Kandungan Gula Pada Makanan Anak

Artikel
Banyak produk makanan dan minuman di supermarket untuk anak, yang sekilas terlihat aman justru mengandung kadar gula yang berbahaya. Seorang ayah dari Inggris, Dean Dempsey (41), menghabiskan satu minggu untuk memeriksa 106 bekal di sekolah TK anaknya. Dia ingin mengetahui apa yang dibawa orangtua untuk anak-anak mereka. Hasilnya sangat mengejutkan, salah satu bekal mengandung 49,5 gram gula, atau sekitar dua belas sendok teh. Padahal, anak-anak usia 4 hingga 8 tahun disarankan untuk tidak makan gula lebih dari 3 sendok teh atau 12 gram setiap harinya. Ayah dua anak ini adalah pemilik dari perusahaan Naturelly Jelly Juice dan terinspirasi untuk melakukan penelitian tersebut setelah mengalami kesulitan dalam mencari camilan sehat untuk anaknya. Dia juga menemukan bahwa produk supermarket yang paling populer adalah Capri Sun rasa blackcurrant (16,2 gram gula), yogurt merek…
Read More

Penderita Diabetes Sebaiknya Lakukan Olahraga Ringan

Artikel
Manusia dirancang untuk bergerak. Karena itu, rajinlah bergerak. Hasil penelitian menunjukkan para penderita diabetes atau biasa disebut diabetesi bila rajin melakuan olahraga ringan, maka akan membuat kadar gula darah menjadi normal. Misal, para diabetesi saat duduk santai bisa diselingi dengan berjalan, squat atau olahraga betis setidaknya selama 3 menit, mereka memiliki tingkat gula darah yang lebih rendah. Hormon insulin dan protein c-peptida dalam darah—yang dapat meningkat ketika diabetes—pun terkontrol dengan baik. “Sistem biologis akan berfungsi optimal ketika kita bergerak dan aktif secara fisik,” kata pemimpin studi Paddy Dempsey, seorang peneliti di Baker IDI Heart and Diabetes Institute di Melbourne, Australia. “Waktu duduk yang terlalu panjang pada kehidupan membuat banyak orang kehilangan kesempatan untuk melalukan gerakan yang sehat.” Para penderita diabetes tipe 2, yang dikaitkan dengan obesitas dan penuaan dan terjadi…
Read More

Dipercaya Olahraga Turunkan Risiko 13 Jenis Kanker

Artikel
Kanker memang penyakit yang belum dapat diobati sampai tuntas, meski begitu ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah kanker. Selain memiliki pola makan yang sehat, aktif secara fisik juga seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup kita. Sebuah penelitian menunjukkan, mereka yang rajin melakukan aktivitas fisik, memiliki penurunan risiko terkena 13 jenis kanker. Peneliti menganalisis data dari 1,4 juta orang di Amerika Serikat dan Eropa yang diikuti selama 11 tahun. Dalam masa penelitian itu, lebih dari 186.000 peserta penelitian terkena kanker. Para peserta penelitian ditanya oleh peneliti mengenai aktivitas fisik yang dilakukan. Hasilnya, mereka yang lebih banyak melakukan olahraga, memiliki penurunan risiko 13 jenis kanker dibanding mereka yang tidak pernah atau sangat jarang olahraga. Berikut 13 jenis kanker yang mengalami penurunan risiko jika melakukan olahraga: Kanker tenggorokan: risiko 42…
Read More

Jangan Abaikan 8 Tanda Demensia Ini

Artikel
Demensia merupakan gangguan pada otak yang menyebabkan penurunan memori hingga fungsi kognitif. Tidak hanya menjadi pikun, orang dengan demensia lambat laun bisa mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini tentu akan menurunkan kualitas hidup seseorang. Demensia umumnya terjadi pada usia lanjut. Namun, banyak orang yang tidak menyadari tanda-tanda terkena demensia. Kebanyakan orang mengira, penurunan kemampuan berpikir, kemampuan mengingat, hingga kognitif merupakan hal yang wajar terjadi saat lanjut usia. Padahal, demensia bukan proses alami dari penuaan. Demensia pun hingga kini belum bisa disembuhkan. Berikut 8 tanda-tanda demensia: Hilang ingatan sesaat Dapat mengingat masa lalu, tetapi tiba-tiba sering lupa dengan apa yang baru saja dilakukan beberapa jam lalu. Hal ini merupakan hilang memori jangka pendek dan bisa jadi pertanda awal risiko demensia. Sulit berkomunikasi Salah satu tanda demensia adalah tiba-tiba selalu kesulitan…
Read More

Inilah 8 Kebiasaan Buruk Orangtua, Berbahaya Bagi Anak

Artikel
Kebiasaan orangtua berikut mungkin terkesan sepele, tapi ternyata berdampak tak baik bagi kesehatan anak. Apa saja? Memberi makanan padat terlalu cepat Kebiasaan memberikan makanan padat terlalu cepat bagi bayi berusia di bawah 6 bulan merupakan kebiasaan yang sudah lama ada dan tersebar di mana-mana. Seringkali hal ini malah sudah diturunkan dari generasi ke generasi. Ada yang beralasan supaya bayi cepat besar atau biar cepat kenyang. Kenyataannya, bayi belum memiliki saluran cerna yang mampu mencerna makanan padat sebelum berusia 4 bulan. Dalam kasus yang ekstrem, bahkan pernah terjadi bayi mengalami sumbatan pada usus dan harus dioperasi sebagai akibatnya. Selain itu, pemberian makanan padat yang terlalu dini juga berisiko menyebabkan anak mengalami obesitas di kemudian hari. Menyuapkan makanan secara paksa saat anak tidak mau makan Bukan cerita baru kalau ada orangtua yang…
Read More

Lakukan Teknik Pernapasan Ini Bila Sulit Tidur

Artikel
Tak ada yang lebih buruk dari terjaga pada malam hari. Tubuh sudah terasa lelah dan membutuhkan istirahat, tetapi otak masih “on” dan mata tak mau terpejam. Sudah coba berbagai cara, mulai dari minum susu hangat, menghirup aromaterapi lavender, hingga “menghitung sapi”, tetapi tetap tak berhasil? Mungkin ini saatnya Anda mencoba teknik pernapasan. Dr Andrew Weil dari Arizona memelopori teknik pernapasan 4-7-8, yang terinspirasi dari metode yoga. Teknik ini sangat simpel, tak membutuhkan banyak waktu, tak memerlukan alat apa pun, dan bisa dilakukan di mana pun. Dr Weil mengklaim bahwa teknik pernapasan 4-7-8 bisa membantu orang untuk tertidur dalam waktu 60 detik. Pernapasan ini berperan sebagai penenang alami untuk sistem saraf, mengurangi stres, dan menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Berikut cara melakukan pernapasan itu: Sebelum memulai, tempatkan lidah Anda ke arah…
Read More

Minimalkan Ledakan Amarah Pasangan

Artikel
Dalam sebuah hubungan, khususnya yang telah berlangsung dalam waktu yang lama, Anda pasti pernah meluapkan amarah pada pasangan Anda. Kemarahan ini dapat menjadi pembelajaran untuk kejadian di masa mendatang, namun bisa juga dapat merusak hubungan Anda. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda meminimalisir amarah yang dapat merusak hubungan Anda. Uraikan kemarahan dengan segera Saat pertama kali Anda menyadari adanya tanda-tanda kemarahan dari pasangan Anda, tanyakan padanya apa yang terjadi. Meninggalkan orang yang sedang marah begitu saja untuk mengobati rasa marahnya sendirian, hanya akan membuat suasana bertambah buruk, bukan membaik. Tetap tenang Semakin tenang Anda, semakin cepat pula kemarahan pasangan Anda akan mereda. Berteriak pada pasangan Anda yang sedang marah, hanya akan membuat kemarahannya bertambah besar, sedangkan merajuk malah akan membuat suasana buruk berlangsung lebih lama. Mengerti perasaan pasangan Anda Dengan…
Read More

Mengenal Kondisi Mulut Diabetes

Artikel
Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut dari Difa Oral Health Center, drg Widya Apsari membeberkan lima hal yang harus kita tahu tentang diabetes dan kondisi rongga mulut penderitanya. Risiko gigi berlubang pada pengidap diabetes (diabetesi) meningkat lantaran jumlah air ludah berkurang gara-gara rutin mengonsumsi obat diabetes. Diabetesi juga rentan mengalami periodontis atau kerusakan jaringan penyangga gigi, yang membuat gigi tanggal secara spontan. Ya, karena diabetes meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pada tulang, termasuk tulang rahang. Penurunan ketahanan mukosa (kulit) di dalam rongga mulut, sehingga mudah terkena infeksi jamur dan bakteri pada rongga mulut. Diabetesi mengalami kondisi luka yang sulit sembuh. Umum terjadi setelah melakukan pencabutan gigi. Perubahan atau berkurangnya indera pengecapan pada lidah sehingga pasien diabetes cenderung menambahkan garam pada makanannya. Tak heran bila terjadi peningkatan risiko penyakit jantung. Ia juga mengatakan,…
Read More

Memahami Pola Asuh Balita

Artikel
Bagaimana anak tergantung orangtuanya. Ini bukan sekadar pameo semata, tapi fakta telah membuktikan. Harus dipahami bahwa pola asuh anak balita sangat berpengaruh terhadap karakter yang akan dimiliki anak. Sebagai orang tua sudah pastinya menginginkan hal yang terbaik buat anaknya, namun diluar sana masih banyak orangtua yang masih merasa kebingungan bagaimana cara kita menghadapi anak balita yang dimana pada seusia ini keinginan anak sangat besar. Disinilah peran orangtua untuk mengarahkan anak. Berikut 11 tuntunan dalam pengasuhan anak balita: Harus disertai kasih sayang Di usia balita, seorang anak sudah dapat merasakan apakah ia disayangi, diperhatikan, dan dihargai atau tidak. Ayah dan bunda dapat menunjukkan kasih sayang secara wajar sesuai umur anak. Dengan mencium, membelai atau berkata lembut, hingga anak merasa ia memang disayang. Pencurahan kasih sayang ini harus dilakukan konstan, tulus, dan…
Read More