Ternyata Banyak Berderma Menyehatkan Otak

Ternyata Banyak Berderma Menyehatkan Otak

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5198" align="alignleft" width="300"] Foto: seruni.id[/caption] Tindakan mulia berupa berderma ternyata tidak hanya bermanfaat bagi yang menerima, tapi juga yang memberi. Pakar neurosains Profesor Taruna Ikrar menjelaskan, seseorang yang menolong orang lain biasanya akan berbahagia lantaran melihat dirinya bermakna di tengah komunitas. Dalam perspektif sains, semua perasaan yang dialami manusia merupakan hasil reaksi kimia yang bekerja di dalam tubuh. Reaksi kimiawi yang dimaksud bertanggung jawab mengendalikan semua aspek emosi, baik yang bersifat positif maupun negatif. Perasaan positif seperti kebahagiaan ditentukan oleh neurotransmitteratau pun konsentrasi dan regulasi macam-macam hormon, semisal oksitosin, endorfin, atau serotonin. Oksitosin dinamakan pula sebagai esensi empati (essence of empathy) karena mampu memengaruhi setiap aspek kehidupan. Sementara itu, hormon endorfin berfungsi mengubah rasa sakit menjadi kegembiraan. Adapun serotonin bertanggung jawab memicu emosi bahagia dan ramah serta mencegah depresi. Taruna…
Read More
Perangkat Digital Picu Mata Kering pada Anak

Perangkat Digital Picu Mata Kering pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5192" align="alignleft" width="300"] Foto: v2.com[/caption] Seringnya anak menggunakan perangkat digital bisa mengakibatkan mata kering. Orangtua wajib mewaspadai hal tersebut. Hal ini disampaikan Amber Gaume Giannoni, spesialis optometri lokal di College of Optometry di Universitas Houston, Amerika Serikat, mengatakan, makin sering anak-anak menatap perangkat digital layar pendar, mereka cenderung jarang berkedip, yang menyebabkan mata kering. Kedipan mata dapat merangsang kelenjar melembapkan mata. Seperti dilansir dari laman Boldsky,studi tersebut juga menunjukkan anak-anak berusia 8 tahun dapat menghabiskan 6 jam sehari di depan layar. Giannoni menyarankan orangtua membatasi waktu anak menonton televisi dan memperhatikan gejala seperti berkedip serta menggosok mata. Dia merekomendasikan metode 20-20-20 untuk mengurangi ketegangan mata digital, yakni istirahat 20 detik untuk setiap 20 menit mata menatap perangkat digital dan sekitar 6 meter jarak televisi dengan mata. (RN)
Read More
Faktanya Polusi Udara Ancam Kesehatan Ginjal

Faktanya Polusi Udara Ancam Kesehatan Ginjal

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5185" align="alignleft" width="300"] Foto: www.penjernihudara.com[/caption] Polusi udara diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal kronik (PGK). Temuan ini diungkapkan oleh tim peneliti dari University of Michigan dalam jurnal PLOS ONE. Tim peneliti mengungkapkan polusi udara sama seperti halnya asap rokok. “Seperti asap rokok, polusi udara mengandung toksin berbahaya yang dapat secara langsung mempengaruhi ginjal,” ungkap ahli epidemiologi dari Michigan Medicine sekaligus ketua peneliti Jennifer Bragg Gresham MS PhD seperti dilansir Science Daily. Polusi udara mengandung partikel halus atau PM2.5 yang hampir tidak memiliki bobot. Karena hampir tidak memiliki bobot, PM2.5 bisa bertahan di udara lebih lama sehingga ada kemungkinan partikel halus ini terhirup tanpa disadari. PM2.5 diketahui dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius jika sering terhirup. Analisis data dari klaim Medicare dan data kualitas udara dari Center for Disease Control and…
Read More
Awasi Jangan Sampai Anak Kecanduan Gadget

Awasi Jangan Sampai Anak Kecanduan Gadget

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5179" align="alignleft" width="300"] Foto: www.gulalives.co[/caption] Badan kesehatan dunia mengklasifikasikan kecanduan game di bawah klasifikasi gangguan adiksi. Gangguan mental tersebut dinamakam gaming disorder. Menurut Kristiana Siste Kurniasanti, psikiater adiksi yang juga merupakan Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI, WHO mendeskripsikan gaming disorder, sebagai perilaku bermain game yang bersifat persisten atau terus menerus baik online maupun off line. Adapun gejala yang dideskripsikan oleh WHO di antaranya, ketidakmampuan mengontrol kegiatannya bermain. Siste menyebut, frekuensi bermain pada mereka yang kecanduan akan meningkat. “Tadinya seminggu hanya tiga kali menjadi setiap hari atau dalam sehari hanya dua jam menjadi lima jam. Jadi ada peningkatan frekuensi, lama waktu bermainnya dan ada peningkatan intensitasnya,” terang Siste di Jakarta. Gejala lainya ialah lebih memprioritaskan bermain game daripada kegiatan-kegiatan sehari-hari. Orang yang kecanduan game, akan tetap meneruskan frekuensi mainnya walaupun…
Read More
Wahai Perempuan Sayangi Tulang Anda

Wahai Perempuan Sayangi Tulang Anda

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5182" align="alignleft" width="259"] Foto: tanyadok.com[/caption] Kebiasaan minum alkohol dalam jumlah banyak berisiko terhadap kesehatan, khususnya bagi kesehatan tulang. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Studies on Alcohol and Drugs seperti dikutip dari Shape, mengungkapkan mengungkapkan bahwa wanita dewasa muda yang menikmati minuman keras akan berisiko lebih tinggi mengalami kesehatan tulang yang buruk di masa depan. Untuk penelitian ini, lebih dari 80 mahasiswi ditugaskan untuk mengisi survei yang merekam aktivitas fisik dan kebiasaan minum mereka. Selain itu, mereka juga diminta untuk menjalani pemindaian tulang. Dengan menggunakan informasi ini, para peneliti menyimpulkan bahwa peminum berat (memiliki empat atau lebih minuman dalam dua jam) ditemukan memiliki massa tulang yang lebih rendah di tulang belakang. Ini adalah penyebab umum nyeri pinggang bawah. Periode penting antara 20 dan 25 tahun adalah ketika massa tulang…
Read More
Lagi Demam Bolehkan Anak Tidur di Ruangan ber-AC

Lagi Demam Bolehkan Anak Tidur di Ruangan ber-AC

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5176" align="alignleft" width="300"] Foto: bersamaislam.com[/caption] Ketika anak demam, orangtua pasti galau dan cemas. Apa pun dilakukan untuk menurunkan panas tubuhnya. Salah satu yang menjadi perdebatan adalah AC--apakah perlu dimatikan atau tidak? Jika dimatikan, udara panas malah membuat anak tidak bisa tidur dan istirahat dengan nyaman. Sebetulnya, tidak ada larangan anak yang sedang demam tidak boleh tidur di ruangan ber-AC. Sebab, saat demam, tubuh anak lemas, sulit tidur, dan tak napsu makan. Mereka juga lebih gampang berkeringat. Karena itu, anak harus berada di ruangan yang dingin dan sejuk untuk mendapatkan kenyamanan. Penggunaan AC saat tidur tidak memperburuk kondisi anak yang sedang demam, demikian kata dr. Theresia Rina Yunita. Jadi sah-sah saja jika membiarkan AC di kamar anak tetap menyala. Namun, perlu diperhatikan juga pengaturan suhu serta hal lainnya agar anak…
Read More
Atasi Kolesterol Jahat Dengan 9 Langkah Berikut

Atasi Kolesterol Jahat Dengan 9 Langkah Berikut

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5164" align="alignleft" width="300"] Foto: poskotanews.com[/caption] Kolesterol adalah substansi yang diproduksi oleh hati dan terbentuk karena konsumsi produk hewani, seperti daging-dagingan, susu, dan telur. Mengonsumsi lemak jenuh, lemak tak jenuh dan gula bisa meningkatkan kadar kolesterol. Kolesterol pun memiliki tipe berbeda. Ada kolesterol HDL yakni kolesterol baik yang memberi manfaat bagi tubuh. Ada pula kolesterol LDL, yang ketika teroksidasi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, serta stroke. Kolesterol LDL yang teroksidasi cenderung akan menempel pada dinding arteri, dan membentuk plak yang menyumbat pembuluh darah. Meski kamu memiliki angka kolesterol LDL tinggi, hanya dengan cermat memilih makanan, kamu bisa menurunkan risiko penyakit. Makanan kaya serat larut Soluble fiber atau serat yang mudah larut bisa ditemukan pada kacang-kacangan, biji-bijian utuh, apel, sitrus, dan lainnya. Kita direkomendasikan untuk mengonsumsi sedikitnya 5-10 gram…
Read More
Anemia Miliki Efek Jangka Panjang pada Anak

Anemia Miliki Efek Jangka Panjang pada Anak

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5158" align="alignleft" width="300"] Foto: bundanet.com[/caption] Anemia masih menjadi masalah besar bagi kesehatan masyarakat global dengan jumlah penderita yang mencapai 2,3 miliar jiwa. Menurut Zulfiqar Ahmed Bhutta, Ketua Kesehatan Anak Global sekaligus Direktur Pendidi Pusat Keunggulan Kesehatan Perempuan dan Anak di Universitas Aga Khan, Asia Tenggara dan Afrika tercatat memiliki prevalensi tertinggi. “The Health World Assembly telah menerapkan sebuah rencana implementasi yang komprehensif untuk mencapai enam target nutrisi global dengan satu tujuan spesifik, yakni untuk mengurangi 50 persen tingkat anemia pada wanita usia subur pada tahun 2025,” ungkapnya. Zulfiqar menjelaskan di Asia Tenggara, ada 202 juta wanita yang terkena anemia sedangkan di Pasifik Barat, ada sekitar 100 juta jiwa. Sebanyak 41,8 persen ibu hamil dan kurang lebih 600 juta anak sekolah dasar dan anak usia sekolah di seluruh dunia adalah penderita…
Read More
Kenali Food Coma dan Pencegahannya

Kenali Food Coma dan Pencegahannya

Artikel Umum, Artikel
[caption id="attachment_5161" align="alignleft" width="300"] Foto: foodrepublic.com[/caption] Food coma adalah kondisi superlemas yang dialami setelah kita makan terlalu banyak. Ketika mengalami food coma biasanya seseorang merasakan kelelahan dan lesu yang sangat hebat, hingga beberapa jam setelah makan. Pada saat tersebut, kita merasa tak bisa melakukan kegiatan apa pun, perut begah, dan cenderung mengantuk. Dikutip dari verywellfit.com, food coma atau postprandial somnolence adalah kondisi nyata yang diteliti para ilmuwan. Terdapat beberapa teori yang menyebutkan penyebab dari food coma. Misalnya, food coma terjadi ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi tryptophan, yakni asam amino yang terdapat di beberapa produk daging dan susu. Ketika asam amino dikonsumsi bersama dengan makanan tinggi karbohidrat, makanan tersebut akan mudah masuk ke otak, dan meningkatkan level serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter yang meningkatkan rasa rileks bahkan malas ketika level serotonin melambung.…
Read More
Rekam Saat Marahin Anak Bisa Bunuh Karakater Buah Hati

Rekam Saat Marahin Anak Bisa Bunuh Karakater Buah Hati

Artikel Anak, Artikel
[caption id="attachment_5155" align="alignleft" width="300"] Rekam Saat Marahin Anak Bisa Bunuh Karakater Buah Hati[/caption] Mengekspos anak dalam kondisi tidak menyenangkan bukan saja bisa mempermalukan, tapi juga membunuh karakter anak. Hal itu merupakan hasil penelitian sejumlah psikolog di Amerika Serikat. Menurut Karyl McBride, terapis masalah pernikahan dan keluarga berlisensi asal Denver, Colorado, Amerika Serikat, “Anak akan merasa tidak percaya diri dan selalu meragukan dirinya sendiri.” “Anak akan belajar untuk tidak mempercayai orang lain dan perasaannya sendiri, menyebabkan seorang anak merasa gagal dan buruk,” kata Karyl. Sementara itu, BelaSood, psikiater anak dan dewasa dari Pusat Perawatan Anak Virginia di Virginia, Amerika Serikat, menyatakan merekam anak dalam kondisi dihukum dan kemudian membagikan hasil rekaman ke media sosial menandakan adanya gangguan kemampuan berkomunikasi pada orangtua. Efeknya, hubungan orangtua dengan anak bisa semakin renggang. “Hal itu menunjukkan…
Read More