5 Cara Ciptakan Masa Tua Berkualitas

5 Cara Ciptakan Masa Tua Berkualitas

Artikel
5 Cara Ciptakan Masa Tua Berkualitas - Seiring bertambahnya usia, menjadi itu itu adalah keniscayaan. Namun, menjalani masa tua dengan kondisi badan sehat atau sakit-sakitan adalah sebuah pilihan. Berpikir bahwa umur sudah diatur oleh Sang Pencipta adalah suatu hal yang wajar, namun alangkah lebih bijak jika kita juga mempersiapkan masa tua sedini mungkin untuk bisa menikmatinya di kemudian hari. Tentu kita tidak menginginkan anak cucu kita terbebani mengurus orang tua yang sakit-sakitan. Meskipun, sudah menjadi kewajiban bagi anak untuk merawat dan menyayangi orangtua yang sudah mulai renta untuk menikmati sisa-sisa hidupnya. Prof.Dr.dr.Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM., berbagi tips agar kita bisa menikmati masa tua dengan kondisi badan yang sehat. "Kita tinggal pilih, mau menikmati usia lanjut dengan…
Read More
Ketegasan Ortu Cegah Anak Jadi Perokok

Ketegasan Ortu Cegah Anak Jadi Perokok

Artikel
Ketegasan Ortu Cegah Anak Jadi Perokok - Kebanyakan orangtua pada masa kini berpendapat bahwa sikap keras, mengekang, dan terlalu disiplin pada anak bukanlah strategi pola asuh yang benar. Mereka lebih memilih kebebasan, menanamkan kepercayaan diri (self esteem), demokrasi, dan keterbukaan dalam mengasuh anak. Hanya saja, tidak selamanya orangtua yang memiliki pola asuh ‘keras’ berdampak negatif bagi tumbuh kembang anak. Sebuah penelitian mengindikasikan, orangtua yang tegas justru mencegah anak terjerumus ke dalam kebiasaan buruk saat beranjak remaja, salah satunya adalah merokok. Para peneliti dari Georgetown University menganalisis pola pengasuhan yang tegas di dalam keluarga dari berbagai latar belakang etnis dan ras. Mereka menyurvei siswa sekolah menengah pertama dari berbagai latar belakang, dan menemukan fakta para remaja yang memiliki…
Read More
Jangan Biarkan Otak Ikut Menua

Jangan Biarkan Otak Ikut Menua

Artikel
Jangan Biarkan Otak Ikut Menua - Biarlah usia bertambah, namun kemampuan otak tetap tajam. Guna menajamkan kemampuan otak, maka kita kita merawat dan menjaganya sebaik mungkin. Untuk menjaga kesehatan mental, yang perlu dilakukan adalah menjaga agar hubungan tubuh dan pikiran tetap selaras. Caranya pun tak sulit, malah bisa dilakukan dengan menyenangkan. Cukup tidur Istirahat yang berkualitas setiap malam adalah rahasia panjang umur. Para ahli menyarankan agar kita tidur 7-8 jam setiap malam dan dimulai sebelum jam 11 malam agar regenerasi sel-sel berjalan optimal. Sayangnya, semakin bertambah umur risiko mengalami imsonia semakin besar. Siasati dengan menjaga kamar tidur tenang, menghindari cahaya terang dari televisi atau gawai, serta jangan mengonsumsi kafein sebelum tidur. Lemak sehat Karena otak adalah salah satu…
Read More
Ajarkan Anak Selektif Memilih Teman

Ajarkan Anak Selektif Memilih Teman

Artikel
Ajarkan Anak Selektif Memilih Teman - Setiap orangtua tentu ingin buah hatinya tumbuh dalam lingkungan yang baik. Lingkungan yang dikelilingi orang dewasa dan teman-teman yang positif. Sayangnya, terkadang beberapa teman si kecil justru membawa pengaruh buruk. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menahan diri untuk mengkritik teman anak. Karena kritikan seperti “Ibu tidak mau kamu berteman dengan si A” hanya akan mengancam kemandirian anak dan membuatnya merasa terasing. Akibatnya, anak malah akan semakin mendekat dengan teman tersebut. Selain itu beberapa hal berikut juga bisa dilakukan orangtua untuk membantu si kecil memilih teman yang baik: Hindari sifat overprotektif. Biarkan anak merasakan dampak dari perbuatannya sendiri. Anak tidak akan belajar cara menyelesaikan masalahnya jika orangtua terlalu overprotective. Ajarkan anak sifat…
Read More
Benarkah Hipertensi Bisa Sebabkan Demensia? (bagian 7)

Benarkah Hipertensi Bisa Sebabkan Demensia? (bagian 7)

Artikel
Benarkah Hipertensi Bisa Sebabkan Demensia? (bagian 7) - Mengalami tekanan darah tinggi pada usia paruh baya, ternyata dapat menyebabkan demensia di kemudian hari. Hal tersebut terjadi karena tekanan darah tinggi mengganggu aliran darah ke otak, yang dapat menyebabkan demensia vaskular, penyakit paling umum yang di derita pasien lansia setelah Alzheimer. Dilansir laman The Sun, ternyata kondisi ini memengaruhi 150 ribu penderita di Inggris. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2016 mengindikasikan bahwa mengalami tekanan darah tinggi di usia 30-an atau 40-an ternyata mampu meningkatkan kesempatan terkena demensia vaskular sebanyak 62 persen. Di Inggris, diperkirakan 30 persen dari populasi memiliki kondisi tekanan darah tinggi, hal itu sering dialami tanpa gejala sehingga meningkatkan risiko serangan jantung. Berdasarkan penelitian tersebut, akhirnya American…
Read More
Kecerdasan Emosional Bantu Atasi Stres

Kecerdasan Emosional Bantu Atasi Stres

Artikel
Kecerdasan Emosional Bantu Atasi Stres - Stres seolah menjadi teman setia bagi banyak orang dewasa ini, tidak terkecuali yang tinggal di daerah terpencil atau perkotaan. Orang yang sering menghadapi stres namun terlihat damai, mungkin saja karena ia memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Pasalnya, kecerdasan inilah yang dibutuhkan bagi penduduk urban yang tingkat stresnya tinggi. “Tingkat penerimaan setiap orang terhadap stres berbeda-beda, ini sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosionalnya,” kata psikolog Liza Marielly Djaprie dalam acara diskusi bertema Urban Living & Stress Management yang diadakan Kedai Kopi dan PT.Kalbe Farma di Jakarta, beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, orang yang punya kecerdasan emosional cenderung akan lebih fleksibel dengan setiap kondisi yang dihadapinya. Ada banyak komponen kecerdasan emosional, antara lain memahami emosi…
Read More
Ayo Belajar Tanamkan Tanggung Jawab Pada Anak

Ayo Belajar Tanamkan Tanggung Jawab Pada Anak

Artikel
Ayo Belajar Tanamkan Tanggung Jawab Pada Anak - Menanamkan kebiasaan pada anak usia remaja tidaklah mudah. Orangtua tidak mungkin mengawasi anak remaja 24 jam terus menerus. Terutama bagi remaja belajar tanggung jawab adalah kuncinya. Sudah menjadi kewajiban orangtua untuk mengajarkan anak remaja untuk mengemban tanggung jawab. Selain faktor lingkungan sekolah yang kompetitif, usia remaja umumnya mulai mempunyai konflik seperti konflik dengan teman sebaya, intimidasi baik secara pribadi maupun di media sosial, kekerasan, serta pengaruh obat-obatan dan alkohol. Bagaimana orangtua mengatasi anak usia remaja dan membantu mereka tumbuh menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: Menjelaskan dan menanamkan arti tanggung jawab. Bicarakan padanya tentang perilaku yang bertanggung jawab. Memberitahu mereka tentang tanggung…
Read More
Ini Bahayanya Sembarangan Pakai Antibiotik

Ini Bahayanya Sembarangan Pakai Antibiotik

Artikel
Ini Bahayanya Sembarangan Pakai Antibiotik - Antibiotik sempat dikenal sebagai terobosan luar biasa dalam dunia kesehatan. Kegunaannya jelas, membantu kesembuhan seseorang ketika sakit. Namun perlu dipahami bahwa orang sakit tidak bisa sembuh begitu saja hanya dengan minum antibiotik. Menurut penjelasan Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA), dr Hari Paraton, MD, SpOG(K), antibiotik hanya bertugas membunuh bakteri yang menyebabkan sakit, tetapi tidak meredakan gejala penyakit yang ditimbulkannya. “Kalau saya minum obat pusing yang di pasaran, maka obat itu bereaksi dengan tubuh saya sehingga pusingnya akan hilang. Tapi antibiotik tidak. Sama halnya antibiotik itu tidak bisa nurunkan panas, yang menurunkan panas ya obat demam," terangnya beberapa waktu lalu. Celakanya, dalam proses tersebut, antibiotik juga ikut membunuh bakteri baik yang ada di dalam tubuh.…
Read More
Bantu Kelola Emosi Anak

Bantu Kelola Emosi Anak

Artikel
Bantu Kelola Emosi Anak - Emosi anak kerap berubah-ubah. Pada satu waktu dia bisa merasa sangat senang sampai tertawa terbahak, tapi sedetik kemudian marah hingga membanting mainannya. Masa kanak-kanak dikenal juga dengan periode paling egois dari seseorang karena rasa keakuannya cukup tinggi. Karena itu, orang tua mesti membantu anak mengelola emosinya secara perlahan, terlebih jika dia sudah mulai beranjak remaja. Ketika anak marah, sebaiknya jangan langsung balik memarahi atas apa yang dia rasakan. Cobalah memahami apa penyebab kekesalannya dan pada kadar seperti apa kemarahan itu bisa dimaklumi. Bantulah mereka mengelola emosinya sekaligus menanamkan budi pekerti yang baik. Berikut ini empat cara mengarahkan atau mengelola emosi anak: Beri penjelasan Katakan kepadanya kalau sekarang dia “sudah besar”. Dia harus belajar berhenti bertingkah…
Read More
Penderita Alzheimer Senang Dikunjungi Orang Terdekat (bagian 6)

Penderita Alzheimer Senang Dikunjungi Orang Terdekat (bagian 6)

Artikel
Penderita Alzheimer Senang Dikunjungi Orang Terdekat (bagian 6) - Kunjungan keluarga terhadap penderita alzheimer atau demensia dapat merangsang rasa bahagia, nyaman, dan aman. Dalam kondisi itu, seseorang dengan demensia masih bisa membangun memori emosional. Hal ini disebutkan dalam laman Alzheimer Society, lembaga amal untuk demensia. Lembaga itu mengatakan menghabiskan waktu dengan orang yang dicintai oleh penderita demensia penting, walaupun mereka gagal mengenali wajah teman-teman atau anggota keluarganya. Sebuah survei menemukan 42 persen publik berpikir bahwa tidak ada gunanya menjaga kontak dengan seseorang yang terkena demensia. Dalam sebuah survei terpisah oleh badan amal terhadap 300 orang yang terkena demensia, lebih dari setengahnya mengatakan mereka tidak lagi mengambil bagian dalam kegiatan sosial. Sebanyak 64 persen dari mereka menyatakan terisolasi setelah didiagnosis. Hidup…
Read More