Reward – Punishment Kuno, Kini Reward – Reward

Reward – Punishment Kuno, Kini Reward – Reward

Artikel
Reward – Punishment Kuno, Kini Reward – Reward - Untuk mengontrol perilaku anak, dikenal istilah reward-punishment. Reward adalah ganjaran yang baik guna mempertahankan perilaku yang diharapkan. Punishment adalah hukuman yang berfungsi menghilangkan perilaku yang tidak diharapkan. Reward bisa bermacam-macam, bisa dengan memberi ucapan selamat, perhatian, hadiah berupa barang, belaian, kecupan, dan lain-lain dari orangtua kepada anak. Punishment bisa berupa teguran hingga tindakan apa pun yang dianggap bisa menghilangkan perilaku tidak diinginkan itu. “Ternyata, saat ini teori tersebut tidak lagi relevan,” ujar Anggia Chrisanti, konselor dan terapis dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria. “Orangtua dengan permasalahannya sendiri cenderung lupa memberi reward jika ada perilaku baik dan hanya memberi punishment jika ada perilaku buruk. Atau kadar reward dan punishment tidak obyektif. Reward bisa sangat berlebihan, seperti memberikan ponsel untuk anak kecil atau mobil, sepeda motor, dan apa pun yang kadang-kadang akhirnya tidak sesuai dengan apa…
Read More
Ini Menu Aman Bagi Penderita Diabetes

Ini Menu Aman Bagi Penderita Diabetes

Artikel
Ini Menu Aman Bagi Penderita Diabetes - Dibandingkan orang yang sehat, para pasien diabetes seringkali ‘dituntut’ untuk bisa lebih selektif memilih menu makanannya sehari-hari. Nah, menu apa saja yang masuk dalam kategori aman untuk diabetesi? Menurut dr Grace Judio-Kahl, MSc, pasien diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki indeks glikemik (IG) rendah atau sekitar 55 ke bawah. Makanan dengan IG sedang yakni kadarnya berada pada kisaran 56-69, sementara makanan tinggi IG berada pada kisaran 70 ke atas. Makanan dengan IG rendah adalah makanan yang dicerna tubuh secara perlahan, sehingga kenaikan kadar gula darah dalam tubuh pun terjadi secara bertahap. Contoh makanan dalam kategori tersebut antara lain kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran (tidak termasuk buah kering) dan makanan dengan biji-bijian utuh seperti oat. “Sebisa mungkin pilih…
Read More
Astaga, Makin Banyak Lemak di Perut Makin Tua Usia Otak!

Astaga, Makin Banyak Lemak di Perut Makin Tua Usia Otak!

Artikel
Astaga, Makin Banyak Lemak di Perut Makin Tua Usia Otak! - Kelebihan lemak bisa bikin kemampuan otak menyusut. Alasannya, lemak membuat otak jadi lebih cepat tua dari usia sesungguhnya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Neurobiology of Aging menyebut kaitan antara lemak dan otak. Hasilnya, makin banyak lemak di perut maka makin tua usia otak dari yang seharusnya. Penelitian yang melibatkan 527 orang dewasa ini menunjukkan bahwa partisipan yang tergolong obesitas memiliki lebih sedikit white matter atau materi putih otak . Patokan obesitas yang digunakan para peneliti adalah skala Body Mass Index (BMI). Partisipan dengan BMI di atas 25 dikategorikan obesitas oleh para peneliti. White matter sendiri adalah jaringan penghubung di otak. Jaringan ini yang mengatur jalur komunikasi dan pengiriman sinyal dalam otak. Jaringan ini…
Read More
Ciri dan Cara Membuat Anak Menjadi Sehat

Ciri dan Cara Membuat Anak Menjadi Sehat

Artikel
Ciri dan Cara Membuat Anak Menjadi Sehat - Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, menunjukkan bahwa masalah stunting (pendek) pada balita masih cukup serius, yaitu sekitar 37,2%. Di sisi lain, prevalensi gemuk pada anak balita juga tinggi yaitu 11,9%. Lalu bagaimana ciri dan cara membuat anak sehat? Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jaya sekaligus dokter spesialis anak, Dr. Rini Sekartini, SpA(K) menjelaskan, anak bisa dikatakan sehat jika ia jarang sakit, dapat bertumbuh dan berkembang sesuai potensinya. “Faktor genetik dan lingkungan memiliki peran penting dalam hal ini. Untuk pertumbuhan yang sehat anak memerlukan nutrisi, imunisasi lengkap, tidur dan aktivitas bermain. Selain itu, anak juga memerlukan kasih sayang dan stimulasi sesuai tahapan usia anak,” papar Dr. Rini Sekartini di Kantor IDAI Jaya, Jakarta.…
Read More
Penting Membantu Anak Beradaptasi

Penting Membantu Anak Beradaptasi

Artikel
Penting Membantu Anak Beradaptasi - Mendidik anak bukanlah hal mudah. Selain pendidikan formal di sekolah, anak-anak memerlukan pendidikan nonformal, baik di keluarga ataupun lingkungan. Jadi penting bagi orangtua untuk mengajak anak mencari pengalaman sehingga mereka lebih mengerti bagaimana cara beradaptasi dengan situasi dan orang-orang di sekitarnya. “Jadi kalau anak kurang pengalaman itu biasanya kalau ada hal baru, dia nggak tahu harus ngapain. Biasanya dia bingung harus bersikap dan bingung untuk menentukan apa yang harus dilakukan. Misalnya dia bertemu dengan orang-orang baru,” kata Psikolog Anak Efnie Indrianie. “Nah, kalau anak yang banyak pengalaman biasanya mereka akan lebih percaya diri (PD), mereka akan eksplor, berkenalan dengan orang baru sehingga mudah beradaptasi dengan situasi apa pun yang dihadapi,” tambahnya. Sebenarnya ada anak-anak yang termasuk dalam kategori…
Read More
Masa Keemasan Ini Penentu Kecerdasan Anak

Masa Keemasan Ini Penentu Kecerdasan Anak

Artikel
Masa Keemasan Ini Penentu Kecerdasan Anak - Banyak orangtua yang mengira bahwa anak yang cerdas hanya dipengaruhi oleh faktor keturunan. Faktanya setiap anak dibekali bakat kecerdasan, tinggal bagaimana orangtua mampu mengasahnya di masa-masa keemasan. Hal ini diungkapkan Zita Anjani,MSc, Founder & Principal of Kids Repubic Jakarta pada acara One Day Montessori Workshop yang diikuti 100 tenaga pendidikan dan kependidikan PAUD & TK dari Cikarang dan Jakarta, beberapa waktu lalu. Zita mengatakan, masa keemasan anak adalah masa krusial yang menentukan kecerdasan anak. Alasannya, kata dia, pada usia 0-8 tahun kapasitas otak anak-anak yang digunakan sudah mencapai 70-80 persen. Alhasil, pada masa tersebut, anak-anak sangat mudah menyerap informasi yang didapatkannya. “Selain itu, anak yang mendapatkan pendidikan dini akan sangat mudah mendidiknya ketika…
Read More
Ayo, Kenali 5 Penyebab Kematian Mendadak

Ayo, Kenali 5 Penyebab Kematian Mendadak

Artikel
Sejatinya, kematian adalah milik semua yang hidup. Karena itu menjadi bagian dari siklus kehidupan. Dalam dunia kesehatan, kematian tiba-tiba bukanlah hal yang baru. Ada beberapa penyakit atau kelainan bawaan yang ada tanpa gejala yang nyata. Inilah lima penyakit yang dapat menyebabkan sudden death atau kematian mendadak: Hypertrophic cardiomyopathy Diperkirakan ada satu dari 500 orang menderita kelainan jantung yang menyebabkan dinding otot jantung menebal dan kehilangan tenaganya. Diperkirakan ada satu persen penderita penyakit ini meninggal mendadak setiap tahun, biasanya karena detak jantung mereka menjadi terlalu cepat. Banyak di antara mereka masih berusia muda dan tidak tahu bahwa mereka menderita Hypertrophic cardiomyopathy. Kebanyakan Hypertrophic cardiomyopathy bersifat genetik. Tahu riwayat kesehatan keluarga adalah cara terbaik mencegah kematian mendadak akibat penyakit ini. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan…
Read More
Game “Narkoba” Modern Bagi Anak

Game “Narkoba” Modern Bagi Anak

Artikel
Game “Narkoba” Modern Bagi Anak  - Pakar sosial dan pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat, Dr Erianjoni menyampaikan bahwa anak usia dini harus dihindarkan dari permainan game pada telepon genggam untuk mencegah sikap antisosial. “Game pada telepon genggam lebih banyak mengandung unsur kekerasan dan pornografi, sehingga tidak baik bagi perkembangan sosial anak,” katanya beberapa waktu lalu. Selain itu, dia menyebutkan, game bagaikan narkoba modern yang bisa mengakibatkan kecanduan pada penggunanya sehingga bisa membunuh kreativitas anak untuk ke depannya. Ditambahkannya, melalui game juga bisa merusak karakter anak sehingga nantinya anak bisa menjadi pribadi yang individualis, egois, kurang komunikasi, dan memiliki sikap anti sosial lainnya. Menurut dia, pada usia tersebut seharusnya anak belajar dari lingkungan, keluarga, dan masyarakat sehingga mereka bisa…
Read More
Berat Badan Menyusut di Usia Tua, Ini Penyebabnya

Berat Badan Menyusut di Usia Tua, Ini Penyebabnya

Artikel
Berat Badan Menyusut di Usia Tua, Ini Penyebabnya - Saat menua, tak hanya membuat kulit jadi keriput atau rambut memutih. Pada banyak orang usia lanjut, berat badannya juga menyusut. Mengapa bisa begitu? Para peneliti dari Universitas Plymouth menemukan, orang usia lanjut ternyata memiliki lebih banyak hormon yang membuat rasa kenyang. Hormon itu disebut peptida YY. Menurut peneliti, hal inilah yang membuat para orang tua tidak memiliki rasa lapar berlebihan, sehingga banyak kehilangan berat badan. “Orang-orang di atas usia 80 tahun memiliki peptida YY yang lebih tinggi,” kata peneliti. Hormon tersebut akan mengirim sinyal kepada manusia ketika lambung sudah terisi penuh dan akhirnya membuat seseorang berhenti makan. Penurunan berat badan pada orang usia lanjut sering disebut anoreksia penuaan. Masalah…
Read More
Inilah 10 Perilaku Anak Bergejala Gangguan Mental

Inilah 10 Perilaku Anak Bergejala Gangguan Mental

Artikel
Inilah 10 Perilaku Anak Bergejala Gangguan Mental - Sebagai orangtua, kita sering mengkhawatirkan banyak hal terkait anak. Tetapi, bagaimana membedakan perilaku anak yang sebenarnya hal normal dalam perkembangan usianya dengan perilaku yang menunjukkan adanya gangguan emosional atau mental. Berikut adalah 10 hal dari perilaku anak yang sebaiknya tidak diabaikan orangtua: Tak lagi main dengan teman-temannya Bila anak Anda mendadak tak bermain lagi dengan teman-temannya, itu bisa menunjukkan adanya masalah. Perilaku itu bisa menandakan adanya pertengkaran atau indikasi ada sesuatu pada mood anak. Apa pun penyebabnya, orangtua perlu mengajak anak berbicara. Terjaga sampai malam dan merasa cemas Jika si kecil tidak juga mau tidur sampai malam dan merasa cemas, sangat penting untuk membantu anak melawan kecemasannya. Ajak anak bicara untuk mengetahui…
Read More