Cegah Aneurisma Dengan Skrining Otak

Cegah Aneurisma Dengan Skrining Otak

Artikel Umum
Diyakini, skrining otak secara rutin merupakan langkah pencegahan terhadap. Hal tersebut dikatakan dokter spesialis bedah saraf dari Kelompok Staf Medis Bedah Saraf Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo dr. Ande Fachniadin, Sp.BS.  “Jika terdapat pembuluh darah yang sudah berbentuk balon, sebaiknya ditutup agar tidak terjadi pecah di masa mendatang,” ujar Ande. Dijelaskan, aneurisma merupakan penggelembungan pembuluh darah pada otak. Dapat dialami oleh siapa pun, terutama oleh mereka yang memiliki riwayat keluarga terkait masalah tersebut. Menurut Ande, bahkan orang berusia 40-an saat ini dapat menjadi penderita aneurisma. Meskipun tidak sepopuler penyakit jantung dan stroke, Ande mengingatkan bahwa aneurisma dapat berakibat fatal dan seringkali tidak menunjukkan gejala. Oleh karena itu, pengecekan otak secara rutin dianggap sangat penting. Ande, yang menyelesaikan pendidikan spesialis bedah saraf di Universitas Indonesia,…
Read More
Pengangkatan Tumor di Ginjal Belum 100% Aman!

Pengangkatan Tumor di Ginjal Belum 100% Aman!

Artikel Umum
Siapa bilang diangkatnya tumor dari ginjal lantas sudah dinyatakan aman? Ternyata masih berpotensi untuk muncul kembali. Hal tersebut dikatakan dokter spesialis urologi dari Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Prof dr Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD. “Tumor pada ginjal berpotensi muncul atau tumbuh lagi walau sudah diangkat melalui operasi,” ujarnya. “Kemungkinan tumor ginjal diangkat tetapi muncul kembali, itu memang suatu risiko yang ada. Walau merasa sudah bersih. Penyebabnya bermacam-macam. Tentu, sel-sel tumor bukan yang mudah terlihat,” ujarnya. Di sisi lain, pada pasien yang terpaksa harus diambil salah satu ginjalnya, maka masih ada harapan untuknya hidup lebih lama. Ini asalkan fungsi ginjal yang tersisa masih baik dan tak ada tumor yang tumbuh pada ginjalnya. “Kalau misalnya ada sisa dan tumornya tumbuh lagi, akan membuat usia harapan…
Read More
Memahami Standar Gula Darah Pada Lansia

Memahami Standar Gula Darah Pada Lansia

Artikel Umum
Orang lanjut usia (lansia) rawan menderita penyakit diabetes. Ini standar gula darah pada lansia sekaligus cara menjaga gula darah tetap normal.  Selain orang dewasa, orang-orang lanjut usia juga wajib menjaga kadar gula darah tetap stabil. Alasannya, agar mereka terhindar dari risiko diabetes. Kadar gula darah secara alami mengalami kenaikan seiring bertambahnya usia, sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada orang dewasa berusia 50 tahunan, 60 tahunan, dan 70 tahunan.  Faktanya, hampir 27% orang yang didiagnosis menderita penyakit diabetes tipe 2 berusia di atas 65 tahun atau lebih. Berapa nilai kadar gula darah normal pada orang lanjut usia?  Kadar gula darah normal orang-orang yang berusia 50 tahun ke atas adalah 90-140 mg/dL (dua jam setelah makan), 90 - 130 mg/dL (2-4 jam setelah makan), 80-120 mg/dL ( 4-8 jam setelah makan).…
Read More
Tanpa Disadari Depresi Menghantui, Ini Dia

Tanpa Disadari Depresi Menghantui, Ini Dia

Artikel Umum
Depresi merupakan gangguan psikologis, yang kebanyakan diderita oleh perempuan jika dibandingkan dengan laki-laki. Sebuah penelitian menyebutkan, setengah dari populasi orang dewasa dengan usia 55 tahun ke atas pernah mengalami hal ini. Berikut ciri-cirinya yang sering tidak disadari. Kecemasan berlebihan Seseorang yang memiliki kecemasan yang berlebihan, diikuti dengan durasi dan frekuensinya yang tidak wajar. Mungkin beberapa momen dapat memicunya, seperti stres karena beban kerja yang tinggi. Perubahan perilaku dan suasana hati yang signifikan Perubahan suasana hati dan cenderung cepat merupakan ciri lain dari depresi. Ketika sekitar mulai sadar akan perubahan suasana hati ini, maka dapat dipastikan ada sesuatu yang tidak baik dalam diri. Karena perubahan ini tidak mudah untuk disadari oleh penderita, sehingga memerlukan bantuan orang lain atau tenaga profesional. Kehilangan minat pada aktivitas favorit…
Read More
Waspadai Herpes Mulut! Orang Lain Bisa Risih

Waspadai Herpes Mulut! Orang Lain Bisa Risih

Artikel Umum
Herpes labialis disebut juga herpes mulut, dengan tanda luka di bibir mirip sariawan, kadang juga lenting berisi air dan ketika pecah menjadi luka. Selain rasanya sakit dan tak nyaman, kondisi ini sering membuat penderitanya malu. “Ketika mendengar kata herpes, mereka langsung berpikir tentang stigma virus herpes,” kata Dr. Chris Adigun, dermatolog di Chapel Hill, Carolina Utara, Amerika Serikat. Menurut poling yang dibuat Compeed, merek produk perawatan untuk herpes mulut, 28 persen responden mengaku hanya tinggal di rumah saat terkena herpes mulut. Mereka kadang khawatir bakal dijauhi orang lain karena penyakitnya. Herpes mulut adalah infeksi ulang virus herpes simpleks. Penderita herpes mulut sebelumnya kena infeksi virus herpes simpleks atau disebut herpes saja. Virus menetap di tubuh selama periode tertentu sampai ada pemicu yang membuatnya muncul…
Read More
Paparan Neuropati Perifer Ganggu Aktifitas

Paparan Neuropati Perifer Ganggu Aktifitas

Artikel Umum
Gangguan yang disebabkan oleh neuropati perifer mungkin dapat membatasi aktivitas hidup seseorang. Namun neuropati perifer jarang berakibat fatal jika berhasil ditangani dengan baik oleh dokter dan petugas medis. Akan tetapi penyakit ini tetap dapat menyebabkan komplikasi serius seperti luka dan infeksi jika tidak segera ditangani. “Komplikasi dan gejala yang dihasilkan dari neuropati perifer dapat memengaruhi harapan hidup seseorang di kemudian hari, sehingga segera temui dokter untuk segera menangani penyakit tersebut jika mulai merasakan gejala-gejalanya,” kata dokter Jimmy Tandradynata, Sp.PD.,  dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Eka Hospital BSD. Dia mengatakan, sebagian besar kasus neuropati perifer berasal dari pasien dengan diabetes. Oleh karena itu, untuk mencegah terkena penyakit ini sebaiknya mulai menurunkan risiko dari diabetes, terutama jika kita memiliki riwayat diabetes di keluarga. Mengontrol…
Read More
Pertusis, Infeksi Pernapasan yang Bisa Picu Kematian Pada Anak 

Pertusis, Infeksi Pernapasan yang Bisa Picu Kematian Pada Anak 

Artikel Umum
Pertusis, Infeksi Pernapasan yang Bisa Picu Kematian Pada Anak  Penyakit pertusis atau yang lebih dikenal dengan batuk rejan merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Penyakit ini merupakan infeksi menular yang umumnya terjadi pada anak-anak, namun orang dewasa juga dapat terinfeksi. Bakteri penyebab infeksi ini menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain melalui udara. Penularannya terjadi melalui droplet (partikel air kecil) dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Jadi, ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, droplet kecil yang mengandung bakteri dapat menyebar ke udara dan dihirup oleh orang lain di sekitarnya. Gejala penyakit pertusis biasanya muncul melalui 3 fase:  Fase Catarrhal atau fase awal (1-2 minggu) Pada fase ini, gejalanya mirip dengan pilek biasa, seperti hidung tersumbat, batuk ringan,…
Read More
Stroke Bisa Diakibatkan Gegara Gaya Hidup Seperti Ini

Stroke Bisa Diakibatkan Gegara Gaya Hidup Seperti Ini

Artikel Umum
Stroke Bisa Diakibatkan Gegara Gaya Hidup Seperti Ini Kebiasaan begadang dan tidak olahraga ternyata bisa menjadi penyebab terjadinya stroke di usia muda. Hal tersebut dikatakan dokter spesialis neurologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Rakhmad Hidayat, Sp.S(K), MARS. “Tren sekarang banyak di usia muda 30-an karena kebiasaan orang-orang begadang, kerja (sampai) enggak tidur, olahraga kadang enggak sama sekali,” kata Rakhmad. Dia menjelaskan, faktor risiko stroke seperti gaya hidup sebenarnya bisa dicegah. Namun, seringkali faktor tersebut yang menyebabkan terjadi stroke pada usia muda. Gaya hidup yang dimaksud antara lain ialah kurang olahraga, makan tidak teratur, darah tinggi, dan gula darah tinggi. Rakhmad mengatakan faktor usia dan jenis kelamin merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari. Pada laki-laki kejadian stroke banyak dialami pada usia di atas 45 tahun,…
Read More
Mengenal Kleptomania Dari A Sampai Z

Mengenal Kleptomania Dari A Sampai Z

Artikel Umum
Mengenal Kleptomania Dari A Sampai Z Kleptomania adalah gangguan kesehatan mental yang membuat pengidapnya sulit mengendalikan keinginan untuk mengambil barang tanpa izin. Pengidap kleptomania sering kali mengambil benda di tempat umum seperti swalayan atau barang milik teman-temannya. Kleptomania biasanya muncul di usia remaja, namun bisa juga terjadi ketika dewasa. Masalah mental ini termasuk dalam golongan gangguan kendali impulsif yang membuat pengidapnya sulit mengontrol emosi dan perilaku. Lantas, bisakah kleptomania disembuhkan? Perlu diketahui, perilaku pengidap kleptomania ini tidak bertujuan untuk menghasilkan uang atau mendapatkan keuntungan. Hasil curian tersebut sering kali juga tidak digunakan, melainkan hanya ditimbun, dibuang, atau diberikan kepada orang lain. Umumnya, pengidap kleptomania akan merasa menyesal dan bersalah setelah melakukan tindakannya. Sayangnya, mereka tidak mampu menahan atau mengendalikan diri ketika keinginan tersebut kembali muncul.…
Read More
Usia Pengaruhi Intensitas Buang Air Kecil

Usia Pengaruhi Intensitas Buang Air Kecil

Artikel Umum
Usia Pengaruhi Intensitas Buang Air Kecil Buang air kecil atau pipis adalah kebutuhan manusia. Namun ketika seseorang buang air kecil lebih sering dari biasanya (tujuh sampai delapan kali) bisa saja menunjukkan suatu kondisi medis yang serius. Ketika terlalu sering buang air kecil, hal ini akan membuat tidak nyaman dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Kondisi ini bisa saja terjadi pada pria dan wanita. Sering buang air kecil adalah gejala dari berbagai kondisi dan dapat memiliki beragam pengobatan. Bisa saja gejala kehamilan, infeksi saluran kemih, atau kondisi yang lebih serius dan bertahan lama seperti diabetes, masalah kandung kemih atau prostat yang terlalu aktif. Dalam banyak kasus, penyedia layanan kesehatan dapat membantu mengatasi penyebab terlalu sering buang air kecil. Sesekali terbangun di malam hari untuk buang air kecil merupakan…
Read More