Kenali Penyebab dan Gejala Anhedonia

Kenali Penyebab dan Gejala Anhedonia

Artikel Umum
Kenali Penyebab dan Gejala Anhedonia Kondisi yang ditandai kehilangan minat hidup untuk menikmati kesenangan kerap disebut anhedonia. Mengutip Verywell Health, ketika seseorang mengalami anhedonia cenderung kehilangan minat aktivitas, hobi, atau pengalaman yang biasanya sangat disukai. Secara umum, ada dua jenis anhedonia. Seseorang yang tidak bisa menghabiskan waktu dengan orang lain menandakan gejala anhedonia sosial. Ada pula anhedonia fisik. tidak menikmati sensasi fisik, seperti makanan favorit terasa hambar, bahkan kehilangan daya tarik seksual. Anhedonia erat kaitannya dengan depresi. Tapi, seseorang juga bisa mengalami anhedonia walaupun tidak sedang depresi atau merasa sedih. Kondisi  skizofrenia dan gangguan bipolar juga rentan mempengaruhi seseorang mengalami anhedonia. Merawat kesehatan bermanfaat untuk mencegah kemungkinan anhedonia. Misalnya, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres, mencukupi waktu istirahat, dan tetap berpikir positif.…
Read More
Kenali Alopecia Areata, Kebotakan Akibat Autoimun

Kenali Alopecia Areata, Kebotakan Akibat Autoimun

Artikel Umum
Kenali Alopecia Areata, Kebotakan Akibat Autoimun Alopecia Areata adalah jenis kerontokan rambut yang menyebabkan adanya bercak di kulit kepala atau bagian tubuh lainnya. Alopecia dapat bersifat sementara ataupun permanen. Dikutip dari laman Dinkes Jakarta, Alopecia disebabkan oleh adanya penyakit autoimun. Pada awalnya, sistem imun menyerang folikel rambut yang kemudian menyebabkan penderitanya mengalami kerontokan atau Alopecia. Folikel rambut yang diserang Alopecia akan mengecil dan berhenti memproduksi rambut secara bertahap. Alopecia ini juga dapat dipicu oleh stres fisik atau psikis hingga adanya perubahan hormon. Selain menyerang kulit kepala, Alopecia juga dapat terjadi pada rambut lainnya yakni alis, bulu mata, bulu hidung, ketiak hingga kumis dan janggut. Alopecia yang terjadi secara menyeluruh di satu tempat, semisalnya area kepala saja, dinamakan Alopecia Areata Totalis. Sementara, jika kebotakan terjadi…
Read More
Kurang Sosialisasi, Rentan Kena Stroke dan Penyakit Jantung

Kurang Sosialisasi, Rentan Kena Stroke dan Penyakit Jantung

Artikel Umum
Kurang Sosialisasi, Rentan Kena Stroke dan Penyakit Jantung Penelitian terbaru mengungkapkan jika orang yang kurang bersosialisasi cenderung berisiko tinggi mengalami stroke dan terkena penyakit kardiovaskular. Hasil penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Heart, berjudul, “Kesepian dan isolasi sosial sebagai faktor risiko penyakit jantung koroner dan stroke: tinjauan sistematis dan meta-analisis studi observasi longitudinal”. Para peneliti mengatakan bahwa orang dewasa yang memiliki lebih sedikit kontak sosial berisiko lebih tinggi mengalami kematian dini. “Pengaruh hubungan sosial terhadap kematian sebanding dengan faktor risiko yang sudah mapan, termasuk aktifitas fisik dan obesitas. Namun, dibandingkan dengan pemahaman kita tentang faktor risiko ini, kita tahu lebih sedikit tentang implikasi kesepian dan isolasi sosial untuk etiologi penyakit,” kata studi tersebut, dilansir dari Times of India. Studi tinjauan menemukan bahwa hubungan sosial yang…
Read More
5 Jenis Kanker Ginekologi dan Gejalanya

5 Jenis Kanker Ginekologi dan Gejalanya

Artikel Umum
5 Jenis Kanker Ginekologi dan Gejalanya  Kanker merupakan penyakit kronis yang dapat terjadi pada siapa saja. Kanker mengacu pada pertumbuhan sel-sel tubuh yang tidak terkendali, yang dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, tergantung pada apakah terdeteksi tepat waktu atau tidak. Karena itu, diagnosis yang cepat dan segera, diikuti dengan perawatan yang tepat dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan. Untuk itu, menyadari gejala dan tanda-tanda kanker sangatlah penting. Beberapa gejala khususnya dapat menandakan 5 jenis kanker yang berhubungan dengan sistem reproduksi wanita, disebut juga kanker ginekologi. Apa itu kanker ginekologi?  Kanker ginekologi mengacu pada kanker atau sel tumor yang berkembang di organ reproduksi wanita. Menurut Cancer Research UK, jenis kanker ini dapat menyerang wanita, beberapa pria transgender dan orang non-biner ditetapkan sebagai wanita…
Read More
‘Teman Hidup Bantu’ Layanan di Kanopi Nursing Home

‘Teman Hidup Bantu’ Layanan di Kanopi Nursing Home

Kanopi Insan Sejahtera
Penyanyi bersuara khas Nara Koe mempersembahkan lagu anyar berjudul 'Teman Hidup' untuk membantu pelayanan di Kanopi Nursing Home, jelang akhir 2022 ini. Penyanyi asal Yogyakarta ini baru saja merilis single terbarunya ‘Teman Hidup’, untuk kepentingan sosial. Lagu tersebut diciptakan oleh Nara berkolaborasi dengan Bimo Suryojati dan diproduseri oleh Ratu Adil Records, sebuah perusahaan rekaman bermarkas di Negeri Paman Sam. Menurut Nara, lagu tersebut ia persembahkan untuk membantu kawan-kawan di Kanopi Nursing Home, yang didirikan pada 18 Agustus 2018 ini tak hanya merawat orangtua atau lansia, tapi juga merawat mereka yang hidup dengan kondisi kesehatan tertentu seperti IPS (Insan Pasca Stroke), ODD (Orang Dengan Demensia), orang dalam masa pemulihan setelah dirawat di rumah sakit sampai dengan orang yang hidup dalam fase akhir masa hidup atau…
Read More
Mata Tiba-tiba Terasa Kabur, Kenali Penyebabnya

Mata Tiba-tiba Terasa Kabur, Kenali Penyebabnya

Artikel Umum
Mata Tiba-tiba Terasa Kabur, Kenali Penyebabnya Pandangan yang kabur bisa dipahami sebagai kondisi hilangnya ketajaman penglihatan yang membuat objek tampak tidak fokus atau samar. Jika Anda mengalami pandangan kabur secara tiba-tiba, bisa jadi itu merupakan pertanda penyakit tertentu. Berikut 12 penyebab penglihatan mata kabur secara tiba-tiba: Retina terlepas Retina yang terlepas kemungkinan penyebab penglihatan menjadi buram seketika. Retina yang merupakan lapisan tipis di bagian belakang mata, menjauh dari pembuluh darah yang menyediakan oksigen dan nutrisi penting. Gejalanya bisa meliputi bintik abu-abu atau hitam mengambang di penglihatan, bayangan di sisi atau tengah penglihatan, kilatan cahaya yang dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Gegar otak Gegar otak terjadi ketika seseorang mengalami cidera di kepala. Seiring dengan perubahan visual, gejala gegar otak dapat meliputi perubahan suasana…
Read More
Mau Anak Sukses, Ojo Dibandingke!

Mau Anak Sukses, Ojo Dibandingke!

Artikel Umum
Mau Anak Sukses, Ojo Dibandingke!  Banyak orangtua suka membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lain, atau dengan anak orang lain, atau bahkan dengan dirinya sendiri ketika masih muda, baik karena kepintaran, prestasi atau kebiasaan lainnya. Hal tersebut sangat keliru! Sebab anak akan mengalami kesulitan dalam hal pembentukan jati diri dan bisa menghambat kesuksesan mereka. Tak hanya itu, orangtua yang selalu membandingkan akan membuat kesehatan mental anak terganggu. Kebiasaan membanding-bandingkan anak merupakan salah satu tanda gaya parenting yang narsistik. Pola pengasuhan yang seperti ini bisa berdampak sangat buruk terhadap perkembangan psikologis anak. Anak-anak dari orangtua narsis secara alamiah akan belajar dan meniru bahwa manipulasi dan rasa bersalah adalah strategi yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Psikolog Schrag Hershberg mengatakan, ketika orangtua membandingkan anak…
Read More
Lansia Bisa Diare Berkepanjangan, Kenali Penyebabnya

Lansia Bisa Diare Berkepanjangan, Kenali Penyebabnya

Artikel Umum
Lansia Bisa Diare Berkepanjangan, Kenali Penyebabnya Lanjut usia bisa mengalami diare berkepanjangan. Hal ini harus diwaspadai. Salah satunya dengan mengenali penyebabnya. Diare ditandai dengan keluarnya feses encer atau berair saat buang air besar. Kondisi ini bisa jadi gejala banyak penyakit. Diare harus segera ditangani agar tidak menyebabkan dehidrasi. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab diare berkepanjangan pada lansia, antara lain: Gangguan endokrin Penyebab diare berkepanjangan pada lansia yang pertama adalah gangguan endokrin. Gangguan endokrin, sistem hormon, seperti kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat memicu diare berkepanjangan dan berkurangnya berat badan. Diabetes juga bisa menyebabkan hal ini apabila saraf-saraf yang menyuplai saluran pencernaan mengalami cidera atau gangguan fungsi. Alergi makanan Alergi makanan juga bisa menjadi penyebab diare berkepanjangan pada lansia. Contohnya, alergi terhadap gluten,…
Read More
Lansia Dengan Komorbid Wajib Rutin Cek Kesehatan

Lansia Dengan Komorbid Wajib Rutin Cek Kesehatan

Artikel Umum
Lansia Dengan Komorbid Wajib Rutin Cek Kesehatan Kelompok lanjut usia (lansia) yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid perlu melakukan pemeriksaan secara rutin guna memastikan kondisi kesehatannya, terutama di masa peralihan Covid-19 dari pandemi menjadi endemi. Hal tersebut dikatakan dokter spesialis penyakit dalam Dr dr Kuntjoro Harimurti, SpPD., K-Ger, MSc. “Kelompok lansia dengan komorbid harus melakukan pemeriksaan secara rutin dan memastikan komorbidnya terkontrol,” kata Kuntjoro Harimurti dalam gelar wicara dengan tema “Perketat Prokes Perkuat Booster Pada Lansia’, beberapa waktu lalu. Ketua Divisi Geriatri Departemen Klinik Ilmu Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mencontohkan, lansia yang memiliki komorbid diabetes harus memastikan kadar gula darahnya terkontrol dengan baik. “Dalam kondisi seperti sekarang ini menjaga kesehatan menjadi sesuatu hal yang sangat penting, terutama bagi mereka yang…
Read More
Diabetes di Indonesia Meningkat, Masyarakat Harus Waspada

Diabetes di Indonesia Meningkat, Masyarakat Harus Waspada

Artikel Umum
Diabetesi di Indonesia Meningkat, Masyarakat Harus Waspada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan betapa berbahayanya penyakit diabetes. Kemenkes berharap makin banyak masyarakat yang menyadarinya agar bisa mengambil langkah pencegahan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya, merujuk Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 dimana prevalensi diabetes melitus (DM) meningkat menjadi 10,9%. “Dan International Diabetes Federation (IDF) memprediksikan akan ada peningkatan jumlah penderita diabetes di Indonesia dari 10,7 juta tahun 2019 menjadi 13,7 juta di tahun 2030,” kata Nadia. Tercatat, kasus baru diabetes telah mencapai angka 426 juta di seluruh dunia hingga tahun 2017 menurut IDF. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-6 penyandang diabetes. WHO pun memprediksi diabetes di Indonesia akan terus meningkat hingga menduduki peringkat ke…
Read More