Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya

Beranikan Anak Curhat, Ini Caranya
Foto: duniasmartvidoran

Orangtua punya peran besar mengajarkan agar anak menjadi pemberani. Sebab, tidak semua anak-anak terlahir menjadi pemberani. Hal ini penting dilakukan tidak hanya mendorong keberanian pada anak, melainkan akan membangun harga diri, ketahanan, dan percaya diri.

Keberanian yang dimiliki oleh anak barang kali bukan hal yang bisa didapat dengan mudah. Kadang perlu upaya dari orangtua untuk membangun rasa berani pada anak ini. Menurut Karina Istifarisny, S.Psi., M.Psi., psikolog, keberanian banyak kaitannya dengan kemampuan komunikasi, sosial emosi, dan kemampuan berpikir. “Keberanian anak dalam mengemukakan pendapat bisa kita pupuk dari kecil,” ujar Karina. Lalu bagaimana cara menumbuhkan keberanian si kecil? Berikut ulasannya.

  •  Seringlah bertanya
    Tanyakan pendapatnya tentang apa saja. Selain melatih keberanian menjawab, juga melatih kemampuan berpikirnya. Misal: Dek, menurut kamu baiknya bunda masak sayur apa ya hari ini? Kenapa ya masak yang itu? Walau belum tentu dijawab dan kadang kurang memuaskan, namun saat itu kita sudah memberikan kesempatan untuk anak berpikir lebih jauh dan melatihnya mengungkapkan isi pikirannya.
  • Dengarkan
    Nah, saat anak bertanya atau mengungkapkan apa saja, dengarkan. Mendengarkan akan jauh lebih baik jika sambil menatap anak dan memberikan umpan balik baik berupa pertanyaan, ledekan, ketidaksetujuan atau lainnya tanpa membuat anak merasa kecil hati. Perlu diingat, kurangi merespon anak sambil melihat layar ponsel atau sambil menonton TV.
  • Apresiasi
    Apa pun yang diutarakan anak secara positif, berikan apresiasi. Tidak harus dalam bentuk hadiah. Bisa saja dalam bentuk kalimat: “Aduh, makasih yah sayang udah ngingetin bunda,” atau “Bunda seneng deh kaka udah berani nyampein tentang itu ke bunda”
  • Kritik
    Kritik tentu saja boleh, ini justru membangun kemampuan komunikasi anak. Hanya saja, untuk anak yang lebih muda atau yang sensitif emosinya, harus hati-hati biar tak membuatnya kecil hati. Caranya, bisa sambil becanda, misalnya “Dek, kayanya ga gitu deh yang bener. Yang bener gini loh…” sambil menunjukkan ekspresi yang ceria. Sehingga anak belajar menerima kesalahannya dengan emosi yang lebih positif. Jangan lupa berikan pula pujian atas masukan atau perilaku baiknya setelah ia mengemukakan pendapat. (RN)
Baca juga:  Berkompetisi Ajar Anak Tidak Mudah Menyerah