Bikin Anak Penderita Kanker Betah di Rumah

Bikin Anak Penderita Kanker Betah di Rumah
Foto: beritasatu.com

Bikin Anak Penderita Kanker Betah di Rumah

Mendampingi anak pasien kanker di rumah tentu bukan perkara mudah. Menurut Nelly Hursepuny Mpsi, psikologi di Rehabilitasi Medik RS Kanker Dharmais, Jakarta.

Anak dengan kanker yang merasa cemas dan stres, akan semakin menurun daya tahan tubuhnya. Menurut Nelly, penurunan daya tahan tubuh ini harus dihindari. “Untuk mengurangi kecemasan, sebaiknya orang tua dengan anak penderita kanker tetap berkonsultasi secara rutin dengan dokter, tentang kondisi si anak. Apakah perlu isolasi total, atau seberapa aman membawa anak pasien kanker pergi ke rumah sakit,” saran Nelly. Anak yang baru menjalani kemoterapi, memiliki daya tahan tubuh lemah sehingga perlu ektsra penjagaan dari penularan berbagai penyakit, termasuk Covid-19. Caranya, tambah Nelly, dengan memantau asupan gizi dan minum dan obat yang perlu dikonsumsi agar daya tahan kuat. Lebih lanjut Nelly menjelaskan, bahwa orang tua harus bisa mengubah perilaku atau menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Agar anak betah di rumah, ciptakan suasana yang nyaman dan aman. Bermula dari orangtua yang harus terlibat dalam proses belajar anak. Yang terjadi adalah anak kadang dilepaskan sendiri atau diasuh pengasuh. “Padahal orangtua harus bisa memberikan perhatian dan kasih sayang dengan mendampingi dan mendengarkan mereka bercerita. Jangan menjadikan anak beban sehingga orang tua menjadi stres dan anak semakin tidak nyaman,” imbuhnya.

Baca juga:  Simak 5 Kebiasaan Anak Milenial yang Merusak Kesehatan

Nelly mencontohkan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan orangtua bersama anak, misalnya menonton film favorit dan edukatif, mencoba resep baru dan memasak bersama, menanam pohon dan memelihara hewan, membuat cerita dan story telling atau berkreasi melalui seni seperti musik, melukis dan bernyanyi.

Sementara itu, Pengurus YOAI Raden Citra Kudumarojp S.Psi, memaparkan berbagai kegiatan untuk menghindarkan anak dari kejenuhan yang dilakukan di Graha YOAI (rumah singgah untuk pasien kanker anak). Salah satunya, kegiatan membaca lewat program Jendela Dunia. Di sini pasien kanker anak biasanya didampingi relawan atau dokter residen. Graha YOAI juga menyediakan aneka permainan edukatif dan perlengkapan untuk berkreasi dengan seni. (RN)