Cegah Hipertensi Dengan Rutin Ukur Tekanan Darah

 Cegah Hipertensi Dengan Rutin Ukur Tekanan Darah

Cegah Hipertensi Dengan Rutin Ukur Tekanan Darah
Foto: lifepack.id

Hipertensi bukan lagi penyakit yang didominasi kaum lanjut usia, generasi milenial pun bisa terkena. Untuk itu, dibutuhkan deteksi dini untuk mencegah datangnya penyakit hipertensi. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebutkan, prevalensi hipertensi meningkat pada kalangan milenial. Padahal hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner. Ahli jantung dan pembuluh darah dr Badai Bhatara Tiksnadi, SpJP(K)., MM., FIHA., mengatakan, hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sampai dua kali lipat, risiko gagal jantung 1,5 kali dan stroke 2,6 kali lipat.

“Kita harus menumbuhkan kesadaran diri untuk melakukan cek kesehatan, melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, dan mencegah serta mengendalikan hipertensi dengan memodifikasi gaya hidup seperti rajin berolahraga juga membatasi asupan garam,” ujar Badai.

Menurutnya, hipertensi pada milenial bisa dipengaruhi beberapa faktor seperti gaya hidup tidak aktif, stres, kemajuan teknologi yang membuat seseorang tidak bergerak dan kecemasan akan Covid-19 yang mengganggu kesehatan mental. Belum lagi hipertensi merupakan komorbid utama pada penderita Covid-19. Data yang dihimpun oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 1 Juni 2021, tiga besar komorbid tertinggi yang ditemukan pada pasien Covid-19.

Baca juga:  Ternyata, Bahaya Memelihara Sikap Pesimis

“Covid-19 adalah penyakit yang mudah menyerang orang dengan sistem imun lemah. Sementara hipertensi terutama kondisi menahun akan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini mengakibatkan tubuh tak sanggup menghadapi infeksi virus dan akhirnya terinfeksi Covid-19,” urainya seraya mengatakan, pasien dengan tensi tidak terkontrol atau yang tidak diobati akan berisiko mengalami infeksi Covid-19 yang berat dan komplikasi (bila dibandingkan dengan yang terkontrol dengan obat),” tambahnya.

Rutin ukur tekanan darah

 Menurut Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Esti Nurjadin, kenaikan prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan penyakit jantung berhubungan erat dengan pola atau gaya hidup antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, rendahnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah, serta tingginya konsumsi gula garam dan lemak.

“Yang paling utama selain menghindari pola hidup tidak sehat adalah kita juga melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin sehingga bisa mencegah atau setidaknya dan mengendalikan hipertensi,” ujarnya. (RN)