
Mata kuning, atau dalam istilah medis dikenal sebagai sklera ikterik, merupakan kondisi di mana bagian putih mata berubah menjadi kekuningan. Kondisi ini bukan hanya masalah kosmetik, melainkan sering kali menjadi tanda awal dari gangguan kesehatan yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis.
Perubahan warna pada mata ini umumnya berkaitan dengan gangguan pada organ penting seperti hati, kantung empedu, atau pankreas. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya sejak dini.
Berikut delapan penyebab utama mata kuning yang perlu diwaspadai.
-
Penyakit kuning (Ikterus)
Penyakit kuning terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam darah, pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk hepatitis dan kanker pankreas.
-
Sirosis hati
Sirosis adalah kerusakan hati kronis yang menyebabkan jaringan parut, mengganggu fungsi hati dalam memproses bilirubin. Gejalanya meliputi kelelahan, penurunan berat badan, dan mata kuning.
-
Hepatitis
Peradangan hati akibat infeksi virus hepatitis A, B, atau C dapat mengganggu fungsi hati, menyebabkan penumpukan bilirubin dan perubahan warna mata.
-
Batu empedu
Batu empedu dapat menyumbat saluran empedu, menghambat aliran bilirubin, dan menyebabkan mata kuning. Gejala lain termasuk nyeri perut kanan atas dan mual.
-
Pankreatitis
Peradangan pankreas, baik akut maupun kronis, dapat mengganggu aliran empedu dan menyebabkan penumpukan bilirubin, yang berujung pada mata kuning.
-
Anemia hemolitik
Kondisi ini terjadi ketika sel darah merah dihancurkan lebih cepat dari produksinya, meningkatkan kadar bilirubin dan menyebabkan mata kuning.
-
Efek samping obat
Beberapa obat, seperti asetaminofen, penisilin, pil kontrasepsi, dan steroid, dapat menyebabkan kerusakan hati atau mengganggu metabolisme bilirubin, mengakibatkan mata kuning.
-
Perlemakan hati (Fatty liver)
Penumpukan lemak di hati dapat mengganggu fungsi hati dan menyebabkan peningkatan bilirubin, yang ditandai dengan mata kuning.
Jika Anda mengalami perubahan warna pada mata menjadi kuning, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan oleh profesional dapat membantu mengidentifikasi penyebab pasti dari kondisi tersebut dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Deteksi dini sangat penting karena beberapa penyebab mata kuning berkaitan dengan gangguan serius pada organ tubuh, seperti hati atau pankreas. Pengobatan yang sesuai sejak awal dapat mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan peluang pemulihan.
Kesehatan mata
Seringkali kesehatan mata dianggap sepele, padahal penglihatan merupakan salah satu indera terpenting dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tanpa disadari, banyak kebiasaan ringan yang kita lakukan justru bisa memberikan dampak buruk bagi mata dalam jangka panjang.
Mulai dari terlalu lama menatap layar gawai hingga sering mengucek mata dengan tangan kotor hal-hal kecil ini dapat memicu gangguan seperti mata kering, infeksi, bahkan gangguan penglihatan.
Menjaga kesehatan mata tidak selalu membutuhkan perawatan mahal, cukup dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang merugikan dan menggantinya dengan pola hidup yang lebih sehat.
Oleh sebab itu, memahami berbagai kebiasaan ringan yang tanpa sadar dapat membahayakan kesehatan mata menjadi sangat penting. Lalu, apa saja kebiasaan tersebut?
-
Menggunakan lensa kontak tanpa memperhatikan aturan pakai
Memakai lensa kontak secara sembarangan bisa menyebabkan gangguan pada mata, seperti infeksi dan iritasi. Oleh karena itu, pengguna lensa kontak perlu lebih cermat dalam menjaga kebersihan dan cara pemakaiannya. Hindari kebiasaan seperti tidur tanpa melepas lensa, memakai lensa saat mandi, mencuci lensa dengan air keran, menyimpan lensa di wadah lebih dari tiga bulan, meletakkan lensa sembarangan, serta menyentuh lensa tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
-
Terlalu lama menatap layar gawai
Bekerja di depan layar komputer atau ponsel dalam waktu lama bisa membuat mata cepat lelah. Aktivitas ini menuntut otot mata bekerja lebih keras, yang dapat menimbulkan ketegangan, pusing, bahkan sakit kepala. Selain itu, paparan sinar biru dari layar dapat memicu kerusakan retina seperti degenerasi makula yang berisiko menyebabkan gangguan penglihatan. Untuk menghindarinya, usahakan rutin mengalihkan pandangan dan gunakan pelindung layar anti-sinar biru.
-
Kebiasaan merokok
Merokok dapat menghambat aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen ke mata. Akibatnya, risiko terkena katarak dan degenerasi makula pun meningkat. Maka dari itu, menghentikan kebiasaan merokok sangat penting demi menjaga kesehatan mata.
-
Mengabaikan tanda-tanda iritasi
Menganggap remeh gejala iritasi pada mata bisa berakibat buruk. Walau iritasi ringan bisa sembuh dengan sendirinya, Anda tetap perlu waspada jika muncul keluhan seperti mata nyeri, keluar cairan berwarna putih pekat atau kehijauan, atau terasa ada benda asing di mata. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter agar tidak berkembang menjadi infeksi serius.
-
Tidur tanpa membersihkan make up
Tertidur tanpa membersihkan riasan wajah, khususnya area mata, bisa memicu iritasi. Sisa make up bisa masuk ke mata dan menimbulkan peradangan pada kelenjar di kelopak. Untuk menghindarinya, biasakan membersihkan make up dengan pembersih khusus dan mencuci wajah sebelum tidur.
-
Membaca dalam kondisi pencahayaan kurang
Membaca di tempat dengan penerangan redup bisa membuat mata bekerja lebih keras. Dalam kondisi ini, lensa mata harus terus menyesuaikan ketebalan-nya, sementara pupil melebar untuk menangkap cahaya lebih banyak. Akibatnya, mata jadi cepat lelah.
Selain itu, membaca sambil berbaring juga bisa membebani mata karena posisi tersebut menyulitkan menjaga jarak baca yang ideal. Hal ini membuat mata tegang dan rentan pegal.
-
Sering menggosok mata
Kebiasaan menggosok mata sering dilakukan saat mata terasa gatal, setelah bangun tidur, atau terlalu lama menatap layar. Meskipun terasa lega setelah digosok, kebiasaan ini sebenarnya bisa membahayakan mata. Tangan yang kotor dapat membawa bakteri ke mata dan memicu infeksi. Jika digosok terlalu keras, kornea mata pun bisa terluka.
-
Terlalu sering menggunakan obat tetes mata
Saat mata terasa perih atau memerah akibat kelelahan, banyak orang langsung menggunakan obat tetes mata sebagai solusi cepat. Memang, obat tetes dapat meredakan kemerahan dengan menyempitkan pembuluh darah.
Namun, pemakaian yang berlebihan justru dapat berdampak buruk pada kesehatan mata, seperti membuat mata semakin kering atau iritasi jika digunakan tanpa pengawasan medis. (RN)
