Hasil Riset: “Kedelai Mampu Halau Keluhan Menopause”

Artikel ini telah direview oleh
Hasil Riset: “Kedelai Mampu Halau Keluhan Menopause”
Foto: friscowomenshealth.com

Hasil Riset: “Kedelai Mampu Halau Keluhan Menopause”

Rasa tidak nyaman kerap dialami para wanita jelang atau di saat menopause. Pengurangan kadar ekstrogen membuat seseorang seperti berkeringat, hot flashes, serta perubahan suasana hati. Sejumlah penelitian menyebutkan, wanita Asia terutama wanita Jepang lebih kecil kemungkinannya mengalami berbagai gejala menopause daripada wanita di negara Barat. Ternyata, ini diakibatkan sering mengonsumsi kedelai. Beberapa penelitian meta-analisis menunjukkan bahwa isoflavon (keluarga fitoestrogen) yang terdapat pada kedelai dapat mengurangi gejala menopause. Fitoestrogen sendiri ialah sekelompok senyawa alami yang berasal dari beragam makanan nabati, terutama kedelai.

Menurut Dr. Rimbawan Pakar Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), asupan harian isoflavon sebanyak 135 miligram selama satu minggu (setara 6,8 gran kedelai/hari) dapat menurunkan gejala menopause. “Kandungan asam amino terbesar pada tempe adalah arginin. Arginin diketahui dapat bersifat sebagai vasodilator,” ungkap Rimbawan.

Vasodilator berguna untuk melebarkan pembuluh darah, agar darah dapat mengalir dengan lebih lancar. Aliran darah yang lancar akan membantu mengurangi beban kerja jantung dalam memompa darah. Sedangkan kandungan asam lemak tertinggi pada tempe adalah asam linoleat disusul asam oleat dan asam linolenat (asam lemak esensial).

Baca juga:  Ngeri Satu Dari Lima Orang Indonesia Terganggu Mentalnya

Metode pengolahan kedelai menjadi tempe dengan proses perebusan sebanyak dua kali dapat meningkatkan kadar isoflavon 58,7%. Lebih besar dibandingkan dengan perebusan kedelai sebanyak satu kali. Proses pemasakan dengan pengukusan menurunkan isoflavon tempe sebesar 13,3%, merupakan penurunan terendah dibandingkan dengan metode pemasakan yang lain.

Rimbawan membeberkan penelitian intervensi pemberian 160 gram tempe kukus yang diberikan setiap hari selama empat minggu pada wanita menopause. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan, konsumsi tempe dapat memperbaiki profil lipid yaitu menurunkan kadar kolesterol total sebesar 6%. Kolesterol LDL juga turun sebanyak 5,8%, dan trigliserida menurun sebesar 11,7%.

Meski begitu tidak dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL. “Konsumsi tempe diketahui juga dapat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan primer dan meningkatkan kadar seng,” jelas Rimbawan. Sebaliknya, konsumsi tempe menurunkan Malondialdehida (penanda stres oksidatif) sebesar 10%.

Dengan demikian kandungan asam amino dan asam lemak tidak jenuh serta isoflavon yang tinggi pada tempe mempunyai manfaat sebagai penghambat sintesa kolesterol, penghambat absorsi kolesterol, penghambat oksidasi LDL serta manfaat antioksidan. “Sehingga dapat menurunkan lemak tubuh dan hambat proses oksidasi dan radikal bebas,” terang Rimbawan. (RN)

Baca juga:  Tidur Bermasalah di Usia Paruh Baya Percepat Penuaan