Hindari Kerusakan Jaringan Saraf yang Mendalam

Artikel ini telah direview oleh

Hindari Kerusakan Jaringan Saraf yang Mendalam

Hindari Kerusakan Jaringan Saraf yang Mendalam
Foto: lifepal.com

Neuropati adalah gangguan atau kerusakan pada jaringan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kebas, kesemutan, sensasi terbakar, atau rasa ditusuk jarum. Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Jakarta Winnugroho Wiratman mengatakan, gejala paling berat dari neuropati adalah kelumpuhan yang bisa terjadi jika kerusakan saraf berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

“Kalau sudah makin lama kelumpuhan bisa terjadi dan itu yang paling berat,” kata Winnugroho. Bila tidak dideteksi lebih awal, neuropati bisa menyebabkan gangguan otonom pada tubuh seperti gangguan irama jantung atau keringat berlebihan. Kerusakan saraf yang berujung pada neuropati disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya luka eksternal, peradangan, trauma pascaoperasi, merokok, diabetes, konsumsi minuman beralkohol, kemoterapi, kekurangan nutrisi/vitamin, faktor genetik, hingga saraf terjepit karena terlalu sering menggunakan gawai atau berkendara.

Winnugroho menyebutkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah neuropati yaitu, melakukan kontrol dan manajemen penyakit kronis dengan baik, mengonsumsi diet yang bergizi, olahraga rutin, serta menjauhi rokok dan minuman beralkohol.

Baca juga:  Merawat Lansia, Perhatikan Trik Berikut Ini

Jika gejala kesemutan, kebas, dan nyeri pada saraf muncul secara tiba-tiba, dalam jangka waktu yang lama, dan bertambah parah, Winnugroho menganjurkan untuk segera periksa dan berobat ke dokter.

Winnugroho menjelaskan asupan vitamin B neurotropik yang meliputi vitamin B1, B6, dan B12 sangat penting bagi kesehatan saraf sekaligus dapat menurunkan gejala neuropati sampai 62,9% dalam tiga bulan.

“Dengan pemberian vitamin B1, B6, dan B12, gejala neuropati itu yang kita nilai dengan total symptom score ternyata menurun sampai 62,9% selama pemakaian tiga bulan,” ujar Winnugroho.

Vitamin B1, B6, dan B12 memiliki peran masing-masing dalam proses pemulihan saraf. Vitamin B1 berperan dalam mempercepat proses pembentukan energi, vitamin, dan DNA yang dibutuhkan dalam regenerasi jaringan sel saraf. Vitamin B6 berfungsi untuk membantu menghantarkan sinyal saraf. Vitamin B6 dapat membantu dalam proses produksi neurotransmitter, yang berperan membawa sinyal dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya.

Sementara B12 membantu dalam regenerasi selubung mielin yaitu, pelindung akson pada saraf yang diibaratkan seperti lapisan karet yang melindungi kabel listrik. Regenerasi selubung mielin dibutuhkan dalam proses awal pemulihan saraf yang rusak.

Baca juga:  Apa Itu Penyakit Hematuria, Bagaimana Penanganannya?

Winnugroho mengingatkan untuk mewaspadai gejala neuropati dan segera periksakan ke dokter jika gejala neuropati terus muncul selama lebih dari tiga minggu. “Waspada pada gejala neuropati sesegera mungkin bila memang (gejala) berat, terus menerus, berulang lebih dari tiga minggu segera cari pertolongan (dokter),” pungkas Winnugroho. (RN)