Hindari Penyakit Jantung Akibat Menopause Dini

Artikel ini telah direview oleh

Hindari Penyakit Jantung Akibat Menopause Dini

Hindari Penyakit Jantung Akibat Menopause Dini
Foto: gridhealth.com

Salah satu penyebab meningkatnya potensi penyakit jantung pada wanita yang berusia di atas 50 tahun adalah menopause. Ketika memasuki tahap awal menopause, kadar estrogen menurun dengan cepat dalam tubuh. Hormon estrogen dipercaya dapat membantu melindungi jantung dan menjaganya tetap sehat. Studi telah menemukan korelasi antara estrogen rendah dan perkembangan penyakit kardiovaskular.

Wanita yang mengalami menopause dini atau ovariumnya diangkat melalui pembedahan pada usia dini memiliki peningkatan risiko penyakit jantung. Semakin dini estrogen menurun, semakin tinggi risikonya. Penelitian telah menyimpulkan wanita yang mengalami menopause dini dan menerima terapi penggantian hormon tidak berisiko tinggi dibandingkan yang tidak.

Selain menopause dini, penurunan hormon estrogen juga menyebabkan tingginya LDL (kolesterol jahat) dan rendahnya HDL (kolesterol baik). Ini semakin meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Wanita dengan menopause alami yang terjadi setelah usia 40 tahun berisiko setelah kadar estrogen mulai turun.

Kenaikan berat badan dan obesitas, merokok, tekanan darah tinggi, kurang olahraga, dan riwayat keluarga penyakit kardiovaskular adalah faktor risiko tambahan untuk penyakit jantung yang meningkat setelah menopause.

Baca juga:  Hindari Risiko Diabetes Lewat 5 Cara Berikut

Berikut beberapa cara meminimalisir potensi menopause tersebut:

  • Perubahan gaya hidup adalah cara terbaik yang direkomendasikan dokter agar guna mengurangi risiko.
  • Makan makanan yang sehat dan seimbang serta menjaga berat badan.
  • Memasok tubuh dengan nutrisi yang dibutuhkan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh lebih kuat. Dapatkan banyak protein tanpa lemak, buah-buahan, sayuran, ikan, dan sertakan kedelai dalam pola makan untuk membantu mengimbangi ketidakseimbangan hormon.
  • Olahraga teratur berkontribusi pada manajemen berat badan dan membantu membangun otot jantung.
  • Lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan seperti menari, berenang, bersepeda, dan jogging bersama teman.
  • Berhenti merokok. Wanita yang saat ini merokok harus segera berhenti karena aktivitas ini menggandakan risiko penyakit jantung. Selain itu, disarankan untuk mengurangi minum alkohol. Siapa pun yang berisiko terkena penyakit jantung harus menjadwalkan kunjungan tahunan rutin pemeriksaan kesehatan untuk  memeriksa tekanan darah dan kadar kolesterol.

Apakah terapi penggantian hormon (HRT) membantu mengurangi risiko penyakit jantung?

Sebelumnya diyakini terapi penggantian hormon (HRT) sangat membantu dalam mengurangi risiko penyakit jantung. Penelitian saat ini menunjukkan hasil yang bertentangan. Meskipun masih ada bukti yang menunjukkan penggantian hormon bermanfaat dalam mengurangi kejadian diabetes dan osteoporosis pada wanita menopause, HRT tidak lagi direkomendasikan untuk pencegahan penyakit serius karena faktor risiko lebih besar daripada manfaat potensialnya.

Baca juga:  Kolesterol Bisa Bikin Kerusakan pada Tubuh, Berikut Tandanya

Faktor risiko penyakit jantung pada wanita yang meningkat selama menopause dipercaya ada hubungan antara kadar estrogen yang lebih rendah dan risiko ini. Sementara terapi hormon untuk menggantikan estrogen pada awalnya diyakini membantu menurunkan risiko ini, penelitian saat ini menunjukkan hal itu mungkin tidak terjadi.

Para ahli merekomendasikan mengurangi risiko penyakit jantung setelah menopause dengan mulai melakukan perubahan gaya hidup sedini mungkin. Dapat dimulai dari makan makanan sehat yang rendah lemak, gula, dan garam, dikombinasikan dengan olahraga berat yang disarankan agar dapat membantu mengurangi beberapa faktor risiko. (RN)