Hindari Risiko Diabetes Lewat 5 Cara Berikut

Hindari Risiko Diabetes Lewat 5 Cara Berikut
Foto: klikdokter.com

Data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2017 mengungkapkan jumlah penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 10,3 juta jiwa. Sementara jumlah penduduk yang berisiko tinggi terkena diabetes diperkirakan mencapai hampir 28 juta. Hal ini membuat Indonesia berada di peringkat ke-6 negara dengan penderita diabetes terbanyak sedunia.

Namun perlu diketahui, diabetes tipe 2 sebenarnya bisa dicegah. Dengan catatan, pencegahan tersebut dilakukan sejak dini. Dilansir dari American Diabetes Association, ada 5 cara yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes tipe 2.

Pertama, menjaga berat badan tetap dalam rentang yang sehat. Faktanya, obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes tipe 2. Seseorang dianjurkan menurunkan berat badan minimal 5% secara konsisten hingga mencapai rentang berat badan ideal (IMT 18,9 – 22,9). Caranya dengan membatasi asupan makan, memilih makanan bergizi, dan rutin berolahraga.

Kedua, memperbanyak waktu olahraga minimal 150 menit per minggu. Jadwalkan olahraga minimal 3 kali seminggu demi menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskuler, menjaga berat badan tetap stabil, dan menguatkan tulang serta sendi.

Ketiga, perbanyak makan makanan yang mengandung serat serta asam lemak omega 3. Adapun makanan yang bisa dikonsumsi antara lain biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran. Sebab, makanan tersebut cenderung memiliki beban glikemik yang lebih rendah.

Selain itu, konsumsi asam lemak omega-3 dan asam lemak tak jenuh secara umum demi membantu menurunkan risiko penyakit jantung yang merupakan salah satu komplikasi utama diabetes.

Keempat, batasi makanan tinggi gula dan lemak. Gula pasir yang biasanya terkandung pada camilan dan minuman manis serta lemak pada makanan yang digoreng mengandung kalori yang dapat berkontribusi membuat badan lebih gemuk. Maka makanan tersebut lebih rentan mendorong seseorang terkena diabetes tipe 2.

Terakhir, cek gula darah secara rutin. Lewat pengecekan rutin, seseorang bisa mengetahui apakah dirinya telah berisiko tinggi atau bahkan terdiagnosis diabetes tipe 2. Sehingga penanganannya bisa dilakukan dengan tepat. (RN)