Minggu , 16 Desember 2018
Home » Artikel » Ini 10 Hal yang Terjadi Saat Kita Mengurangi Gula

Ini 10 Hal yang Terjadi Saat Kita Mengurangi Gula

Ini 10 Hal yang Terjadi Saat Kita Mengurangi Gula

Foto: dok. satelite.co.id

Gula memang terasa manis, namun akibatnya tidak terlalu manis untuk tubuh kita. Oleh karenanya perlu bagi kita untuk mengurangi gula dalam makanan kita, meski hal itu tidak mudah. Yang jelas, begitu kita mengurangi gula, maka akibatnya akan langsung terasa.

Inilah 10 hal yang akan terjadi saat kita melakukannya:

  1. Tampak lebih muda
    Gula menghasilkan keriput di wajah, kata Anthony Youn, MD, dokter bedah plastik di Troy, Michigan. “Gula menyebabkan glikasi, proses di mana molekul gula menguraikan kolagen dan mengurangi elastin di  kulit kita,” ujarnya. Padahal kolagen dan elastin adalah protein yang memberikan sifat elastis dan muda pada kulit. Selain itu mengurangi gula juga akan mengurangi glukosa dan kenaikan insulin dalam darah, sehingga mengurangi peradangan yang menyebabkan kulit tidak segar. Menurut Dr Youn, dampak pada kulit itu akan terlihat setelah kita mengurangi gula selama 14 hari.
  1. Membuat lebih gembira
      “Anda mungkin mengira menyantap kue-kue manis akan membuat perasaan gembira. Namun konsumsi gula ternyata berkaitan dengan tingkat depresi yang dialami seseorang,” ujar Megan Gilmore, konsultan nutrisi di Kansas. Ini mungkin karena gula bisa menyebabkan peradangan kronis yang mempengaruhi fungsi otak. Saat kita mengurangi gula, kita akan merasa suasana hati membaik dalam waktu satu hingga dua minggu, kata Gilmore. Menurut riset yang dipublikasikan di The American Journal of Clilnical Nutrition tahun 2015, mereka yang menyantap makanan dengan indeks glikemik tinggi, termasuk yang tinggi gulanya, lebih rentan mengalami depresi dibanding mereka yang tidak makan kudapan manis.
  1. Timbunan lemak menghilang
    Menurut study Harvard School of Public Health in Boston, rata-rata kita mengkonsumsi 22 sendok teh gula setiap hari, atau setara dengan 350 kalori. Padahal gula bisa menyebabkan keinginan untuk terus makan, sehingga bila kita menguranginya, kita juga akan memasukkan lebih sedikit kalori ke tubuh kita dan dampaknya kita bisa menjadi lebih langsing. Selain itu, tubuh kita juga kurang peka terhadap rasa kenyang akibat gula yang diproses, sehingga seringkali kita makan terlalu banyak kalori. Begitu kita menggantinya dengan makanan lain, maka tubuh kita bisa memberi sinyal saat kita merasa kenyang, dan hasilnya dalam beberapa minggu tanpa gula, Anda akan kehilangan lemak di pinggang.
  1. Lebih jarang sakit
    Seperti sudah disebut, gula bisa mendorong munculnya radang yang kemudian menurunkan kemampuan tubuh kita melawan penyakit seperti batuk dan pilek. Oleh karenanya, saat tubuh kita berhenti mengkonsumsi gula, kita akan lebih jarang sakit.
    Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengkonsumsi 100 gram gula akan menurunkan kemampuan sel darah putih untuk melawan bakteri hingga 50 persen, dan efek ini berlangsung selama lebih dari 5 jam.
  1. Risiko diabetes berkurang
    Mengurangi gula membuat tubuh kita memiliki kesempatan untuk membuang racun atau menjalankan detoksifikasi alami. “Dalam dua jam pertama tanpa gula, pankreas akan mulai mengurangi produksi insulin dan hati akan membuang racun di dalamnya,” ujar Marc Alabanza, ahli nutrisi di Massachusetts. Proses ini perlu waktu lebih lama bila kita resisten terhadap insulin, misalnya pada penderita pre diabetes di mana tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan efektif.
  1. Hidup lebih lama
    Saat kandungan glukosa dalam darah meningkat, sistem saraf juga akan aktif sehingga meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Padahal tekanan darah yang tinggi adalah penyebab utama serangan jantung. Gula juga meningkatkan trigliserida dalam darah yang memunculkan risiko sakit jantung dan stroke karena penyumbatan. Banyak study menyebutkan mereka yang mengkonsumsi gula lebih banyak, lebih berisiko meninggal karena sakit jantung dibanding yang sedikit saja menyantap gula.
  1. Senyum lebih indah dan wangi
    Gula adalah salah satu penyebab kerusakan gigi, selain juga menyebabkan pembusukan bila berinteraksi dengan bakteri dalam mulut kita.  Bakteri yang memakan sisa gula di mulut kita bisa menyebabkan bau nafas tidak sedap. Dengan mengurangi gula, kesehatan gigi akan lebih terjaga, membuatnya terlihat lebih bersih. Senyum anda pun lebih indah dan tidak berbau.
  1. Bercinta lebih baik
    Konsumsi gula menyebabkan kenaikan insulin yang pada gilirannya mengurangi hasrat seks dan menghambat fungsi organ seksual. Menurut Mark Hyman, MD, dokter di Ohio, gula juga memengaruhi hormon seksual yang menghilangkan keinginan bercinta, sekaligus menyebabkan rambut rontok. Nah, bila Anda menginginkan kehidupan seks yang lebih indah dan lebih sering, mulailah menyingkirkan gula dari pring Anda.
  1. Tidur nyenyak
    Saat perut terisi makanan manis, kita akan sulit tidur nyenyak. Konsumsi gula sebelum tidur membuat kita berkeringat di malam hari dan meningkatkan hormon stres sehingga membuat kita sulit tidur. Dengan menghilangkan kebiasaan konsumsi gula berlebih, dalam dua atau tiga hari kualitas tidur kita akan membaik dan bangun lebih segar keesokan harinya.
  1. Lebih bersemangat
    Dengan mengurangi gula, timbunan lemak akan berkurang dan tubuh terasa lebih ringan. Selain itu perasaan sehat dan suasana hati yang baik membuat seseorang lebih bersemangat dalam beraktivitas. Bila Anda sudah berhasil mengurangi gula –meski ini bukan sesuatu yang mudah— Anda akan mendapat perasaan lebih ringan saat berjalan atau berlari, dan lebih bertenaga saat mengangkat beban. (RN)
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates