Ini Kelainan Darah yang Membahayakan Tubuh

Pembuluh darah dalam tubuh memiliki peran penting karena terus-menerus menyalurkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Terkadang, pembuluh darah rawan mengalami kelainan, seperti hipertensi atau hipotensi. Apabila dibiarkan begitu saja, bisa-bisa hal ini berbahaya bagi tubuh.
Hipertensi
Tekanan darah tinggi atau kerap dikenal dengan istilah hipertensi merupakan tekanan atau kekuatan aliran darah yang cukup tinggi pada bagian pembuluh darah arteri. Tekanan darah dalam tubuh ini harus benar-benar diperhatikan dan dijaga. Bila dibiarkan bisa berdampak pada fungsi-fungsi organ penting dalam tubuh kita, seperti jantung dan otak.
Fakta lain, 60 persen penderita hipertensi berakhir terkena serangan stroke dan jantung karena terjadi penyempitan pembuluh darah arteri pada kedua organ tersebut. Tidak perlu heran bahwa hipertensi memiliki julukan “silent killer” atau pembunuh diam-diam.
Berikut faktor yang menyebabkan seseorang mengalami hipertensi:
- Stress
- Marah-marah
- Terlalu banyak mengonsumsi natrium atau garam
- Jarang mengonsumsi sayur dan buah
- Sering mengonsumsi kafein, seperti teh dan kopi
- Berat badan yang berlebih atau obesitas
Meski begitu, kelainan ini dapat dicegah dengan cara:
- Mengurangi stres dan emosi berlebih pada diri
- Menjaga pola hidup serta diet yang sehat
- Rutin berolahraga
- Membatasi asupan makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi
- Menjaga kestabilan berat badan
Hipotensi
Hipotensi merupakan tekanan darah pada tubuh menurun drastis, kebalikan dari hipertensi. Seseorang akan mengalami hipotensi apabila tekanan darahnya berada di bawah batas normal tekanannya, yakni kurang dari 90/60 mmHg. Hipotensi terjadi ketika tubuh kekurangan volume darah yang seharusnya bersirkulasi di pembuluh darah.
Darah memiliki kandungan oksigen serta kaya akan nutrisi sehingga apabila pasokan darah ke jantung kurang, bisa berefek pada organ-organ tubuh kita. Contohnya, kepala pusing akibat otak tidak mendapatkan asupan oksigen.
Meskipun memiliki gejala yang tidak begitu membahayakan, tetapi kalau dibiarkan lebih lama, bisa mengalami penyakit membahayakan lainnya.
Faktor penyebab:
- Kelaparan
- Terlalu cepat mengubah posisi tubuh
- Dehidrasi atau kurang minum air putih
- Mengalami anemia atau kurangnya sel darah merah
- Heat stroke atau terlalu lama terpapar sinar matahari
- Anafilaksis atau reaksi alergi parah
- Kehamilan
Bagaimana cara untuk mencegah agar terhindar dari Hipotensi:
- Menjaga pola makan teratur
- Mengonsumsi banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi
- Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin B12 dan Zat Besi
- Menyandarkan kepala ke tempat yang lebih tinggi saat berbaring
- Mengubah posisi tubuh perlahan-lahan
Agar lebih memudahkan untuk mengingat perbedaan kedua kelainan di atas, bisa dijelaskan:
Hipertensi
- Terjadi penyumbatan pada pembuluh arteri darah karena jantung memompa darah terlalu banyak
- Tekanan darah melebihi 140/90 mmHg
- Penyakit serangan jantung dan stroke pada otak menjadi penyebab dari tekanan darah yang tinggi
Sementara Hipotensi
- Terjadi kekurangan pasokan darah dari jantung menuju organ-organ penting dalam tubuh
- Tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg
- Pusing, lemas, hingga pingsan menjadi penyebab dari tekanan darah yang rendah. (RN)
